“Unstoppable”, Saat OMELETTE Merambah Progressive Rock

Ya, nama Omelette sebenarnya memang dikenal luas sebagai band pop rock. Citranya tidak benar-benar berada di lingkaran musik-musik keras. Tapi lagu terbaru mereka, “Unstoppable” (POS Entertainment) adalah pengecualian dan sangat mengejutkan. Tanpa lantunan suara vokalis, band asal Jakarta yang dihuni oleh gitaris Rian Hamzah, bassis Nissa Hamzah dan dramer Otto Pambudi tersebut menggeber komposisi yang benar-benar keras. Bahkan cenderung ke pola progressive rock.

Makanya, tanpa ragu, kami langsung menetapkan “Unstoppable” sebagai salah satu komposisi rock terbaik di 2021 versi MUSIKERAS (bisa dibaca di artikel kami sebelumnya). 

“Lagu ini bisa dibilang merupakan lagu yang mengeluarkan karakter Omelette secara asli, karena semua elemen kami bisa dikeluarkan secara bebas. Dan kami lebih memilih untuk tidak terpatok pada satu genre saja. Musik itu sangat luas dan kami merasa sekarang bisa lebih bereksplorasi dan lebih jujur dengan musik kami,” seru Rian kepada MUSIKERAS, mencoba meyakinkan.

Proses kreatif penggarapan “Unstoppable” sendiri terbilang cukup cepat. Ide itu mencuat didasari keinginan Omelette untuk menaikkan katalog lama mereka di platform digital, dengan merilis sesuatu yang juga menandakan kembalinya Omelette ke pentas musik Tanah Air.

.

.

Sebenarnya, lagu “Unstoppable” bukan karya yang benar-benar baru. Cikal bakalnya didasari dari lagu instrumental yang biasa mereka mainkan saat Omelette tampil di atas panggung. Dari situ, demo lantas diracik dan dikembangkan melalui proses workshop secara daring dan digarap dengan mengandalkan perangkat rekam digital. 

“Setelah merampungkan demo, kami pun mulai melakukan rekaman di tempat masing-masing. Otto merekam dram di POS Studio, Nissa dan saya take bass dan gitar dari rumah masing-masing.”

Konsep musik “Unstoppable”yang lebih mengarah ke progressive rock disebut Rian merupakan hasil dari penggabungan referensi yang berbeda dari tiap personel. “Nissa lebih ke rock dan funk, Otto lebih ke pop/rock dan saya lebih ke rock dan metal. Kami menggabungkan beberapa elemen referensi kami ke dalam lagu tersebut yang akhirnya diselesaikan menjadi ‘Unstoppable’,” ujar Rian, yang sehari-harinya lebih banyak mengonsumsi musik-musik dari band cadas dunia seperti Metallica, Megadeth, Lamb of God, Trivium, Avenged Sevenfold hingga DragonForce.

Setelah perilisan single “Unstoppable”, Omelette kini melanjutkan proses penggarapan demo untuk lagu-lagu berikutnya. Targetnya, tentu saja perilisan album mini (EP) atau album penuh, dengan eksplorasi musik yang lebih variatif.

Oh ya, bisa dibilang cikal bakal Omelette sudah menggeliat sejak 2003 silam. Awalnya sempat mengibarkan nama Telur Ceplok. Selain Rian dan Nissa, personel lainnya kerap berganti. Di antaranya, tercatat dramer Aries (Garasi) dan Gusti Hendy (Gigi) pernah memperkuat band ini. Sebelum vakum dalam waktu yang cukup lama, Omelette sudah merilis tiga album, yakni “Persahabatan” (2005) dengan vokalis Tessa serta “Lagi-lagi Janji” (2008) dan “Cuma Kamu” (2010) bersama vokalis Fetty Sofian. 

Sejauh ini, menurut Rian, belum terpikirkan ada wacana untuk mencari vokalis baru lagi. “Biarlah masyarakat menikmati dulu sajian musik kami yang sekarang, instrumental dulu.” (mdy/MK01)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts