Kabar Keras Dunia: Dari ARCH ENEMY Hingga VILDHJARTA

Setelah empat tahun dalam kekosongan, akhirnya ARCH ENEMY, unit cadas yang diperkuat musisi asal Swedia, Kanada dan AS ini melepas karya rekaman baru. Sebuah single bertajuk “Deceiver, Deceiver” yang telah diperdengarkan sejak dua hari lalu. 

Walaupun pada 18 Januari 2019 lalu Arch Enemy sempat merilis album “Covered in Blood”, namun karya rekaman tersebut hanyalah sebuah kompilasi yang memuat interpretasi mereka terhadap lagu-lagu milik band lain. Di antaranya ada karya dari Tears For Fears, Judas Priest, Scorpions, Europe, KISS, Queensryche, Carcass, Megadeth dan Iron Maiden. Sementara album orisinal terakhir yang dirilis sebelumnya adalah “Will to Power” yang diluncurkan pada 8 September 2017.

Pendiri, gitaris sekaligus penulis lagu utama di Arch Enemy, Michael Amott mengungkapkan bahwa waktu terasa berjalan dengan cepat sejak mereka terakhir kali merilis album. “Waktu berlalu… beberapa tahun, (kami lalu) putuskan untuk mengambil cuti… dan kemudian kita semua terkena pandemi global! Semua orang telah melalui masa-masa sulit beberapa tahun terakhir ini, dan sangat indah melihat semuanya kembali sekarang. Ini sangat terasa seperti saat yang tepat untuk kembali dengan lagu baru, ‘Deceiver, Deceiver’! Bukan lagu yang paling bahagia, tapi percayalah, kami senang bisa kembali!”  

Saat penggarapan “Deceiver, Deceiver”, Arch Enemy masih digerakkan formasi Michael Amott, dramer Daniel Erlandsson, bassis Sharlee D’Angelo, gitaris Jeff Loomis serta vokalis cantik bersuara gahar, Alissa White-Gluz.

.

OF MICE & MEN akhirnya mengumumkan bakal merilis album terbarunya, atau album studio ketujuh mereka, yang berjudul “Echo” pada 3 Desember 2021 mendatang via SharpTone Records. Menyambut peluncurannya, unit cadas asal California, AS ini juga telah menayangkan video musik untuk salah satu lagunya yang berjudul “Fighting Gravity”. Oh ya, “Echo” sendiri merupakan hasil rangkuman tiga album mini (EP) yang pernah dilepas sebelumnya, yakni “Timeless”, “Bloom” serta yang terbaru, “Ad Infinitum”. Khusus EP yang disebutkan terakhir tadi, bakal dirilis tersendiri dalam format piringan hitam pada April 2022. Eksekusi produksi “Echo” ditangani langsung oleh para personel band, yaitu David Valentino ‘Tino’ Arteaga (dram), Phil Manansala (gitar), Alan Ashby (gitar) dan Aaron Pauley (vokal/bass). Sementara untuk penataan suara (mixing dan mastering) dipercayakan kepada sang vokalis, Aaron Pauley.

.

Karya rekaman album “Nowhere Generation” yang diletupkan RISE AGAINST pada 4 Juni 2021 lalu kini disuguhkan ulang oleh unit punk rock asal Chicago, AS tersebut. Kali ini dalam format rekaman live, yang lantas dikemas dalam rilisan album mini (EP) bertajuk “Nowhere Sessions”. Inspirasi perilisan EP yang bakal mulai beredar pada 12 November 2021 via label Loma Vista Recordings tersebut tercetus setelah menyaksikan kesuksesan tur mereka di kawasan AS yang terbilang cukup intens. Selain lagu “Talking to Ourselves (Nowhere Sessions)” yang dijadikan single pertama, “Nowhere Sessions” juga memuat hit awal mereka di 2009 silam, “Savior” serta “Nowhere Generation” dan “Broken Dreams Inc.”. Juga ada tambahan nomor daur ulang milik Misfits, “Hybrid Moments” serta lagu milik Creedence Clearwater Revival yang berjudul “Fortunate Son”.

.

Masa pandemi dijalani DEATH ANGEL dengan kegiatan yang positif. Keterbatasan kesempatan untuk manggung dan melakukan tur akhirnya berujung pada sebuah konser virtual istimewa yang mereka gelar pada 22 Mei 2021 lalu di The Great American Music Hall, di kampung halaman band thrash metal senior tersebut, San Francisco, AS. Kini, konser tersebut diabadikan dalam format album live bertajuk “The Bastard Tracks” dan bakal diedarkan pada 26 November 2021 mendatang via label Nuclear Blast. Satu yang istimewa dari rilisan ini adalah, sebagian besar lagunya jarang atau bahkan belum pernah mereka eksekusi di panggung. Menurut vokalis Mark Osegueda, agak aneh tampil tanpa penonton (di konser tersebut), tapi rasanya luar biasa mempelajari kembali beberapa lagu lebih mendalam dan naik ke panggung dan melepaskan agresi yang terpendam ini. Dan tanggapan dari semua orang yang mendengarkannya menyarankan agar kami merilisnya.” Selain dalam format digital, “The Bastard Tracks” juga akan diproduksi dalam kemasan CD, piringan hitam serta Blu-ray.

.

Muncul lewat album studio keduanya, “måsstaden under vatten” pada 15 Okt 2021 lalu, VILDHJARTA semakin menancapkan sinyal kuat sebagai unit progresif metal modern yang berbahaya. Band asal Swedia yang diperkuat formasi Daniel Bergström (gitar), Calle-Magnus Thomér (gitar), Vilhelm Bladin (vokal) dan Buster Odeholm (dram) ini menyebut dirinya sangat terpengaruh kontur musikal Meshuggah dan Tool, namun mereka bereksplorasi ke tingkatan yang lebih mengerikan. Album barunya tersebut dibesut selama 80 menit dengan gempuran distorsi gitar senar tujuh yang sangat pekat akan karakter djent yang berat, yang dilontarkan dengan iringan instrumentasi yang groovy sekaligus intens. Vildhjarta sendiri terbentuk pada 2005 silam, dan sejauh ini sudah melahirkan album debut “Måsstaden” (2011) serta dua album mini (EP) “Omnislash” (2009) dan “Thousands of Evils” (2013).

.

Kredit foto: Patric Ullaeus (Arch Enemy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *