THE HASH SLINGING SLASHER Muntahkan Metalcore Klasik di Lagu Baru

Berawal dari kegemaran memainkan lagu-lagu milik band rock asal AS, Avenged Sevenfold, unit keras asal Denpasar, Bali ini terbentuk. Tepatnya pada 4 Desember 2013 silam. Sempat diperkuat lima orang, dan telah mengalami proses gonta-ganti personel yang lumayan sering, lantaran terbentur perbedaan visi dan misi dalam bermusik.

Kini, The Hash Slinging Slasher (THSS) digerakkan oleh I Nyoman Aditya Bayu Tangkas aka Bayu (vokal), I Made Gede Arya Saputra aka Sugix (gitar), Komang Nugraha Adi Prasetia aka Mang Adi (dram) dan Riko Ardianus Meli (gitar), tanpa pembetot bass. Formasi inilah yang bekerja sama menghasilkan lagu “Pintu Kemenangan”, sebuah rilisan tunggal terbaru yang telah tersedia di berbagai platform digital.

“Pintu Kemenangan” merupakan lagu tentang motivasi hidup, yang menceritakan betapa keras hidup yang sedang kita jalani, betapa beratnya melangkah saat kita sedang berada di titik terendah dalam hidup. Tetapi ketika kita mampu bangkit, mampu berdiri lagi, mampu melangkah dan bahkan mampu untuk berlari, maka ‘pintu kemenangan’ akan terbuka.

Untuk kebutuhan musik, THSS sengaja tidak lagi mencari pemain bass untuk melengkapi formasinya. Sebagai penggantinya, mereka memaksimalkan metode sequencer untuk menampilkan suara bass saat tampil di panggung.

“Bukan hanya bass, kami juga berencana akan memberikan beberapa instrumen lain untuk membuat pendengar merasakan nuansa yang berbeda sekaligus memperkenalkan formasi baru,” seru pihak band kepada MUSIKERAS, beralasan.

.

.

“Pintu Kemenangan” yang direkam di Pizza Record, Denpasar, sedikit banyak menonjolkan karakter metalcore dengan aroma old-school yang kental, dan ada beberapa entakan rock alternatif pada ketukan dram-nya. Ya, inspirasinya tentu saja sebagain besar datang dari Avenged Sevenfold, yang tersirat dari karakter suara vokalis serta juga harmoni melodi pada permainan gitar.

“Lagu ini berkonsep old-school metalcore yang kental, yang bisa dirasakan di awal lagu. Vokal clean berat juga adalah strategi untuk menghantarkan pesan kepada pendengar, (tentang) rasa putus asa ketika berada di titik terendah dalam hidup yang sedang dijalani. As I Lay Dying juga menjadi salah satu band yang berpengaruh di lagu ini, yang bisa dirasakan di bagian breakdown.”

Sambil mempromosikan “Pintu Kemenangan”, THSS juga tengah berusaha mendaur ulang tiga karya lagu lama mereka. Yang pertama lagu “Penyakit Lama”, yang sebelumnya sudap pernah dirilis pada 1 November 2014. Lalu juga dua lagu lainnya yang berjudul “Pembuktian” dan “Akhiri Perbedaan”. Tujuannya, agar THSS bisa memberikan kesan fresh bagi para pendengar mereka, sekaligus mengenalkan formasi terbaru mereka.

“Kami memutuskan untuk mendaur ulang ketiga lagu kami, dikarenakan ketidakpuasan dari hasil rekaman sebelumnya, dan juga didorong oleh hengkangnya bassis kami, sehingga kami hanya beranggotakan empat orang. Satu lagu sudah 70% kami garap, dan masih ada dua lagu lagi yang harus digarap. Ketika semua rampung akan ada single baru lagi yang akan kami muntahkan.” (aug/MK02)

.

.

Jika Anda - para pembaca Musikeras - menyukai tulisan-tulisan kami dan ingin membantu / peduli akan kelangsungan karir media kami, dengan senang hati kami menerima donasi dari Anda secara sukarela. Bantuan dana bisa dikirimkan (transfer) via aplikasi OVO Musikeras 083822872349. Berapa pun bantuan Anda sangat berharga buat kami. Terima kasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *