Kabar Keras Dunia: Dari ESKIMO CALLBOY Hingga PROTEST THE HERO

Unit metalcore/electronicore ESKIMO CALLBOY kembali menggegerkan. Kali ini, band yang dihuni formasi Kevin Ratajczak (vokal/kibord), Daniel ‘Danskimo’ Haniß (gitar), Pascal Schillo (gitar), Daniel Klossek (bass), David-Karl Friedrich (dram) dan Nico Sallach (vokal) ini mengajak berolahraga lewat single terbarunya yang bertajuk “Pump It”.

Seperti karya-karya mereka sebelumnya, lagu ini pun dibekali video musik yang sangat menghibur, dimana mereka memparodikan senam aerobik era ‘90an. Sementara dari segi musik, mereka kembali menghajar lewat paduan instrumentasi metalcore yang pekat, lengkap dengan patahan breakdown yang kejam, dengan unsur-unsur elektronik yang meliuk jenaka. Kevin Ratajczak menyebut “Pump It” sebagai lagu lecutan untuk berolahraga.

“Dengarkan lagu kami, jadikan itu bagian dari rutinitas harian Anda, dan rasakan Anda tumbuh, fisik dan mental! Pompa dengan keras, pompa dengan keras dan dapatkan semangat budaya tubuh Eskimo Callboy yang sebenarnya,” serunya menyemangati.

Eskimo Callboy sendiri dibentuk di Castrop-Rauxel, Jerman pada 2010 lalu, dan sejauh ini sudha menelurkan album “Bury Me in Vegas” (2012), “We Are the Mess” (2014), “Crystals” (2015), “The Scene” (2017), “Rehab” (2019) serta dua album mini (EP) bertajuk “Eskimo Callboy” (2010) dan “MMXX” (2020). Dua lagu mereka di antaranya yang membahana hingga skala global adalah “Hypa Hypa” dan “We Got The Moves”.

.

Usai kekosongan manggung selama tiga tahun, kini PROTEST THE HERO siap beraksi kembali. Tapi kali ini, ada perubahan di susunan formasi. Baru-baru ini, unit progressive metal asal Ontario, Kanada tersebut mengumumkan bahwa gitaris mereka, Luke Hoskin tidak akan memperkuat formasi dalam tur di Kanada dan Inggris yang bakal berlangsung mulai Maret 2022 mendatang. Sebagai gantinya, mereka mengajak Ben Davis (The Kindred). Juga akan ada Henry Selva (The Human Abstract) yang bakal berdiri di lini bass.

Di awal-awal pandemi, band bentukan 2001 yang juga dihuni Rody Walker (vokal), Tim Millar (gitar) dan Mike Ieradi (dram) ini sempat merilis album “Palimpsest”. Sebelumnya, mereka telah melepas album studio, yakni “Kezia” (2005), “Fortress” (2008), “Scurrilous” (2011) dan “Volition” (2013).

.

“Hammer Of Dawn” adalah judul album terbaru dari band metal senior Swedia, HAMMERFALL yang bakal diletupkan pada 25 Februari 2022 mendatang via Napalm Records. Dari karya rekaman album ke-12 mereka itu, juga mengandalkan single pembuka yang bertajuk sama dengan albumnya. Video musiknya sendiri digarap sutradara Patric Ullaeus di taman hiburan Liseberg, Gothenburg.

“Hammer Of Dawn” sendiri digodok Oscar Dronjak (gitar), Joacim Cans (vokal), Fredrik Larsson (bass), Pontus Norgren (gitar) dan David Wallin (dram) bersama produser langganan mereka selama ini, Fredrik Nordström yang juga tercatat pernah mengeksekusi produksi album milik In Flames dan Opeth. Fredrik juga sekaligus bertanggung jawab dalam proses mixing, mastering, perekaman dram serta berbagi tugas dengan Pontus Norgren dalam Oscar Dronjak proses rekaman gitar dan bass. Sementara khusus untuk produksi vokal dipercayakan kepada Jacob Hansen (Volbeat). Tahun depan, Hammerfall bakal menjalani tur sepanjang daratan Eropa bersama HELLOWEEN.

.

Akhir Januari tahun depan, gitaris virtuoso legendaris, STEVE VAI bakal meluncurkan karya rekaman album studio terbarunya yang diberi judul “Inviolate”. Album ini merupakan rilisan pertama Vai dalam enam tahun terakhir, yang memuat enam komposisi rock instrumental, yang di antaranya bertajuk  “Knappsack” dan “Candle Power”. “Inviolate” akan diedarkan via label milik Vai sendiri, yakni Favored Nations bekerja sama dengan Mascot Label Group. Untuk format digital serta CD akan dilepas secara resmi pada 28 Januari 2022, sementara untuk kemasan piringan hitam (vinyl) menyusul pada 18 Maret 2022.

.

Perusahaan musik dan label internasional BMG telah mengesahkan pembelian seluruh karya rekaman milik band rock legendaris, MÖTLEY CRÜE. Sebuah sumber menyebutkan, total angka yang disepakati dalam pembelian itu mencapai USD150 juta. Atau jika dirupiahkan mencapai lebih dari dua trilyun. Konon, ini merupakan jumlah terbesar yang pernah dibelanjakan BMG dalam mengakuisisi katalog rekaman sejak berdiri pada 2008 silam. Katalog Mötley Crüe yang dibeli mulai dari album debut “Too Fast For Love” (1981) hingga “Saints Of Los Angeles” (2008) serta seluruh rilisan album konser dan kompilasi.

Sejak terbentuk pada Januari 1981 di Los Angeles, California, kuartet Vince Neil (vokal), Mick Mars (gitar), Nikki Sixx (bass) dan Tommy Lee (dram) telah mencatatkan penjualan album sebesar lebih dari 100 juta keping di seluruh dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *