Sejarah JOGJAROCKARTA FESTIVAL Berlanjut, Apa Saja yang Berubah?

Menyikapi meredanya tekanan pandemi, menjadi momentum menggembirakan bagi pesta musik keras tahunan, JogjaROCKarta Festival. Setelah sebelumnya sempat menggaungkan tema “Rock on Jeep” pada Maret lalu, kini pihak penyelenggara, Rajawali Indonesia mengubah konsep gelarannya.

JogjaROCKarta Festival #5 yang bakal dieksekusi pada 24 dan 25 September 2022 mendatang tersebut tidak lagi menerapkan formasi penonton di atas kendaraan jip (drive-in), sebagai langkah antisipati dalam membatasi kerumunan untuk memenuhi protokol kesehatan. Maka kali ini, tema tersebut diubah menjadi “History Continues”, dimana penonton bisa kembali berdiri sebagaimana layaknya menyaksikan konser, dengan target sebanyak 10.000 penonton. Kebijakan ini diambil sebagai respon atas kondisi termutakhir di Tanah Air.

Saat menggelar konferensi pers pada 14 Juli kemarin, Anas Syahrul Alimi selaku Founder Rajawali Indonesia sekaligus CEO JogjaROCKarta Festival menyatakan, bahwa selepas dua tahun vakum akibat pandemi, kali ini akhirnya JogjaROCKarta diputuskan kembali diselenggarakan. Hanya, seiring waktu berjalan pihaknya banyak melalui dinamika regulasi penyelenggaraan festival musik di Indonesia. Makanya, menyikapi hal tersebut, selepas melakukan rapat koordinasi internal sekaligus merespon keadaan yang terkini, maka diputuskanlah pengusungan tema “History Continues” tersebut.

“Konsep awal itu merespon regulasi yang ada, jadi menonton berjarak. Cara yang paling pas adalah nonton di jip. Tetapi sekarang lebih efektif, dan semua penonton berdiri, bisa lompat-lompat, bisa moshing. Kami kembalikan ke habitat awal musik rock. Dari tema, kami ingin menyampaikan perjalanan JogjaROCKarta harus tetap dilanjutkan, dengan semangat dan pengalaman baru,” tutur Anas meyakinkan.

Kendati demikian, daya tarik penonton berada di atas jip tidak benar-benar dihilangkan. Kehadiran armada tersebut tetap disediakan, namun kali ini sebagai alat penjemputan atau transportasi penonton dari titik kumpul menuju venue konser. 

Selain perubahan konsep, juga terjadi perubahan di lokasi festival. Sebelumnya direncanakan dilaksanakan di LANUD Gading Wonosari, dan kini disepakati geser ke Tebing Breksi, Yogyakarta. Lokasi baru itu dipilih lantaran memiliki landskap eksotis dengan spot yang beragam. Selain itu, sajian festival musik rock, dengan latar tebing bebatuan menjulang tinggi yang bakal dipadu dengan tata cahaya yang bagus diyakini akan menghasilkan kombinasi yang pas. Dan kebetulan, menurut Anas lagi, sejatinya konsep JogjaROCKarta Festival sejak awal memang tidak ingin terpaku pada satu venue saja. 

.

Narasumber konferensi pers JogjaROCKarta Festival (ki-ka): Ahmad Sobirin (Project Manager JogjaROCKarta Festival #5 2022), Bakkar Wibowo (Co Founder JogjaROCkarta Festival), Anas Syahrul Alimi (Founder Rajawali Indonesia & CEO JogjaROCKarta Festival)

.

Walau tanpa dihadiri band dari mancanegara, namun dijamin helatan JogjaROCKarta tahun ini tetap seru dan tentunya menggelegar. Band-band cadas lokal yang dihadirkan adalah yang terbaik, terbising dan yang paling berbahaya di Tanah Air saat ini. Mereka adalah Burgerkill, Deadsquad, Seringai, Edane serta pahlawan death metal lokal yang legendaris, Death Vomit. Lalu ada pula band-band rock sensasional lainnya seperti Jamrud, Superman is Dead, Serigala Malam, The Hydrant, Voice of Baceprot, Prison of Blues serta tambahan line-up; Sangkakala, The Melting Minds hingga band legendaris asal Surabaya, Grassrock.

Oh ya, satu lagi yang tentunya melegakan para rockhead dan metalhead yang ingin menjadi saksi kemegahan JogjaROCKarta, yaitu perubahan di harga tiket masuk. Sebelumnya, tiket dibanderol di harga Rp.750.000,- (Rock on Jeep A) dan Rp.500.000,-(Rock on Jeep B). Kini, harga tanda masuk tersebut diturunkan menjadi Rp.150.000,- (early entry), Rp.200.000,- (reguler) dan Rp.300.000,-(on the spot). Tiket JogjaROCKarta bakal mulai dijual pada 19 Juli 2022, di official ticket partner Tiketapasaja dan aplikasi SerMorpheus. Untuk pembeli tiket lama atau “Rock on Jeep”, akan dihubungi oleh panitia untuk proses pengembalian uang tiket, dan tetap bisa menonton JogjaROCKarta 2022.

Satu hal menarik lagi. Penyelenggaraan JogjaROCKarta 2022 ini juga diklaim sebagai festival rock pertama di Indonesia yang bakal mengusung konsep tiket Non-Fungible Token (NFT).  Tiket bernamakan “JogjaROCKarta Festival NFT” tersebut sebagai bentuk upaya penyelenggara dalam mengikuti perkembangan teknologi NFT yang merupakan inovasi terbaru dalam hal kepemilikan aset digital. Konsep yang bersandarkan pada teknologi blockchain tersebut membuka era baru untuk para artis dan musisi dalam pemanfaatannya. Salah satunya yang berkaitan dengan hak atas kekayaan intelektual. JogjaROCKarta Festival menjadi pioner dalam pemanfaatan teknologi NFT di ranah festival musik rock di Indonesia.

“SerMorpheus sangat bangga bisa menjadi bagian sejarah ajang rock dan metal terbesar di Indonesia. JogjaROCKarta akan menjadi festival musik cadas pertama di Indonesia yang mengeluarkan tiket dengan teknologi NFT”, seru Kenneth Destian Tali, CEO SerMorpheus menandaskan.

Lewat aplikasi SerMorpheus, pengunjung bisa membeli tiket NFT JogjaROCKarta dalam mata uang rupiah, tanpa perlu repot mempunyai aset kripto. Dengan menggunakan teknologi NFT, dipastikan tidak ada lagi tiket palsu yang beredar untuk event Jogjarockarta. Tiket NFT JogjaROCKarta juga bukan tiket biasa, pengunjung akan mempunyai kesempatan untuk mendapatkan real-life benefit pada saat event, tergantung dari jenis NFT yang didapatkan.

Informasi lebih jauh tentang JogjaROCKarta 2022 dapat diikuti melalui akun resminya di Instagram, Twitter dan Facebook @JogjaROCKartaFestival. (*/MK03)

.

.

Jika Anda - para pembaca Musikeras - menyukai tulisan-tulisan kami dan ingin membantu / peduli akan kelangsungan karir media kami, dengan senang hati kami menerima donasi dari Anda secara sukarela. Bantuan dana bisa dikirimkan (transfer) via aplikasi OVO Musikeras 083822872349. Berapa pun bantuan Anda sangat berharga buat kami. Terima kasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *