Di “Hiperbola Analogi”, FIGHTOUT Giring Hardcore ke Layar Lebar

Rangkaian promo album mini (EP) bertajuk “Dominasi” yang dirilis via Frogs Records tahun lalu kembali dipanaskan oleh unit hardcore asal kota Gresik, Jawa Timur ini. Kali ini, salah satu trek dari EP tersebut yang berjudul “Hiperbola Analogi” dibuatkan video musik, dengan perlakukan istimewa.

Berkolaborasi dengan Akral Pictures, video “Hiperbola Analogi” dibuat dengan tema thriller, menceritakan tentang adanya sekumpulan penguasa psikopat yang mengesampingkan akal sehat demi memenuhi hasrat. Manusia tak berdosa menjadi tumbal atas kegilaan prakarsa. Hasrat itu dilepaskan melalui sebuah visualisasi yang misterius.

Tidak seperti yang umum dilakukan oleh banyak band saat merilis video musik, Fightout memperlakukan promonya ini dengan istimewa. Hari ini, video “Hiperbola Analogi” mereka tayangkan pertama kali secara eksklusif di layar bioskop, tepatnya di CGV Icon Mall, Gresik. Tidak hanya berupa screening, namun pada kesempatan itu mereka juga sekaligus live interview, dimana Fighout mengulas kilas balik bagaimana awal band itu dirintis, serta tentunya mengupas proses pembuatan video “Hiperbola Analogi”.

.

.

“Karena ini video musik pertama bagi Fightout, tentunya kami ingin memberikan launching secara eksklusif kepada audiens dan memberikan pengalaman berbeda ketika (menyaksikannya) di bioskop,” ujar Fightout kepada MUSIKERAS, menegaskan alasannya.

Para personel Fightout, yakni Achmad ‘Vian’ Novianto (vokal), Ekky Syahrul Wardhana (gitar), Ahmad ‘Izun’ Faizun (gitar), Ahmad ‘Izin’ Faizin (bass) dan Rizky Kurniawan (dram) mengeksekusi penggarapan rekaman EP “Dominasi” secara terpisah dan menghabiskan waktu kurang selama lebih dari enam bulan. Memulai dengan rekaman untuk isian dram di Wins Studio Recording,  Surabaya, lalu berlanjut untuk gitar dan bass yang dilakukan secara mandiri memanfaatkan perangkat rekam rumahan, dan terakhir untuk vokal yang dilakukan di Aley Studio Recording, Surabaya. Setelah itu, pemolesan mixing dan mastering dipercayakan kepada Hamzah Kusbianto di Semarang. 

Dalam urusan musik, Fightout yang awalnya banyak terpengaruh musik dari band-band dunia macam Get The Shot, Lionheart, Pantera, Terror serta sedikit ramuan ala Counterparts menyebut konsep “Dominasi” cenderung melibatkan banyak campuran. “Kami mengambil unsur musik yang berbeda seperti elemen heavy metal, oldskool hardcore, thrash metal, dan masih banyak lagi yang menginspirasi terciptanya EP ‘Dominasi’.”

Setelah peresmian video “Hiperbola Analogi”, Fightout yang memulai kiprahnya lewat lagu tunggal berjudul “Revolution of Life” – dirilis pada 27 Januari 2019 lalu – bakal segera mewujudkan berbagai rencana promo yang telah mereka canangkan. Antara lain menggelar pertunjukan di Gresik serta di beberapa titik di Pulau Jawa, sambil mulai menabung materi untuk album selanjutnya. (aug/MK02)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
darksovls
Read More

DARKSOVLS: Energi Baru Usai Coki Hengkang

Sebagai lanjutan dari rilisan “Frustrasi Kolosal”, Darksovls kini melontarkan “Spektrum Kedap Cahaya”, menandai era baru yang lebih depresif.
dottland
Read More

DOTTLAND: Bukan D-Beat / Crust Punk yang Pakem

Unit d-beat crust punk Dottland (atau ditulis Döttland) akhirnya merilis album debutnya, “Negara Mati” sebagai ungkapan jujur dalam melihat realita saat ini.