Melewati satu dekade sejak melepas album pertama, “The Dark Path of Human Life”, unit melodic death metal asal Tangerang ini kini merasakan pendewasaan dalam bermusik yang jauh lebih baik. Apalagi dengan bergabungnya personel baru yang turut menancapkan andil dalam peramuan musiknya, Sepatuara pun siap mengayunkan kapak musikalnya yang terbaru lewat sebuah album penuh.
Di era sekarang, tutur pihak band kepada MUSIKERAS, bergabungnya gitaris Nikolas Vito dan bassis Ari Eka Prasetya memperkuat personel lainnya, yakni Aqni ‘Gepenk’ Yudatama (vokal), Abdillahramdhani (gitar) dan M. Viky ‘Lacuk’ Darmawan (dram), membuat Sepatuara lebih fokus ke konsep musik yang mereka harapkan sekarang.
“Di era sebelumnya, kami mungkin belum berani eksplorasi lebih dalam dan bisa dibilang masih mencari jati diri. Tetapi di album kedua nanti, kami sudah menemukan gaya kami dalam meramu 10 lagu yang akan dirilis pada tahun ini, dengan riff yang lebih melodis, padat, dan tentu sound yang lebih matang dibandingkan era sebelumnya.”
Sebagai pemanasan, Sepatuara terlebih dahulu telah melepas sebuah lagu rilisan tunggal bertajuk “Buas Beringas”. Bisa dikatakan lagu ini mewakili konsep terkini mereka, dimana Sepatuara menjanjikan olahan musik yang lebih gelap, memadukan riff-riff gitar yang lebih padat serta harmonisasi yang kuat.
.
.
Proses kreatif eksekusi rekaman “Buas Beringas” sendiri terbilang cepat. Hanya membutuhkan waktu selama dua hari, sudah termasuk penulisan lagu hingga rekaman di studio. “Mengalir begitu saja tanpa proses yang rumit dari Sepatuara sendiri. Untuk semua instrumen dan vokal, kami rekam di Fortune Records Studio,” cetus Sepatuara mengungkapkan.
Lalu untuk racikan musiknya, Sepatuara sekali lagi menegaskan konsep melodic death metal mereka yang lebih menekankan pada nada-nada melodis dan harmonis. Selain itu, mereka juga menyelipkan unsur-unsur metal Swedia untuk memperkaya nuansa lagu ini. “Referensi musik yang banyak kami dengar adalah seperti The Black Dahlia Murder dan At The Gates. Kami memang lebih fokus untuk memainkan gaya-gaya oldschool era metal awal 2000-an.”
Saat ini, materi album kedua Sepatuara sudah memasuki tahapan mixing, yang dijalani paralel dengan proses kurasi terhadap lagu-lagu yang sudah direkam. Tepatnya menelusuri berbagai detail lagu untuk meyakinkan tingkat kematangannya. Target perilisan album tersebut belum dipastikan, namun Sepatuara menjanjikan tahun ini pasti rilis.
Sedikit tentang eksistensi Sepatuara, band ini mulai memproklamirkan kehadirannya pada 2006 silam. Setelah berjalan selama sekitar lima tahun, tepatnya pada 2011, Sepatuara berhasil mendapatkan kesempatan untuk merekam album pertamanya, yang didukung oleh Jones Brother Studio. Namun pada 2012, band ini merasakan pukulan yang cukup keras saat gitaris awal mereka, R. Dudy Hermawan meninggal dunia. Akhirnya, setelah sempat berjalan hingga 2014, Sepatuara memutuskan untuk vakum. Untunglah, empat tahun sesudahnya, mereka memutuskan kembali menjejakkan kaki di skena metal dan memutuskan untuk menggarap materi album kedua.
“Buas Beringas” sudah bisa didengarkan via berbagai platform penyedia jasa dengar musik secara digital seperti Spotify, iTunes, Amazon Music dan Deezer. (mdy/MK01)