Kabar Keras Dunia: Dari TAYLOR HAWKINS Hingga SUM 41

Berita duka kembali menghajar pentas rock dunia. Kali ini penggebuk dram dari monster rock dunia, FOO FIGHTERS, Taylor Hawkins. Mantan dramer penyanyi Alanis Morrissette tersebut menghembuskan nafas terakhirnya pada Jumat (25/3) waktu setempat di usia 50 tahun, di tengah perjalanan tur Foo Fighters di kawasan Amerika Selatan.

“Keluarga Foo Fighters sangat terpukul atas kehilangan tragis dan terlalu dini dari Taylor Hawkins yang kami cintai. Semangat musik dan tawanya yang menular akan hidup bersama kami semua selamanya,” begitu bunyi pesan yang disampaikan pihak band via media sosial.

Oliver Taylor Hawkins dilahirkan di Fort Worth, Texas pada 17 Februari 1972 dan mulai bergabung di Foo Fighters pada 1997 silam, menggantikan kekosongan yang ditinggalkan oleh William Goldsmith. Kontribusi terakhirnya bersama Foo Fighters adalah terlibat di penggarapan film komedi horor, “Studio 666”.

Kredit foto: Andreas Neumann

.

Proyek IBARAKI yang dibesut vokalis dan gitaris TRIVIUM, Matt Heafy terus digulirkan. Kali ini, Matt meluncurkan lagu lainnya yang bertajuk “Rōnin”. Di lini vokal, ia menghadirkan vokalis MY CHEMICAL ROMANCE (MCR), Gerard Way.

Sebelumnya, album Ibaraki yang memuat 10 amunisi black metal tersebut juga sudah memperdengarkan kontribusi bintang tamu lainnya, yaitu Nergal (Behemoth) di lagu “Akumu” serta pentolan band gothic metal EMPEROR, Ihsahn di lagu “Susanoo No Mikoto”.

Mengenai kolaborasinya dengan Gerard, Matt mengutarakan bahwa ia memang sudah lama menganggap vokalis MCR tersebut sebagai inspirasinya. Layaknya Ihsahn dan Nergal. “Saya memandang Gerard sebagai sumber motivasi yang konstan untuk menjadi kreatif. Sementara Gerard dan saya mungkin berasal dari genre yang berbeda. (Tapi) Semangat dan niat dari penampilan kami adalah yang menyatukan semangat kami untuk menerobos batas.”

Album debut Ibaraki sendiri, berjudul “Rashomon” bakal dilepas ke skena metal pada 6 Mei 2022 mendatang via label Nuclear Blast.

.

Unit rock asal Texas, AS yang sempat mendapatkan beberapa nominasi Grammy Awards berkat lagu “Go to War” kembali melepas lagu tunggal terbaru. Kali ini bertajuk “Turn It Up Like” dan diedarkan melalui label Better Noise Music. Lagu tersebut menjadi pembuka menuju album terbaru NOTHING MORE, yang dicanangkan rilis pada 29 April mendatang, melanjutkan kesuksesan karya rekaman mereka sebelumnya, “The Stories We Tell Ourselves” (2017) yang memuat lagu “Go to War”. Oleh majalah Kerrang!, Nothing More dinobatkan sebagai salah satu dari 22 band atau artis yang diperkirakan bakal membentuk format rock masa depan, bersama NINE INCH NAILS, TWENTY ONE PILOTS dan BRING ME THE HORIZON.

.

Di luar dugaan banyak orang, rupanya pejuang rock dari era akhir ’80-an, SKID ROW telah melakukan manuver yang mengejutkan. Usai mengumumkan bakal merilis album baru, di menit-menit terakhir mereka ternyata melakukan penggantian personel di lini vokal. Mantan vokalis Dragonforce, ZP Theart yang bergabung di Skid Row sejak Februari 2016 mendadak terdepak tanpa melahirkan satu pun album rekaman. Ia tergeser oleh vokalis muda bernama Erik Grönwall, yang sebelumnya bernaung di band H.E.A.T.. Bersama Erik, Skid Row telah melepas lagu tunggal baru berjudul “The Gang’s All Here”, yang sekaligus juga merupakan judul album terbaru mereka, yang bakal diluncurkan pada 14 Oktober 2022 mendatang via label earMUSIC.

.

Virtuoso death metal asal Polandia, DECAPITATED telah mengumumkan bakal melepasliarkan album studio terbarunya, “Cancer Culture” pada 27 Mei tahun ini melalui Nuclear Blast Records. Decapicated yang kini diperkuat formasi Wacław ‘Vogg’ Kiełtyka (gitar), Rafał ‘Rasta’ Piotrowski (vokal) dan James Stewart (dram) menyebut karya rekaman terbaru mereka ini adalah ujung dari penantian selama berbulan-bulan.

“Ekspektasi untuk album ini tinggi, dan kami juga mendorong diri kami menghadapi tantangan yang masif. Tapi saya pikir kerja keras kami terbayar,” seru Vogg, via siaran pers resminya, semangat.

Sejak terbentuk pada 1996 silam, Decapicated telah membangun reputasi mengerikan sebagai monster di genre ‘tech death’. Dan selama lebih dari 26 tahun karirnya, mereka telah merilis tujuh album studio, dimana beberapa di antaranya dianggap sebagai karya death metal paling berpengaruh di abad 21.

.

Album studio kedelapan SUM 41 sudah mulai dipanaskan. Vokalis band punk rock asal Kanada tersebut, Deryck Whibley menyebut karya rekaman terbaru mereka kali ini dikemas dalam format album ganda, dan diberi titel “Heaven And Hell”. Dan uniknya, satu sisi dari album tersebut bakal melontarkan komposisi yang kembali menggali akar pop punk mereka, sementara di sisi satunya lagi benar-benar menumpahkan distorsi metal. Sejauh ini belum ada pengumuman jadwal rilis resmi untuk album tersebut.

Sejak terbentuk pada 1996 silam, Sum 41 telah berhasil menelurkan lagu-lagu tunggal yang sukses secara komersil, di antaranya seperti “The Hell Song”, “Fat Lip”, “We’re All to Blame”, “Pieces” serta “It’s What We’re All About” yang menjadi lagu tema utama untuk film “Spider-Man” (2002), dimana mereka menggaet gitaris Slayer, Kerry King untuk berkolaborasi menyumbangkan permainan gitar solonya. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
dottland
Read More

DOTTLAND: Bukan D-Beat / Crust Punk yang Pakem

Unit d-beat crust punk Dottland (atau ditulis Döttland) akhirnya merilis album debutnya, “Negara Mati” sebagai ungkapan jujur dalam melihat realita saat ini.