Hari ini berita duka kembali menghantam. Penggebuk dram rock/metal legendaris Tanah Air, Abu Bakar Bufthaim meninggal dunia akibat serangan jantung. Bakar – demikian sapaan akrabnya – tercatat sebagai personel pionir pergerakan thrash metal di Indonesia, Rotor. Ia juga memperkuat band metal legendaris lainnya, yakni Suckerhead, tepatnya sejak penggarapan album ketiga, “Paranatural” (1998). Tapi di album debut band tersebut, “The Head Sucker” (1995), Bakar sudah sempat menyumbangkan permainan dramnya yang keras di lagu “Mario (Budak Industri)”.
Kepergian Bakar membuat Rotor era rekaman tak lagi menyisakan siapa-siapa. Seluruh personel inti yang pernah memperkuat band metal ekstrim asal Jakarta bentukan 1991 silam tersebut sudah pergi menghadap Sang Pencipta. Diawali oleh pembetot bass Yudha ‘Judapran’ Pranyoto yang tewas akibat kelebihan dosis obat bius pada 1999. Lalu menyusul vokalis mereka Jodie Gondokusumo pada 2002. Terakhir adalah sang pendiri sekaligus vokalis dan gitaris, M. Irvan Sembiring yang juga menghembuskan nafas terakhirnya akibat serangan jantung pada 16 Februari 2021 lalu.
.
.
Bakar yang dilahirkan di Probolinggo, Jawa Timur pada 25 November 1967 mulai mengenal dram sejak berusia tujuh tahun. Saat itu, ia sangat menyukai permainan dari Ian Paice (Deep Purple), John Bonham (Led Zeppelin) dan Dave Lombardo (Slayer) beberapa tahun kemudian. Pada 1987 silam, Bakar berhasil meraih penghargaan sebagai dramer terbaik di Lumajang, Jawa Timur, setelah mengikuti berbagai perlombaan musik. Prestasinya semakin menonjol ketika Bakar lantas ditawari mengisi dram di rekaman lagu milik grup Saltis untuk kebutuhan album kompilasi “10 Finalis Festival Rock Log Zhelebour” (1989).
Di Jakarta, Bakar memulai karirnya dengan bergabung di One Feel, sebuah grup rock yang kerap menjadi pengiring berbagai penyanyi. Saat masih tergabung di band itu, lalu datanglah tawaran untuk memperkuat Rotor. Di sini, Bakar terlibat di penggarapan album “Behind the 8th Ball” (1992), “Eleven Keys” (1995), “New Blood” (1996). Namun ketika Rotor menjadi menu pembuka konser monster metal dunia, Metallica di stadion Lebak Bulus, Jakarta pada 10 dan 11 April 1993 silam, posisi dram saat itu diisi oleh Reeve dari band Getah.
Di Suckerhead sendiri, kini hanya menyisakan Roseno ‘Nano’ Soeryadi dan Untung FW, dua gitaris yang terlibat di era rekaman band heavy metal bentukan 1987 tersebut. Paling awal ditinggalkan oleh Robin Hutagaol (juga dramer Noxa) yang meninggal pada 17 Januari 2009. Lalu disusul pendiri, bassis dan vokalis Krisna J. Sadrach pada 2 Agustus 2016. Terakhir adalah gitaris Sumedi ‘Medy’ Marmono yang menghadap Ilahi pada 6 September 2021 lalu.
Selamat jalan Bakar. Teriring doa juga untuk Irvan Sembiring, Judapran, Jodie, Krisna, Robin dan Medy. Rest in power!!!! (*)
Rest in love pioneer..❤