Kabar Keras Dunia: Dari DRAG ME OUT Hingga TESTAMENT

Mantan vokalis ASKING ALEXANDRIA asal Ukraina, Denis ‘Stoff’ Shaforostov akhirnya kembali menyalak. Unit metalcore yang ia bentuk sejak September 2017 lalu, DRAG ME OUT kini telah meletupkan karya rekaman baru, sebuah lagu tunggal bertajuk “Bullets In My Teeth”. Lagu tersebut bakal menjadi salah satu amunisi terbaik dari album kedua Drag Me Out, yang bakal diberi judul “Demons Away”, dan akan diedarkan mulai 6 Mei 2022 mendatang via label rekaman milik band itu sendiri, Lödereih Music.

Denis menuturkan via siaran pers resminya, bahwa “Bullets In My Teeth” tidak hanya menandai kembalinya Drag Me Out ke keributan heavy metal setelah berpisah dengan label Sumerian Records, tetapi juga merupakan lagu yang sangat pribadi bagi Denis.

“Hubungan dalam bentuk apa pun, baik itu bersama pasangan Anda, rekan band atau dengan penggemar Anda, bukan tugas yang mudah. ​​Itu bisa menghancurkan Anda. Ketika saya menulis lagu ini, saya benar-benar hancur. Saya harap ini akan membantu seseorang bangkit kembali seperti dulu. Saya.”

Sebelum Asking Alexandria dan Drag Me Out, Denis Stoff sebelumnya dikenal lewat band Make Me Famous dan Down & Dirty. Ketika bergabung di Asking Alexandria untuk menggantikan Danny Worsnop pada 2016, kontribusi Denis terbilang cukup berhasil. Albumnya yang berjudul “The Black” mencetak kesuksesan secara komersil dan mendapat sambutan positif dari para penggemar setia band tersebut. “The Black” bahkan berhasil menerobos 10 besar terlaris di US Billboard 200 dan menempati peringkat puncak di US Billboard Top Rock Albums.

.

Proyek musik bernama IBARAKI yang digerakkan oleh vokalis dan gitaris TRIVIUM, Matt Heafy akhirnya melampiaskan single perdananya yang berjudul “Tamashii No Houkai”. Di lagu yang dirilis oleh label Nuclear Blast Records pada 21 Januari 2022 ini, Matt mengajak gitaris dan salah satu pentolan band black metal legendaris EMPEROR, Ihsahn untuk berkolaborasi. Makna judul lagu itu sendiri, menurut Matt, adalah ungkapan dalam bahasa Jepang tentang kehancuran hati. “‘Tamashii No Houkai’ adalah kesimpulan dan representasi sempurna dari IBARAKI secara keseluruhan.” 

.

Salah satu pejuang deathcore era awal, SUICIDE SILENCE telah mengumumkan kembali ke pangkuan Century Media Records. Label rekaman ini sebelumnya bertanggungjawab terhadap perilisan sebagian album terbaik band asal California, AS tersebut seperti “The Cleansing” (2007), “No Time To Bleed” (2009) dan “The Black Crown” (2011). Tiga album terakhir mereka, yakni “You Can’t Stop Me” (2014), “Suicide Silence” (2017) dan “Become the Hunter” (2020) diedarkan oleh Nuclear Blast Records. Saat ini, Suicide Silence yang masih dihuni formasi Chris Garza (gitar), Mark Heylmun (gitar), Alex Lopez (dram), Dan Kenny (bass) dan Hernan ‘Eddie’ Hermida (vokal) sudah memulai proses penulisan materi album baru. 

“Hari ini kami kembali ke masa dimana segalanya dimulai,” seru Chris Garza, “menulis musik bersama di ruangan yang sama ketika tiga album awal kami diciptakan. Kami sangat bersemangat bekerja sama dengan Century Media Records lagi.”

.

Di tengah proses penggarapan album baru, mendadak berhembus kabar kurang sedap dari kubu TESTAMENT, salah satu monster thrash metal legendaris dunia. Salah satu personelnya, tepatnya dramer Gene Hoglan kembali hengkang untuk kedua kalinya. Gene pernah meninggalkan band itu pada 1997 silam, lalu bergabung kembali pada 2012. Konon, seperti yang diumumkan oleh pihak Testament, masalah manajemen waktulah yang membuat perpisahan kedua pihak tak dapat dielakkan. Mereka juga memastikan tak ada drama di balik perpisahan tersebut. “Jadi daripada kami harus mengatur ulang seluruh jadwal manggung atau Gene yang membatalkan rencana-rencananya, maka kami memutuskan untuk berpisah secara damai,” tulis pihak band via siaran pers resminya. 

Sejauh ini, belum ada pengumuman resmi mengenai siapa yang akan menggantikan posisi Gene, walau pihak band sudah memberi sinyal bahwa mereka telah mengantongi nama penggantinya. Testament sendiri terakhir kali merilis album pada 2020 lalu, yang berjudul “Titans Of Creation”.

.

Sama seperti Testament, veteran death metal asal Florida, AS, DEICIDE juga baru saja kehilangan salah satu personelnya. Gitarisnya, Chris Cannella yang memperkuat Deicide sejak 2019 telah mengundurkan diri. Namun dengan cepat, pengisi kekosongan tersebut langsung diantisipasi oleh Deicide, dengan merekrut Taylor Nordberg, gitaris yang sebelumnya dikenal lewat sepak terjangnya di band The Absence dan Inhuman Condition. Lima hari lalu, pergantian itu telah diumumkan Deicide secara resmi.

.

Setelah mengumumkan pembubarannya pada 17 Januari 2022 lalu, menyusul masalah internal yang terjadi dengan vokalisnya, Keith Buckley, empat personel EVERYTIME I DIE yang tersisa pun memutuskan meneruskan karir dengan menggunakan nama band yang berbeda. Sebelumnya, gitaris Jordan Buckley dan Andy Williams, bassis Stephen Micciche serta dramer Clayton ‘Goose’ Holyoak membantah jika mereka berniat melanjutkan Everytime I Die dengan merekrut vokalis baru. Jordan berharap, dengan nama baru, ia dan personel lainnya bisa terus berkarya menciptakan musik. Namun sampai saat ini, belum ada keputusan mengenai nama baru yang akan mereka kibarkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts