BLEEDING BACTERIA Kembali Panaskan Deathcore di Karya Terbaru

Dari kota Banjar, Jawa Barat, gerombolan deathcore yang sudah merangsek skena lokal sejak 2012 silam, kini bersiap menggebrak lagi. Sebuah karya rekaman berformat album mini (EP) bertajuk “War To Heaven” telah dipanaskan dan bakal dilontarkan pada pertengahan Mei 2022 mendatang.

Namun sebelumnya, sebuah komposisi brutal berjudul “Underworld” dan “Behind a Mask” telah dikumandangkan sebagai ancang-ancang. Lagu ini, serta materi EP keseluruhan dikerjakan Bleeding Bacteria dalam waktu yang cukup lama. Sampai hari ini, proses kreatif yang mereka jalani berlangsung selama kurang lebih lima bulan.

“Namun ada banyak proses yang kami lewati, mulai dari (pencarian) sound, dan lirik yang sempat beberapa kali revisi,” tutur pihak band kepada MUSIKERAS.

.

.

Di mata para personel Bleeding Bacteria, yakni Hedi Heryanto (vokal), Edwin Kurniawan (gitar), Koko Eka Apriana (gitar), Rendy Ervana (dram) dan Hendrik Siswanto (bass), konsep keseluruhan yang mereka terapkan di “War To Heaven” menggambarkan realita kehidupan saat ini, yang dialami dunia.

“Yaaa berat ya kalo udah ngomongin pandemi ini, tapi kami harus tetap berkarya dan terus jalan hingga terbentuklah EP ‘War To Heaven’ ini. Dari segi musikal untuk materi kali ini kami suguhkan nuansa yang dark. Secara keseluruhan, masih tetap pada benang merah Bleeding Bacteria dari awal terbentuk, yaitu deathcore. Bagi kami, deatchore adalah jalan yang kami ambil dalam berkarya. Mengapa? Karena sisi gelap, deathcore yang bisa membuat pikiran kami terbuka akan banyak hal.”

Sedikit menengok ke belakang, Bleeding Bacteria sebelumnya sudah merilis beberapa karya lagu lepas. Seiring dengan beberapa kali pergantian personel, mereka meluncurkan lagu rilisan tunggal berjudul “Hancur dan Mati” (2012), lalu “Warriors Fire” (2013) dan “Lost All Faith” (2015). 

Selain “Underworld” dan “Behind a Mask”, di EP “War to Heaven” nanti juga bakal memuat lagu “Demon High” dan “Genocide”. (aug/MK02)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
repture
Read More

REPTURE: Satu Dekade Sang Penakluk

Perjalanan satu dekade dirangkum Repture dalam sebuah album yang membawa gagasan sejarah serta semangat dan pendekatan kreatif yang mandiri.
dwikarta
Read More

DWIKARTA: Ruwatan Megah di “Sudamala”

Dengan jubah baru bernama Dwikarta, unit heavy metal asal Yogyakarta ini akhirnya geber karya baru yang melebur distorsi dan kemegahan simfonik yang emosional.
end of summer
Read More

END OF SUMMER: Belum Berakhir

Agresivitas post-hardcore era awal 2000-an kembali dipanaskan End of Summer lewat lagu rilisan tunggal terbarunya, “Kilas” yang juga dibaluri elemen post-rock.