Rilis “Holy Fire”, COLDERRA Bakar Semangat Bertenaga Power Metal

Karena kehidupan ini layak untuk diperjuangkan.

Ini tema yang dikumandangkan trio power metal asal Malang, Jawa Timur ini lewat single terbarunya yang bertajuk “Holy Fire”. Sebuah karya lagu yang memuat pesan semangat membara dalam menghadapi dunia nyata. Sebelumnya, tepatnya pada Juni 2021 lalu, Colderra telah memperdengarkan lagu debut berjudul “Cracked” yang ternyata berhasil menembus chart beberapa stasiun radio metal di beberapa negara seperti Malaysia, Polandia, Jerman, Belanda, Swiss, Malta, Meksiko, Kanada hingga Amerika Serikat (AS).

Bahkan di Rockum Radio yang berlokasi di kota Kingston, Ontario, Kanada, “Cracked” bertahan di puncak peringkat selama dua bulan. Tepatnya di salah satu programnya, yakni Full Throttle Hair, Hard & Heavy Metal, dimana musisi rock legendaris Michael Sweet dari band rock legendaris asal AS, Stryper beberapa kali menjadi co-host di acara tersebut. Michael Sweet sendiri sempat menyampaikan bahwa dia tidak mengira bahwa akan ada lagu ber-genre power metal dari band yang berasal dari negara-negara di Asia selain Jepang. Saat tahu Colderra berasal dari Indonesia menurutnya itu adalah sesuatu yang sangat istimewa. 

Metal Babe Mayhem, salah satu clothing brand metal asal AS yang juga memiliki portal streaming radio, menobatkan “Cracked” sebagai salah satu lagu indie metal terbaik pada Agustus lalu. “Cracked” juga menjadi salah satu lagu yang paling banyak diminta pemirsa di acara radio mereka pada bulan yang sama.

Kembali ke single “Holy Fire”, Colderra yang dihuni Iwan Ruby Sasmita (vokal), Robby ‘Iboer’ Achmad (gitar) dan Yasa Wijaya (dram/program) mengungkapkan kepada MUSIKERAS bahwa metode penggarapan single mereka kali ini bisa dikatakan dibuat dengan sangat apa adanya dan sejujur-jujurnya.

.

.

“Maksudnya adalah tanpa ada masukan atau arahan dari setiap personel ke personel lainnya. Setiap ide yang ada dituangkan secara mandiri oleh tiap personel saat proses penggarapannya,” seru Colderra menegaskan.

Band berpaham power metal terkenal asal Brasil, Angra sedikit banyak menjadi acuan dalam penggarapan“Holy Fire”. Menurut Iboer, saat menggodok aransemen awalnya, ia membayangkannya sebagai sebuah karya penghargaan untuk Andre Matos, mantan personel Shaman dan Angra. Bagi Iboer, Andre Matos adalah salah satu musisi yang punya pengaruh besar di genre power metal. Semangat dan gairahnya dalam bermusik tidak ada habisnya bahkan sampai hari-hari terakhir sebelum dia meninggal. 

“Beberapa riff gitar di lagu ini juga banyak terinspirasi dari musiknya Angra, tapi lirik yang ditulis Iwan juga sudah sangat mewakili maksud tujuan awalku tadi,” seru Iboer meyakinkan.

Hasil akhir “Holy Fire” yang direkam, mixing dan mastering di Vamos Record Studio, bisa dikatakan cenderung ke kontur power metal yang old school, karena secara komposisi dan sound sangat berkiblat ke band-band power metal era 90-an hingga 2000-an. “Dari Angra yang kami serap dan kulik adalah progresi kordnya. Komposisi ‘Holy Fire’ sangat berkiblat pada lagunya Angra (yang berjudul) ‘Spread Your Fire’. Tetapi ‘Holy Fire’ yang dirilis ini khusus versi single, komposisi yang lebih matang bakal dirilis untuk versi album.”

Sesudah “Holy Fire”, masih ada beberapa rencana yang disiapkan Colderra sebelum mengeksekusi peluncuran album. Yang terdekat adalah merilis single ketiga yang bakal menerapkan konsep power metal yang lebih gelap. Lalu setelah itu, Colderra ingin menyelipkan perilisan sebuah album mini (EP) berisi lima lagu, dimana dua lagu di antaranya tidak akan diikutkan ke dalam album penuh. Sepasang lagu tersebut terdiri atas lagu cover dan sebuah karya crossover dari beberapa genre. Untuk album penuh sendiri target perilisannya paling lambat akhir tahun ini. Oya, pada pertengahan 2018 lalu, Colderra juga telah merilis album debut bertajuk “Quantum Imagination”. (mdy/MK01)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
hazar
Read More

HAZAR: Bukan Sekadar ‘Menghajar Keras’

Menandai pergantian tahun, Hazar letupkan rilisan album debut bertajuk “Minor Dramatic”, yang sarat gaya hardcore dengan irisan metal dan punk.