HUSTED Deklarasikan “Cold Place” di Jalur Hardcore

Lagi, sebuah band cadas potensial menggeliat dari daratan Kalimantan. Tepatnya dari Balikpapan. Setelah mendeklarasikan kelahirannya pada 22 November 2020 lalu, Husted yang dihuni trio Ridyantama Christian (vokal), Kurniawan Aji (gitar) dan Nico Janitra (dram) ini pun langsung menggebrak lewat karya rekaman perdana bertajuk “Cold Place”.

Sinopsis lagu itu sendiri menceritakan tentang perwakilan suara dari beberapa orang yang merasa tertahan di suatu zona dan berusaha mencari hidup baru. 

Sesuai dengan nama bandnya yang bermakna ‘terburu-buru’, penggodokan “Cold Place” juga bisa dibilang dibuat dalam waktu relatif singkat. Maklum, mereka harus mengakali kesibukan masing-masing di luar band. Selain itu, tadinya, keputusan untuk membuat dan merilis single bukan prioritas. 

“Sering kami jadikan bahan bercandaan dan tidak ambil pusing untuk dijadikan prioritas. Karena faktanya, pembentukan band ini (juga) secara terburu-buru untuk mengisi sebuah gigs, dan pembuatan single juga hanya beberapa hari dan (dilakukan) di sela-sela waktu luang kami sempatkan untuk bertemu dan rehearsal yang berguna untuk memantapkan materi kami sebelum tahap rekaman dan mixing,” seru pihak band kepada MUSIKERAS, terus-terang.

.

.

Proses rekaman “Cold Place” sendiri dikerjakan secara mandiri untuk mengefisienkan biaya, selama kurang lebih sebulan. Namun untuk mendapatkan hasil yang maksimal, Husted tidak ragu untuk menyisihkan dana untuk kebutuhan mixing dan mastering yang dieksekusi di Griffin Studio yang berlokasi di Malang, Jawa Timur.

Oh ya, “Cold Place” digeber Husted di jalur hardcore yang heavy, dimana referensi mereka berkisar pada band-band dunia seperti Jesus Piece, Code Orange, Varials, Counterparts, Knocked Loose, Zulu, Dare hingga Kharma.

Kenapa harus hardcore?

“Tidak  ada alasan lain selain ‘hardcore ‘till die’,” seru Ridyantama Christian semangat.

“Kenapa saya memilih memainkan musik ber-genre hardcore karena musik yang saya buat terkesan lebih mudah. Dari segi riff sendiri jauh lebih simpel dan tidak terlalu menonjolkan suara gitar. Dan satu lagi, saya suka (gaya) beatdown. Jujur, saya baru terjun di dunia hardcore dan seketika membuat saya nyaman,” cetus Kurniawan Aji menambahkan.

Di Balikpapan sendiri, menurut Husted, pergerakan musik-musik keras lumayan berkembang. Tapi mengingat masa pandemi seperti saat ini, pergerakannya menjadi lumayan terhambat. “Semoga pandemi ini segera berakhir dan membuat underground movement di Balikpapan dan daerah lain semakin menunjukan keberadaannya.”

“Cold Place” saat ini sudah bisa ditemukan di berbagai platform penyedia jasa dengar musik digital seperti iTunes, Spotify, Apple Music, Amazon Music hingga Deezer. Sementara itu, Husted selanjutnya bakal segera memulai penggarapan album mini (EP). (aug/MK02)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
grimlock
Read More

GRIMLOCK: Jubah Baru dalam “Deathbringer”

Usai melepas jubah lamanya, Grimlock lepas “Deathbringer” sebagai penegasan identitas visual baru, plus penegasan karakter musikal yang lebih solid.
threatened
Read More

THREATENED: Kini Lebih Agresif dan Liar

Di lagu rilisan terbarunya, “Nirasa”, Threatened memutuskan merancang ulang identitasnya, termasuk formula musiknya yang kini lebih berat dan gelap.