Pengembaraan SHANKARA dan Kekelaman Rock

Nuansa musik yang kelam untuk menggambarkan suasana duka yang mendalam, sebuah momen ‘kehilangan’, menjadi titik sentral tema yang dituangkan band rock asal Pamulang, Tangerang Selatan ini. Khususnya di single keduanya yang bertajuk “This Is Come”.

Bait pertama lagu berdurasi 4.35 menit tersebut menari di kepala gitaris Shankara, Ruby Prawira, ketika mobil ambulan berangkat dari kediaman Azed, gitaris tandemnya di band, menuju masjid untuk melakukan prosesi shalat jenazah dan pemakaman sang Ayah. Dua minggu kemudian, Ruby mengirimkan potongan lirik tersebut untuk diteruskan oleh Azed, tanpa menceritakan momen dan maksud di balik terciptanya lirik tersebut.

“Akhirnya, setelah diteruskan menjadi lirik yang utuh sebagai lagu, barulah Ruby menceritakan awal mula terbesitnya lirik tersebut,” tutur pihak Shankara kepada MUSIKERAS, mengungkap ide awal lahirnya “This Is Come”.

.

.

Ruby, Azed serta personel lainnya, vokalis dan bassis Rizky Pramadani serta dramer Rafi Abyansyah menggarap “This Is Come” selama kurang lebih sebulan, dimana eksekusi perekamannya dilakukan di Ruang Kaca dan Rumah Kobra, Pamulang. Sementara untuk pemolesan mixing dan mastering dipercayakan kepada Firas Raditya.

Dari sudut pandang musikal, suasana kelam yang ingin dibangun menjadi fondasi utama Shankara dalam mengembangkan aransemen serta komposisinya. Berusaha membangun imaji para pendengarnya ketika mendengarkan “This Is Come”.

“Dengan harapan, kami dapat mewakili para pendengar yang sedang mengalami momen kehilangan. Untuk referensi musik kami tidak memiliki satu acuan khusus, hanya mengembangkan nuansa awal yang terbayang oleh Ruby saat melakukan penulisan lirik pertama kali,” cetus Shankara lagi menegaskan.

Shankara yang terbentuk pada 2019 lalu, menciptakan nama bandnya dari bayangan seorang tokoh fiksi, yang lantas direfleksikan dalam bentuk karya musik bernuansa rock. Sebagai penggambaran perjalanan Shankara, si ‘Lakon Pengembara’. Hidup dari cerita dan perjalanan, berproses dan bertukar, menyerap dan menerap.

Sebelum “Time is Come” yang dirilis Akusara Music via berbagai platform digital sejak 15 Oktober 2021 lalu, Shankara sudah pernah meluncurkan single “Town to Town” (2020) serta sebuah album bertajuk “For a Better Life” (2020). Rencana selanjutnya, selain menjalani tur empat titik di Bandung, mereka juga sudah memasuki tahap rekaman untuk album mini (EP), yang sejauh ini sudah mencapai sekitar 60% dari keseluruhan proses. (aug/MK02)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *