Oleh @mudya_mustamin

Tak terasa, album-album rekaman mahakarya dari era awal 1990-an ini akan memasuki usia tiga dekade tahun ini. Kenapa dikategorikan keren? Karena sampai sekarang, lagu-lagunya masih menggenangi ingatan para pecinta rock di jagat ini. Pengaruh yang ditinggalkan pun masih mencengkeram kuat. Deretan lagu tunggal yang melejit dari masing-masing album telah menjadi karya abadi yang menginspirasi, yang sampai saat ini masih sering terdengar berkumandang di berbagai panggung, radio serta berbagai platform musik.  

.

Pantera “Vulgar Display Of Power” (Atco Records – 25 Februari 1992)

Warisan terbaik nan abadi dari pionir groove metal tercadas dunia. Tak kalah mengerikan dibanding album sebelumnya, “Cowboys from Hell” (1990). Karya rekaman studio satu ini pun berlimpah nomor sadis yang sarat heavy riff beringas seperti “Mouth for War”, “A New Level”, “Walk”, “Fucking Hostile” dan “This Love”.

.

Def Leppard “Adrenalize” (Mercury Records – 31 Maret 1992)

Usai mendulang kesuksesan di “Hysteria” (1987), band rock legendaris asal Inggris ini harus kehilangan gitaris dan salah satu pendirinya, Steve Clark. Tapi album ini akhirnya digarap dengan menyelipkan beberapa warisan ide Steve, seperti yang tertuang di single “Heaven Is”, “Make Love Like a Man” dan “Tonight”. Selain tiga lagu tadi, album ini juga ditaburi lagu keren lainnya seperti “Let’s Get Rocked” dan “Have You Ever Needed Someone So Bad”.

.

Edane “The Beast” (Airo Records – 10 Mei 1992)

Walau tidak bisa dikatakan mendunia, namun karya debut dari salah satu band rock terbaik Tanah Air ini, juga dianggap sebagai salah satu karya rekaman rock terbaik di Indonesia sepanjang masa. Dikemas modern untuk era itu, tidak hanya dalam olahan lagu, namun juga hingga ke racikan produksi rekamannya yang rinci. Beberapa lagunya yang melegenda hingga hari ini adalah “Ikuti”, “The Beast” serta komposisi instrumental yang bertajuk “Evolusi”.

.

Iron Maiden “Fear of the Dark” (EMI – 11 Mei 1992)

Salah satu karya rekaman terbaik dari band rock legendaris asal Inggris ini, antara lain memuat amunisi epik seperti “Be Quick or Be Dead”, “From Here to Eternity”, “Fear of the Dark” serta lagu balada “Wasting Love”. Album ini juga, saat itu, merupakan kontribusi terakhir vokalis Bruce Dickinson sebelum hengkang (namun bergabung kembali pada 1999 dan bertahan hingga sekarang).

.

Faith No More “Angel Dust” (Slash/Reprise – 8 Juni 1992)

Ya, selain “Midlife Crisis” dan “A Small Victory”, tentu saja lagu “Easy” memberi andil besar dalam melesatkan dan menjadikan album ini karya terlaris sepanjang karir Faith No More. “Easy” sendiri merupakan karya daur ulang milik grup pop The Commodores yang dirilis pada 1977 silam.

.

Black Sabbath “Dehumanizer” (I.R.S., Reprise – 30 Juni 1992)

Tanpa luncuran single resmi, namun diperkuat salah satu formasi terbaik mereka, yakni Ronnie James Dio (vokal), Tony Iommi (gitar), Geezer Butler (bass), Vinny Appice (dram) dan Geoff Nicholls (kibord). Lagu terbaiknya antara lain “TV Crimes”, “Master of Insanity” dan “I”.

.

Dream Theater “Images and Words” (Atco Records – 7 Juli 1992)

Merupakan karya rekaman pertama mereka yang menghadirkan vokal James LaBrie. Dua komposisi yang bertajuk “Pull Me Under” dan “Another Day” – lagu yang menghadirkan permainan saksofon Jay Beckenstein dari grup jazz Spyro Gyra – membuat album ini menjadi katalog Dream Theater yang paling sukses hingga hari ini. 

.

Megadeth “Countdown to Extinction” (Capitol Records – 14 Juli 1992)

Masa terindah dan terkreatif dari salah satu monster thrash metal dunia ini, saat mereka masih diperkuat formasi terbaiknya; Dave Mustaine, Marty Friedman, David Ellefson dan Nick Menza. Karya album ini menelurkan komposisi abadi macam “Symphony of Destruction”, “Sweating Bullets” dan “Skin o’ My Teeth”.

.

Ugly Kid Joe “America’s Least Wanted” (Mercury Records – 8 September 1992)

Siapa tak kenal lagu “Everything About You”? Salah satu komposisi rock ‘nakal’ nan enerjik yang bisa dibilang, lumayan berkibar di awal era 90-an. Lagu itu, bersama single lainnya seperti “Neighbor” dan nomor daur ulang milik Harry Chapin (1974), “Cat’s in the Cradle” berhasil melesatkan nama Ugly Kid Joe ke jajaran band rock elit masa itu.

Extreme “III Sides to Every Story” (A&M Records – 22 September 1992)

Salah satu mahakarya dari unit funk metal asal Boston, AS yang sebelumnya menjadi terkenal di seantero jagat lantaran komposisi akustik balada mereka, “More Than Words” yang fenomenal. Kali ini digarap sebagai album konsep, yang dibangun berdasarkan tiga tema, yakni “Yours”, “Mine” dan “The Truth”. Album studio ketiga ini antara lain melesatkan lagu “Rest in Peace”, “Color Me Blind”, “Cupid’s Dead”, “Tragic Comic” dan “Stop the World”, dan disebut-sebut sebagai karya terbaik Extreme sepanjang masa.

.

Alice in Chains “Dirt” (Columbia Records – 29 September 1992)

Album studio kedua, sekaligus menjadi karya album mereka yang terlaris sepanjang masa. “Dirt” dinominasikan di Grammy Award untuk kategori Best Hard Rock Performance, sementara video musik “Would?” dinominasikan di MTV Video Music Award untuk kategori Best Video from a Film, setelah dimasukkan sebagai lagu soundtrack untuk film “Singles” (1992).

.

Stone Temple Pilots “Core” (Atlantic Records – 29 September 1992)

Ini juga terbilang album terlaris sepanjang karir band ini. Memuat amunisi terbaik mereka seperti “Sex Type Thing”, “Plush” dan “Creep”. Oleh majalah Rolling Stone terbitan Amerika pada 2019 lalu, “Core” dinobatkan diperingkat 11 dalam daftar “50 Greatest Grunge Albums”.

.

Soul Asylum “Grave Dancers Union” (Columbia Records – 6 Oktober 1992)

Band ini disebut-sebut sebagai salah satu grup rock paling sukses di paruh 1990-an. Dan karya rekaman mereka ini, mampu bertahan selama 76 minggu di peringkat terlaris Amerika versi Billboard. Dan single terbaiknya, “Runaway Train” mencetak prestasi gemilang dengan memenangkan penghargaan Grammy 1994 untuk kategori “Best Rock Song”.

.

Rage Against The Machine “Rage Against The Machine” (Epic Records – 3 November 1992)

Debut yang langsung menohok. Mengombinasikan vokal rap berlirik provokatif yang panas dengan komposisi alternative rock yang eksploratif, yang memuat elemen hip hop, funk metal, nu metal hingga hard rock, plus gagasan bermain gitar yang unik dan inovatif. Semuanya tercermin secara nyata di lagu terbaik mereka di album ini, yakni “Bombtrack”, “Killing in the Name”, “Bullet in the Head” dan “Know Your Enemy”.

.

Bon Jovi “Keep the Faith” (Mercury Records – 3 November 1992)

Album rekaman studio terakhir mereka dengan formasi asli, sebelum bassis Alec John Such mundur pada 1994. Kali ini diproduseri Bob Rock (Metallica, Motley Crue) yang berhasil melejitkan beberapa lagu abadi seperti “Keep the Faith”, “Bed of Roses”, “In These Arms” dan “Dry County”.