Jika Rilis Album “Best Of”, Ini Lagu-lagu Pilihan GUGUN BLUES SHELTER

Sejak terbentuk pada 2004 silam dengan nama awal Gugun and the Bluesbug, hingga hari ini, trio rock senior asal Jakarta ini telah mencetak 10 album studio. Termasuk kemasan kompilasi “Far East Blues Experience” (2011) yang dirilis untuk kepentingan pasar internasional, dengan menggunakan nama Gugun Power Trio. Album terakhir adalah “GBSFEST” yang dilepas pada pertengahan 2019 lalu.

Lalu pada 26 Mei 2022 lalu, Gugun Blues Shelter (GBS) meluncurkan karya rekaman terbaru, sebuah lagu rilisan tunggal bertajuk “Jingga”, yang diedarkan via label Demajors. Lagu yang sudah bisa didengarkan di berbagai gerai digital streaming seperti Spotify, Apple Music, Joox, Resso, YouTube Music dan Deezer tersebut masih meneruskan formula GBS dalam konteks musikal. Tetap dengan pijakan musik blues rock bernafaskan soul/R&B yang kental, sekaligus menampilkan sisi pop terbaik dari GBS. 

Nah, dalam dua tahun ke depan, GBS bakal tepat berusia dua dekade. Untuk menyambut momen berharga itu, MUSIKERAS pun meminta para personelnya, yakni Muhammad ‘Gugun’ Gunawan (vokal/gitar), Adityo ‘Bowie’ Wibowo (dram) dan Fajar Adi Nugroho (bass) untuk merangkum lagu apa saja yang sekiranya pantas disebut karya terbaik mereka, jika misalnya ada niatan untuk merilis sebuah album kompilasi berlabel – katakanlah – “The Best of Gugun Blues Shelter”.

Hasilnya mencengangkan. Jawaban Gugun, Bowie dan Fajar membuktikan bahwa GBS memang punya banyak pilihan lagu potensial untuk dikategorikan terbaik. Paling tidak menurut versi mereka.

Yang pertama, adalah pilihan Bowie. Ia mengurut lagu (1) “Emptyness”, (2) “Fight for Freedom”, (3) “I’m So Lonely”, (4) “Mobil Butut”, (5) “White Dog”, (6) “High Life”, (7) “Vixen Eyes”, (8) “Give Your Love”, (9) “Jangan” dan (10) “It’s Time to Rule the World”.

Alasan Bowie mengusulkan lagu-lagu itu, karena semuanya ia anggap mewakili konsep GBS sebagai band blues rock dengan spektrum genre yang luas. “Dan dengan skill yang tinggi dan mematahkan pendapat umum bahwa musik blues adalah musik yang boring (membosankan).”

.

.

Berikutnya pilihan Fajar. Walau baru bergabung menjelang penggarapan album “Hitam Membiru” (2016), namun tentunya ia punya referensi kuat tentang reportoar GBS. Dan jika ada rencana untuk mengemas sebuah album kompilasi lagu-lagu terbaik, maka Fajar akan mengajukan (1) “White Dog”, (2) “Funk No. 1”, (3) “Jangan Berkata dalam Hati”, (4) “Fight for Freedom”, (5) “Acid Rain”, (6) “6.30”, (7) “When I See You Again”, (8) “Jingga”, (9) “Emptyness” dan (10) “Mission”.

Alasannya, “Karena mewakili energi total GBS yang luas dan luapan energi penonton yang bersinergi,” seru Fajar diplomatis.

Yang terakhir, tentu saja pilihan Gugun. Sebagai penggagas utama band ini, Gugun pastinya punya visi yang sangat jelas mengenai karakter serta arah musik sesungguhnya yang ingin ia tuju bersama GBS. Dan lagu-lagu pilihannya berikut ini, merupakan konsep yang mengartikan ‘blues rock’ yang tidak terjebak stigma sound ‘Texas blues’.

“GBS di sini seperti melebur ke banyak macam style musik, sehingga tidak monoton untuk didengar dan dimainkan,” cetus Gugun meyakinkan.

Sepuluh lagu yang menjadi andalan Gugun adalah (1) “Fight for Freedom”, (2) “Whiskey Woman”, (3) “Soul on Fire”, (4) “Hitam Membiru”, (5) “Mission”, (6) “Jangan”, (7) “Not Alive”, (8) “Sesak di Dada”, (9) “Funky Chicken” dan (10) “I’m So Lonely”.

Ada enam lagu yang bisa dibilang dipilih mutlak atau 2/3 dari keseluruhan personel. Lagu tersebut adalah “Fight for Freedom”, “I’m So Lonely”, “Emptyness”, “Jangan”, “Mission” dan “White Dog”. Jika band ini demokratis, tentu empat lagu sisanya akan dipilih secara kolaboratif. Atau bisa juga dengan mempertimbangkan lagu-lagu favorit penggemar sebagai tambahan. 

Ya, semoga GBS panjang umur dan bisa merayakan usia dua dekade. Momen yang sangat tepat untuk merangkum pencapaian karir mereka, dengan mempersembahkan sebuah album berlabel “best of”.

Now, turn it on! (mdy/MK01)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
lurruh
Read More

LURRUH: Wajah Lama, Kebrutalan Baru

Manifestasi kegagalan manusia dimuntahkan Lurruh di karya debutnya, “Heresi” yang mengeksplorasi formula metalik hardcore yang modern dan brutal.
repton
Read More

REPTON: Ingatkan Tragedi Kelam Mei ’98

Menyambut perilisan sebuah album split, Repton menyuarakan trauma kolektif dari Tragedi Mei 1998 silam dalam kobaran slam metal berbalut rap/DJ.
carousels
Read More

CAROUSELS: Metalcore, Synth, Saksofon!

Gagasan lama yang muncul di 2019 silam, akhirnya diwujudkan Carousels di lagu terbarunya. Mengombinasikan synthwave, metalcore dan saksofon!
rahasia intelijen
Read More

RAHASIA INTELIJEN: Berharap Bisa Merilis EP

Unit metal alternatif Jakarta, Rahasia Intelijen akhirnya menguak kasus baru lagi, lewat lagu berlirik tajam, tentang narasi religius yang berlumuran darah.