Menjelang ke Kanada, RISING THE FALL Panaskan Amunisi Baru

Keberuntungan kembali menghampiri Rising the Fall. Pihak Envol et Macadam rupanya mengundang mereka lagi untuk beraksi pada 17 September 2022.
rising the fall

Rising the Fall, band bernuansa hardcore metal dari Jakarta ini pernah mewakili Indonesia untuk tampil di acara Envol et Macadam di Quebec City, Kanada, pada September 2016. Kesempatan itu teraih setelah Rising the Fall berhasil menyingkirkan 10 finalis lewat voting daring dan audisi langsung di atas panggung, yang diselenggarakan oleh Planetrox Indonesia.

Tahun ini, keberuntungan kembali menghampiri mereka. Pihak Envol et Macadam rupanya kembali mengundang Rising the Fall untuk unjuk aksi di hajatan yang sama. Mereka dijadwalkan menjejakkan kaki di panggung Scène du Marché dan Le Scanner pada hari ketiga, tepatnya 17 September 2022.

Eventnya sendiri berlangsung selama tiga hari, dimulai sejak 15 September dan antara lain digetarkan oleh unit punk rock senior asal AS, NOFX serta dua pejuang hardcore Stick to Your Guns dan Terror. Ada juga band tuan rumah, yang diwakili unit deathcore, Despised Icon.

“Betul. Secara resmi dari pihak Envol et Macadam, kami diundang kembali dalam rangka 25 tahun Envol et Macadam, di dua titik venue. (Mereka) sudah rilis press release, materi promo dan invitation. Informasi ini kami terima dari pihak Envol melalui Panji (Heavenrecords),” ujar pihak band mengonfirmasi keabsahannya.

Seolah mengantisipasi peluang membanggakan itu, Rising the Fall yang kini diperkuat formasi Yadi ‘ Yaday’ Martadiredja (bass), Edo Moreno (gitar), Rifan Syahvana (gitar), Nugraha Andiman (dram) dan Andhika ‘Dika’ Candra Putra (vokal) sekalian melakukan pemanasan lewat karya rekaman baru.  

Pada September ini juga, Rising the Fall meluncurkan lagu rilisan tunggal terbaru berjudul “L.A.W”. Lagu tersebut mereka garap produksinya, termasuk pemolesan mixing di A2 Musik Studio, di kawasan Petukangan, Jakarta. Sementara untuk pelarasan kualitas suaranya (mastering) diserahkan sepenuhnya pada Sage Audio. Keseluruhan proses, ujar pihak band lagi, sebenarnya sudah dimulai sejak 2020 lalu.

“Namun karena pandemi sempat terhenti. Single ini merupakan amunisi kami dengan formasi yang sekarang.”

Setelah perilisan “L.A.W”, Rising the Fall kini mulai menyiapkan runtutan kegiatan untuk mempromosikannya, smbil mulai melirik potensi untuk mulai menggarap album penuh.

Sejak terbentuk pada 2010 silam, Rising The Fall sudah merilis satu album bertajuk “Revolusi” (2014), satu rilisan tunggal berformat cover berjudul ”Parade Anjing Liar” (2015) serta dua lagu orisinal lainnya, “Worship” (2018) dan “Metropolis” (2020). Gebrakan mereka di panggung, antara lain terlampiaskan di hajatan-hajatan musik keras bergengsi seperti Hammersonic Festival, Hellprint hingga Rock in Solo. 

L.A.W” kini sudah bisa dilantangkan via berbagai portal digital seperti Spotify, Apple Music dan Deezer. (mdy/MK01)

.

.

1 comment
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
darksovls
Read More

DARKSOVLS: Energi Baru Usai Coki Hengkang

Sebagai lanjutan dari rilisan “Frustrasi Kolosal”, Darksovls kini melontarkan “Spektrum Kedap Cahaya”, menandai era baru yang lebih depresif.
dottland
Read More

DOTTLAND: Bukan D-Beat / Crust Punk yang Pakem

Unit d-beat crust punk Dottland (atau ditulis Döttland) akhirnya merilis album debutnya, “Negara Mati” sebagai ungkapan jujur dalam melihat realita saat ini.