I PREVAIL telah mengumukan bakal meluncurkan album studio ketiganya, “True Power” pada 9 Agustus 2022 mendatang via label Fearless Records. Dan sebagai awal woro-woro-nya, unit rock asal Michigan, AS tersebut sudah memperdengarkan lagu rilisan tunggal pembukanya yang bertajuk “Body Bag”.
I Prevail yang kembali bekerja sama dengan produser Tyler Smyth mengatakan, di karya rekaman kolektif terbarunya ini, mereka telah memutuskan untuk mengubah haluan dalam konteks musik. Pasalnya, vokalis Brian Burkheiser telah mengalami cedera suara yang cukup parah sehingga membuatnya harus memikirkan konsep yang baru untuk ‘berdamai’, sejak penggarapan album sebelumnya, “Trauma” (2019).
“‘Trauma’ adalah rekaman yang sangat reflektif. Saya berjuang dengan cedera vokal dan bertanya-tanya apakah saya ingin terus melakukan hal ini di semua. (Vokalis) Eric Vanlerberghe juga telah kehilangan sahabatnya pada waktu yang sama, jadi ada banyak kesedihan di baliknya. Dengan ‘True Power’, kami memasuki fase baru. Kami mengambil mentalitas ‘tidak ada aturan’ ke dalam penulisan lagu, dan terdengar beragam seperti sebelumnya.”
I Prevail yang terbentuk pada 2013 lalu berhasil masuk nominasi Grammy Awards 2019 untuk kategori “Best Rock Album” untuk album “Trauma” dan “Best Metal Performance” untuk lagu “Bow Down”. Sejauh ini, lagu-lagu mereka di platform digital telah didengar (streaming) para penikmat musik sebanyak lebih dari 2,7 miliar kali. Sementara di YouTube, lagu dan video mereka telah ditonton sebanyak hampir 350 juta kali.
.
Pada 11 Juni 2022 lalu, salah satu album terbaik milik pionir nu metal, KORN tepat memasuki usia dua dekade. Karya rekaman tersebut adalah “Untouchables”, yang di antaranya melejitkan lagu “Here to Stay”, “Thoughtless” dan “Alone I Break”.
Kepada majalah Metal Hammer, Inggris, vokalis Jonathan Davis menyebut album itu seperti album “Dark Side of the Moon”, salah satu album tersukses dan terbaik sepanjang masa milik band progressive rock legendaris, Pink Floyd. “Album yang sangat penting, salah satu yang tak mungkin dibuat lagi saat ini. Saya sangat menyukainya,” serunya bangga.
Lagu “Here to Stay” sendiri, saat itu, berhasil memenangkan penghargaan Grammy Awards 2003 untuk kategori “Best Metal Performance”. Untuk pemasaran di AS, sejauh ini “Untouchables” yang digarap oleh formasi terbaik Korn, yakni Jonathan Davis, James Christian Shaffer aka Munky (gitar), Brian Philip Welch aka Head (gitar), Reginald Quincy Arvizu aka Fieldy (bass) dan David Silveria (dram) sudah terjual hampir 1,5 juta keping.
Kredit foto: Dean Karr
.
Setelah ditinggal vokalisnya, Dan Watson pada April lalu, ENTERPRISE EARTH rupanya tidak mau terjebak dalam kekosongan berlama-lama. Baru-baru ini, mereka telah mengumumkan penggantinya, yakni Travis Worland (Aethere, Bite//Down, The Willow), sekaligus memperdengarkan kegaharan suaranya lewat lagu rilisan tunggal terbaru bertajuk “Psalm Of Agony”.
“Kami sangat bersemangat mengumumkan Travis Worland sebagai penyanyi baru Enterprise Earth,” kata gitaris Gabe Mangold lewat pernyataan resminya. “Gaya vokal, performa, kepribadian, dan etos kerjanya sangat cocok untuk kami dan kami tidak sabar menunggu semua orang untuk mendengar lagu pertama yang kami ciptakan bersama. Bersiaplah untuk inkarnasi terbaik Enterprise Earth.”
Sejauh ini, unit deathcore asal Washington, AS tersebut sudah merilis empat album studio, yaitu “Patient 0” (2015), “Embodiment” (2017), “Luciferous” (2019) dan “The Chosen” (2022) serta dua album mini (EP) berjudul “XXIII” (2014) dan “Foundation of Bones” (2020).
.
Usai perilisan album “All Hail” pada Oktober 2019 lalu, unit metalcore NORMA JEAN butuh lebih dari dua tahun untuk kembali meliar. Sebagai penanda kehadirannya, mereka telah meluncurkan lagu rilisan tunggal terbaru berjudul “Call for the Blood”. Karya rekaman ini menjadi membuka jalan menuju album “Deathrattle Sing for Me”, yang bakal diletupkan pada 12 Agustus 2022 mendatang.
“Call for the Blood” sendiri disebut oleh produser pendamping, Matthew Putman yang meracik komposisinya, sebagai salah satu lagu yang ia anggap membangun kepribadian album “Deathrattle Sing for Me”. Meskipun dibangun di studio dari ide-ide yang dimanipulasi, yang mereka tangkap selama sesi eksplorasi riff bersama gitaris Grayson Stewart.
“Namun masih memiliki energi hidup yang sangat mentah. Semua sampel dipilih dengan cara yang sangat terukur untuk bagaimana mewarnai cerita. Tidak ada yang acak tentang ‘Call for the Blood’. Setiap suara memiliki makna. Ini adalah salah satu penampilan vokal favorit saya sepanjang masa dari Cory Brandan, dimana dia membuktikan sekali lagi mengapa dia salah satu yang terbaik dari generasinya.”
.
Sebuah buku tentang perjalanan karir band rock legendaris asal Inggris, DEF LEPPARD bakal diterbitkan oleh Genesis Publications. Diberi tajuk “Definitely: The Official Story Of Def Leppard”, dan bakal mulai menghiasi berbagai rak toko buku secara global pada 25 November 2022 mendatang.
Kisah perjalanan karir band yang antara lain mendunia berkat lagu “Pour Some Sugar on Me”, ”Photograph”, “Love Bites”, “Let’s Get Rocked”, “Armageddon It”, “Hysteria” dan “Bringin’ On the Heartbreak” tersebut akan diungkapkan di buku, lewat narasi serta ucapan-ucapan dari para personelnya. Juga ada tebaran berbagai foto serta memorabilia dari arsip resmi Def Leppard serta koleksi pribadi para personelnya. Lalu berbagai dokumentasi surat-surat dengan tulisan tangan, info rilisan piringan hitam langka mereka, sketsa konsep cerita video klip, kliping berita dari berbagai media hingga foto-foto yang sebelumnya belum pernah dipublikasikan.
.
Salah satu pionir pelebur rock, punk dan new wave dari era akhir 70-an, BLONDIE bakal merilis sebuah koleksi enam album studio terbaiknya dalam sebuah kemasan istimewa. Berupa boxset bertajuk “Against The Odds 1974-1982” via label Universal Music Enterprises dan The Numero Group pada 26 Agustus 2022 mendatang.
Kemasan tersebut memuat 124 lagu milik band punk rock legenda asal New York, AS tersebut, dan di antaranya ada 36 trek yang belum pernah diperdengarkan sebelumnya. Selain itu, di kemasannya, terhidang pula beberapa foto band yang belum pernah dipublikasikan, komentar di setiap trek hingga ilustrasi diskografinya.
“Saya senang dengan koleksi khusus ini. Ketika saya mendengarkan lagu-lagu lama ini, itu menempatkan saya seperti seorang penjelajah waktu. Sungguh menyenangkan untuk melihat seberapa jauh kami telah datang, ketika saya mendengarkan upaya awal ini untuk menangkap ide-ide kami dengan peralatan (instrumen) yang relatif primitif,” urai vokalis Debbie Harry via siaran pers resminya.