Cegah Mengarat, PISTON Rayakan Kebangkitan Lewat “Interval”

“Mungkin kami memang band yang malas, hahaha!”

Celetuk iseng bassis Yulio Abdul Syafik kepada MUSIKERAS, tentang alasan absennya Piston merilis karya rekaman selama empat tahun terakhir. Sejak melepas album pertama, “Titik Nol” pada 2017 silam, unit heavy punk asal Jakarta ini terbilang lumayan aktif. Selama dua tahun sesudahnya, mereka menggetarkan berbagai panggungan seru di skena musik keras. Namun setelah itu, jeda kekosongan mendera dan menjadi panjang lantaran hadangan pandemi.

“Masa pandemi sebetulnya juga sempat membuat interest mengulik musik jadi kendor, tapi untung saja tidak terlalu lama,” lanjut Yulio lagi, mengungkapkan.

Ya, karena akhirnya, Piston yang juga dihuni vokalis dan gitaris Alexander Argi Tendo, gitaris Aditya Samdhoko serta dramer Nozanda Arsena Rangkuti berhasil keluar dari situasi ‘rebahan’ tersebut dan mulai kasak-kusuk meracik karya musik baru. Hasilnya, sebuah single gesit bertajuk “Interval” dilepas via berbagai layanan digital streaming sejak 27 Oktober 2021 lalu. 

“Interval” bercerita tentang sebuah kerisauan bahwa masa abai dalam perjalanan hidup telah selesai, namun bukan berarti kesenangan yang ada di dalamnya juga ikut usai. Single tersebut lahir di masa dan konteks yang berbeda dibanding era album “Titik Nol”, karena apa yang mereka hadapi saat ini tidak lagi sama. Yang sama hanyalah niat Piston membuat sebuah catatan untuk diingat kembali puluhan tahun nanti. Catatan yang memuat keluh kesah sekaligus harapan dari rekaman kondisi pikir saat ini. “Interval” berisi tentang tanggung jawab dan keberanian, berperan sebagai wadah ketidaktenangan sementara agar setelahnya lebih bernyali. Juga wadah penyadaran diri agar apa yang dihadapi besok lebih berarti.

Proses kreatif penulisan sampai rekaman single “Interval” sendiri bisa dibilang cukup cepat. Workshop hanya berlangsung selama kurang lebih tiga minggu. Setelah para personel Piston memutuskan untuk kembali aktif dan sepakat untuk merilis single sebagai pemanasan, mereka pun bergabung dengan manajemen Kamar Bising yang kemudian mengurusi berbagai kebutuhan band. Piston juga mendapat bantuan langsung dari Haecal Aliba Benarivo (Rivo), pendiri Kamar Bising, yang sekaligus mereka percaya sebagai produser pendamping (co-producer) selama proses penggarapan “Interval”.

.

.

“Selama proses penggarapannya, Rivo juga mengambil porsi sebagai co-producer, untuk mengarahkan mana saja part-part yang cocok dimasukkan dan mana yang tidak, membawa kami ke model penulisan lagu yang baru dan belum pernah kami coba sebelumnya, sampai mengarahkan metode rekaman yang tepat untuk kami. Karena memang pada momen ‘comeback’ ini kami tidak ingin merilis sesuatu yang sudah pernah kami buat”, beber Yulio mewakili rekan-rekannya di Piston, meyakinkan.

Momentum perubahan sekaligus menjadi momentum pengembangan. “Interval” pun sarat akan referensi yang lebih modern di banyak sisi. Secara personal masing-masing personel Piston merasakan hal yang sama, akan perlunya banyak pembaruan yang signifikan untuk single tersebut.

“Mungkin secara fase kami berempat juga sedang keranjingan band-band punk/metal/hardcore muda yang pelan-pelan mulai naik ke permukaan mainstream di sana. The Chats (Australia), Brutus (Belgia), Turnstile (AS), Genghis Tron (AS) mungkin mempengaruhi penulisan ‘Interval’, karena kami cukup intens mendengarkan mereka dalam beberapa waktu ke belakang. (Tapi) Terlepas dari itu semua, Piston masih memainkan punk rock yang cuek, ngebut dan nyaman dinyanyikan bersama-sama di sebuah live show.”  

Rencana terdekat Piston setelah perilisan “Interval” adalah perilisan single berikutnya, sekaligus video klip lagi, yang difokuskan tahun depan. Sementara untuk persiapan album kedua, juga sudah masuk agenda pembicaraan di internal mereka, namun masih ada beberapa hal yang jadi pertimbangan. 

“Kami rasa ini saat yang tepat untuk yang berikutnya. Bukan langsung menuju suatu babak baru, tapi lebih ke perayaan sebuah pemberhentian sementara. Sebuah jeda,” ujar Argi Tendo tentang momentum kebangkitan Piston.

Sebelum “Titik Nol” dan “Interval”, Piston yang terbentuk pada 2012 silam ini sudah pernah merilis tiga album mini (EP) yang masing-masing berjudul “Deru” (2012), “Kidung Gelanggang Tubruk” (2013) dan “Awake” (2015). (mdy/MK01)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *