STRAIGHTOUT: “Kami Sedang Merakit ‘Bom’ yang Siap Diledakkan!”

Empat hari lalu, pendekar modern metal asal Jakarta Selatan ini akhirnya melampiaskan video musik untuk single terbaru mereka yang bertajuk “Solace”. Menyusul versi audionya yang sudah diluncurkan lebih dahulu pada akhir Juni 2021. 

Kenapa baru sekarang merilis versi video musiknya? Straightout punya alasan tersendiri. Menurut gitaris sekaligus motor utama band ini, Firman ‘Pipinx’ Fitrianto, karena ia tak ingin melepas peluru secara serampangan dalam berpromosi. Terutama dalam kondisi pandemi yang masih serba tidak menentu, agar tidak mubasir. 

Kendati demikian, walau terkesan ‘santuy’, tapi Straighout bukannya tidak punya target. Sebenarnya, ia dan personel lainnya – Andhika Candra Putra (vokal), Pratama Putra (gitar), ‘Ipang’ Rangga Permana (bass) dan Nicko Rahmat Prabowo (dram) – sudah menyusun sejumlah rencana. “Kami sekarang seperti merakit bom untuk diledakin di depan muka,” seru Pipinx kepada MUSIKERAS, serius.

Tahun depan, diharapkan Straightout sudah bisa merilis album baru. Jika tak ada kendala, ditargetkan bisa dipecahkan pada Mei, tepat pada perayaan 24 tahun perjalanan karir Straightout. Dan saat ini, menurut Pipinx lagi, prosesnya masih terus berjalan. Malah awal tahun depan Straightout bakal menggarap satu single lagi.

“Setelah single kedua sepertinya langsung ke album. Jadi bukannya kami nggak punya target, cuma agak kurang efisien untuk melakukan sesuatu di kondisi seperti sekarang ini. Agak mubasir, takutnya salah momen. Karena promo paling ‘crot’ itu ya manggung atau tur. Karena jujur, gue udah mulai enek sama konser-konser yang virtual. Bukannya nggak mau, tapi persiapan sama, capeknya sama, tapi nggak berinteraksi langsung dengan penonton. Manggung tapi berasa kayak soundcheck… hahaha.”

Khusus tentang persiapan menuju perilisan album, saat ini Straightout sudah mengantongi sembilan lagu yang telah direkam mentah. Belum direkam dengan sistem tracking. Jadi sambil menyiapkan single kedua, mereka juga perlahan terus memoles materi album. Dua kali dalam seminggu, para personel Straightout menjadwalkan tatap muka untuk membedahnya, memilih lagu mana yang pantas dimasukkan ke album, atau materi mana yang perlu direvisi. 

“Bikin album kan sangat menyita waktu, tenaga dan pikiran. Gue nggak mau pas rilis malah nggak jalan. Mana manggung belum bisa. Gue menghindari itu. Jadi sekarang masih ditahan-tahan nih.”

Tentang video klip “Solace” sendiri, digarap Straightout dengan sangat serius, berkolaborasi dengan rumah produksi Nocturnal Blazze. Segala hal teknis menyangkut persiapannya dilakukan dengan presisi sebagaimana mestinya. Mulai dari pemilihan lokasi pengambilan gambar, kebutuhan equipment, penataan cahaya hingga proses pengeditan.

“Ini adalah video klip terniat dari yang pernah gue kerjakan sebelumnya. Gue pengen ngasih tahu ke orang-orang bahwa energi Straightout masih buas. Kami nggak diam walau situasi masih nggak menentu. Gue juga berharap video klip ‘Solace’ ini bisa menjadi rilisan memorable di akhir 2021 ini. Mudah-mudahan kondisi membaik tahun depan jadi bisa pol-polan, dan bisa manggung lagi seperti sebelumnya.”

Sebelum “Solace”, Straightout yang terbentuk pada 1998 silam sudah merilis empat album penuh yakni “Undying Beauty and the Symphony of Sadness” (2004) yang sempat dirilis ulang pada 2017, lalu “Forsaken Upon Nemesis” (2007), “Nocturnal Born Vehemance” (2013) dan “Phobia” (2016). (mdy/MK01)

.

Lebih jauh tentang proses kreatif di balik penggarapan lagu “Solace”, bisa dibaca di tautan ini: https://musikeras.com/2021/07/04/straightout-kami-bermain-di-grey-area-metal-yang-universal/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
no8
Read More

NO8: Nadin Amizah Versi Modern Metal?

Fenomena band atau solois rock berkedok dan merahasiakan identitas aslinya mulai menjalar ke Indonesia. Salah satunya diadopsi NO8 yang berasal dari Bandung.