25 Tahun FAT RANDY, Semakin Liar di EP “Re-erection”

Merayakan seperempat abad perjalanan monumental mereka, unit trio punk berandalan asal Tegal, Jawa Tengah ini kembali memuntahkan ekspresi liar mereka. Kali ini lewat sebuah album mini (EP) bertajuk “Re-erection”, yang memuat amunisi lagu tunggal baru berjudul “This is My Life”, plus dua materi lama dari EP “Rice for Life” (2017), yakni “Go Away” dan “My Religion”.

Kenapa ada lagu lama? Karena Fat Randy yang mulai menyalurkan libido ekspresifnya sejak 1997 silam ini ingin mengedepankan gambaran sebuah transisi. 

“Dua lagu di EP kami sebelumnya dihadirkan kembali sebagai jembatan, (menampilkan) karakter Fat Randy yang lama menuju karakter yang terbaru. Sehingga para penikmat musik bisa mengikuti perjalanan perkembangan karakter sound kami,” seru pihak band kepada MUSIKERAS, mengungkap alasan utamanya. 

Karena dari sisi musikalitas, terapan konsep punk di lagu “This is My Life” berbeda dibanding materi yang ada di EP “Rice for Life”. Yang paling menonjol, adalah temuan sound-sound baru yang berbeda, terutama pada gitar yang memaksimalkan lapisan (layer) gitar dengan octave chords untuk menambah harmonisasi. “Selain itu, adanya Akiem Mahesa pada posisi bass yang ikut ambil bagian pada departemen vokal menambah energi lagu ini menjadi semakin meningkat.”

Dalam meramu musiknya, Fat Randy yang juga dihuni Purmeidianto aka Prue Randy (vokal/gitar) dan Ugi Wigiarto aka Gie (dram) mengaku banyak mengacu pada kegesitan band-band punk dunia macam NOFX, Hi-Standard, Less Than Jake hingga Goldfinger. Mereka mengeksekusi rekamannya di Whuzzup Studio dan menghabiskan waktu hampir seminggu untuk mengolah sound yang mereka inginkan.

.

.

Sementara di lini lirik, Fat Randy masih mengumpat tentang hal-hal seputar sosial politik serta etos DIY (do it yourself). Di “This is My Life” sendiri, Fat Randy mengumbar cerita dari Prue Randy dan perspektifnya terhadap keadaan masa pandemi yang hanya mereka habiskan dengan bermain skateboard, walau hati merasa hancur melihat keadaaan sekeliling yang susah. 

“Banyak yang tidak bisa sekadar makan pada saat itu, dan mereka tidak punya kesempatan untuk berkeluh kesah. Tapi di sisi yang lain, pejabat kota malah mengebut pembangunan kota tanpa mau peduli dengan keadaan tersebut.”

EP “Re-erection” yang dirilis dalam format digital via Irama Records kini sudah bisa digeber lewat platform musik macam Spotify, Amazon, YouTube Music, Apple Music, Joox hingga Deezer. 

Fat Randy sendiri, saat ini, juga sudah menyiapkan sebuah album penuh yang telah rampung direkam sejak tahun lalu. Dan ada sesi dimana mereka memasukkan isian trumpet yang dibantu oleh Jaliwatu Ska untuk dua lagu ska punk yang mereka rekam. Di luar rilisan EP, Fat Randy juga tercatat sudah pernah melahirkan album penuh berjudul “Melodic is The Beast” (1998) dan “Resurrection” (2017) serta terlibat di beberapa proyek kompilasi. (mdy/MK01)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
lurruh
Read More

LURRUH: Wajah Lama, Kebrutalan Baru

Manifestasi kegagalan manusia dimuntahkan Lurruh di karya debutnya, “Heresi” yang mengeksplorasi formula metalik hardcore yang modern dan brutal.
repton
Read More

REPTON: Ingatkan Tragedi Kelam Mei ’98

Menyambut perilisan sebuah album split, Repton menyuarakan trauma kolektif dari Tragedi Mei 1998 silam dalam kobaran slam metal berbalut rap/DJ.
carousels
Read More

CAROUSELS: Metalcore, Synth, Saksofon!

Gagasan lama yang muncul di 2019 silam, akhirnya diwujudkan Carousels di lagu terbarunya. Mengombinasikan synthwave, metalcore dan saksofon!
rahasia intelijen
Read More

RAHASIA INTELIJEN: Berharap Bisa Merilis EP

Unit metal alternatif Jakarta, Rahasia Intelijen akhirnya menguak kasus baru lagi, lewat lagu berlirik tajam, tentang narasi religius yang berlumuran darah.