HAPPY MAN Ekspresikan “Gimme Love” dalam Nafas Blues Rock

Sesuai namanya, Happy Man memang dilahirkan oleh sekumpulan anak kampus di kawasan Jatinangor, Bandung yang merasa senang (happy) untuk ngeband dan ngeband untuk bersenang-senang. Unit rock ini memulainya pada 2015, dengan formasi Frank Chrisanto Tumanggor (vokal), Yofa Yuandira (gitar), Hari Baku Pangestu (gitar), Kamal Hidayat (bass) dan Dendi Meilandi (dram). Tapi sejak 2019, terjadi pergantian di lini bass, yang kini diperkuat oleh Ichwan Banuardi. Nah, mereka inilah yang akhirnya berhasil melampiaskan sebuah karya rekaman single debut bertajuk “Gimme Love”.

Lagu tersebut merupakan lantunan bercorak blues rock, yang sarat muatan nada serta lirik tentang euphoria suasana bercinta penuh hasrat, yang bisa berakhir kapan saja tanpa pamit, meskipun semua yang terjadi dirasa penuh hasrat dan afeksi.

Proses kreatif penggarapan rekamannya dilakukan di Escape Studio, Bandung serta studio rekaman rumahan di Jatinangor saat pengisian bass, yang memaksimalkan bantuan dari Muhammad Wiku Al-Fazri. Sementara untuk pemolesan mixing dan mastering dipercayakan kepada Fauzi Nurdinsah.

.

.

Dari sudut pandang komposisi, “Gimme Love” diawalin dengan kocokan riff serta bluesy lick, lalu secara mulus disambut dengan nada melodius yang manis pada bagian reffrain, namun lantas secara mengejutkan tempo semakin cepat dan tinggi di bagian akhir.

“Lagu blues rock dengan nada melodis, dram yang powerful namun dinamis, serta aroma gitar yang dominan dari awal hingga akhir lagu,” cetus pihak band kepada MUSIKERAS, yang mengaku banyak terinspirasi atau terpengaruh dari band-band dunia macam Guns N’ Roses, Poison, The Black Crowes, Led Zeppelin serta pahlawan lokal, Slank.

Usai perilisan “Gimme Love”, Happy Man sendiri secara perlahan mulai mengumpulkan dan menciptakan amunisi lagu-lagu baru yang kemungkinan besar bakal diabadikan dalam format album mini (EP). Kini, “Happy Man” yang sudah disebar resmi sejak 3 Desember 2021 lalu sudah bisa dinikmati di berbagai platform penyedia layanan dengar musik secara digital seperti Spotify, Apple Music, Amazon music, Joox, Deezer, TikTok hingga YouTube. (aug/MK02)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
lurruh
Read More

LURRUH: Wajah Lama, Kebrutalan Baru

Manifestasi kegagalan manusia dimuntahkan Lurruh di karya debutnya, “Heresi” yang mengeksplorasi formula metalik hardcore yang modern dan brutal.
repton
Read More

REPTON: Ingatkan Tragedi Kelam Mei ’98

Menyambut perilisan sebuah album split, Repton menyuarakan trauma kolektif dari Tragedi Mei 1998 silam dalam kobaran slam metal berbalut rap/DJ.
carousels
Read More

CAROUSELS: Metalcore, Synth, Saksofon!

Gagasan lama yang muncul di 2019 silam, akhirnya diwujudkan Carousels di lagu terbarunya. Mengombinasikan synthwave, metalcore dan saksofon!
rahasia intelijen
Read More

RAHASIA INTELIJEN: Berharap Bisa Merilis EP

Unit metal alternatif Jakarta, Rahasia Intelijen akhirnya menguak kasus baru lagi, lewat lagu berlirik tajam, tentang narasi religius yang berlumuran darah.