Kali Ini, RISING THE FALL ‘Sekarat’ dan Gelap

“Sekarat” tebarkan eksperimen baru. Selain mengajak vokalis Darksovls/BongaBonga, Rising the Fall juga terapkan distorsi kelam, sekaligus modern.
rising the fall
Rising the Fall

Rising The Fall, band hibrida metalcore dan hardcore dari sisi Jakarta Selatan ini kembali melepas karya barunya. Sebuah lagu rilisan tunggal bertajuk “Sekarat”. Tapi sedikit berbeda, kali ini mereka mengajak salah satu dedengkot skena musik metal Tanah Air, yaitu Daniel Mardhany (Darksovls/BongaBonga) untuk berkolaborasi.

Di lirik “Sekarat” sendiri bercerita tentang ketakutan-ketakutan dalam menjalani hidup, melawan musuh utama, yaitu diri sendiri. Para personelnya, yakni Yadi ‘ Yaday’ Martadiredja (bass), Edo Moreno (gitar), Rifan Syahvana (gitar), Nugraha Andiman (dram) dan Andhika ‘Dika’ Candra Putra (vokal) menggarap “Sekarat” di studio musik A2 di kawasan Petukangan, Jakarta dan mempercayakan pengolahan mixing dan mastering kepada Octa Simatupang.

Kepada MUSIKERAS, Rising the Fall mengungkapkan bahwa penggarapan “Sekarat” berawal dari munculnya ide dadakan, yang terbentuk dari permainan riff-riff gitar bernuansa gelap. “Lalu kemudian (ada) penyesuaian lirik terhadap riff yang gelap tersebut. Setelah selesai, kami rasa featuring Daniel sangatlah ideal dengan konsep lagu ini,” ujar Dika, mewakili rekannya di band.

Dari ide tadi, komposisi “Sekarat” lalu berkembang menjadi sebuah lagu yang fresh, yang berbeda dibanding lagu-lagu Rising the Fall sebelumnya. Penambahan nada-nada gelap tadi, lantas mereka balut dengan racikan sound kekinian sehingga menurut mereka, terdengar cukup fresh untuk didengar.

“Tidak ada acuan yang jelas untuk lagu ini. Hanya saja, lagu ini melalui dua kali penulisan komposisi. Bahkan setelah take semua materi vokal, lagu ini mengalami re-arrangement untuk mendapatkan suatu komposisi musik yang lebih ideal untuk memancing headbanger,” seru pihak band lagi meyakinkan.

Sejak terbentuk pada 2010 silam, Rising The Fall sudah merilis satu album bertajuk “Revolusi” (2014), satu rilisan tunggal berformat cover berjudul ”Parade Anjing Liar” (2016) serta tiga lagu orisinal lainnya, “Worship” (2018), “Metropolis” (2020) dan “L.A.W.” (2022).

Sementara gebrakan Rising the Fall di panggung, antara lain terlampiaskan di hajatan-hajatan musik keras bergengsi dalam negeri seperti Hammersonic Festival, Hellprint hingga Rock in Solo. Tak lupa momen yang paling membanggakan, tampil sebanyak dua kali di pentas Envol et Macadam di Quebec City, Kanada, pada September 2016 dan September 2023.

Pasca perilisan “Sekarat”, sudah ada beberapa rencana yang disiapkan Rising the Fall. Sejauh ini beberapa ide lagu telah dibuat, tinggal penyamaan konsep dan lirik agar karya mereka ke depannya bisa tetap berkesan untuk didengarkan.

Sejak 15 April 2024, ”Sekarat” sudah bisa dinikmati di berbagai platform musik digital seperti Spotify, Apple Music dan YouTube. (aug/MK02)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
darksovls
Read More

DARKSOVLS: Energi Baru Usai Coki Hengkang

Sebagai lanjutan dari rilisan “Frustrasi Kolosal”, Darksovls kini melontarkan “Spektrum Kedap Cahaya”, menandai era baru yang lebih depresif.
dottland
Read More

DOTTLAND: Bukan D-Beat / Crust Punk yang Pakem

Unit d-beat crust punk Dottland (atau ditulis Döttland) akhirnya merilis album debutnya, “Negara Mati” sebagai ungkapan jujur dalam melihat realita saat ini.