Dari Titik Terendah, OURS Merilis “Checkpoint, Savepoint, Gamepoint”

Badai internal sempat nyaris meluluhlantakkan guliran karir unit punk rock asal Jakarta ini. Sekitar setahun usai merilis album mini (EP) debutnya, “The World Is Ours” yang beramunisikan enam lagu pada 2020 lalu, musibah duka menimpa OURS. Tepatnya, pencabik bass mereka, Frans H.K. jatuh sakit lalu meninggal dunia.

Sehingga bisa dibilang, saat band bentukan 2015 lalu ini kembali memulai untuk berkarya, sempat hanya diperkuat tiga personel, yakni Herryana Palupa aka Kissout (dram), Ronaldo Siahaya (gitar/vokal) dan Emil Zaky (gitar/vokal). Hingga pada titik tertentu, mereka akhirnya memutuskan untuk merekrut bassis baru. Bergabungnya Muchamad Supriadi aka AQblood (bass/vokal) melengkapi kekuatan OURS untuk mengeksekusi proses kreatifnya, dan berujung pada perampungan album terbaru berjudul “Checkpoint, Savepoint, Gamepoint”. 

Album tersebut merangkum perjalanan OURS dari titik terendah yang dikemas secara emosional dalam proses pengerjaannya. Aransemen musik, penulisan lirik lagu, hingga pergantian formasi secara garis besar memberikan warna tersendiri untuk album debut tersebut. Judul albumnya sendiri dipilih karena menurut mereka cukup mewakili tiga fase perjalanan hidup yang bermula pada ‘pemberhentian, proses penyimpanan hingga target akhir dari ketiga poin itu’.

“Saat proses penggarapan kami memulai semuanya dari nol lagi, dengan segala keterbatasan yang kami punya, kehilangan member sekaligus teman terdekat, mencari pengganti, berselisih paham antar personel, juga realita hidup yang memaksa kami untuk fokus di lain hal. Namun apa pun yang terjadi, kami tetap bersikeras untuk merekam album ini sebagai penghormatan untuk teman yang telah pergi, gairah untuk tetap bermain musik, juga harapan untuk sesuatu yang kami impikan,” urai pihak OURS mengenang perjuangan mereka mewujudkan “Checkpoint, Savepoint, Gamepoint”.

.

.

Proses pengerjaan album dilakukan OURS selama kurang dari setahun, yang bermula pada pertengahan 2021 menuju 2022. Mereka merekam “Checkpoint, Savepoint, Gamepoint” di studio Threesixty Musik, Jakarta bersama Iskandar Azis dari Night To Remember yang membantu mereka dalam penanganan produksi rekaman secara teknis. 

Sebanyak 14 trek yang tersaji di “Checkpoint, Savepoint, Gamepoint” dimuntahkan dengan tipikal geberan punk rock. Menurut tuturan OURS kepada MUSIKERAS, kujur musiknya menggabungkan beberapa elemen sub-genre lain seperti ska, punk, reggae hingga hardcore.

“Tanpa adanya batasan (sehingga) dapat mewakili selera masing-masing pendengar dengan konsep mixed feeling, up and down pada tempo serta diiringi dengan tiga suara vokal yang mampu menyajikan suatu konsep yang lebih luas untuk meraih ‘gamepoint’ itu sendiri. Layaknya sebuah proses dalam permainan untuk mencapai poin tertinggi.” 

Di sebuah lagu yang berjudul “Punkcasilaku”, OURS menyebutnya sebagai salah satu komposisi yang paling menantang eksekusinya saat rekaman secara teknis. “Part dari tempo dram yang cepat harus mengikuti alur metronom dengan isian riff gitar yang cukup kompleks. Terlebih proses pembagian tiga bagian vokal, yang cukup memakan waktu dalam proses rekaman.” 

Lebih jauh tentang dinamika kegesitan punk rock OURS, langsung saja geber album “Checkpoint, Savepoint, Gamepoint” yang sudah tersedia di berbagai platform musik digital seperti Spotify, Apple Music dan Deezer mulai hari ini, 15 Juli 2022. (mdy/MK01)

.

Jika Anda - para pembaca Musikeras - menyukai tulisan-tulisan kami dan ingin membantu / peduli akan kelangsungan karir media kami, dengan senang hati kami menerima donasi dari Anda secara sukarela. Bantuan dana bisa dikirimkan (transfer) via aplikasi OVO Musikeras 083822872349. Berapa pun bantuan Anda sangat berharga buat kami. Terima kasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *