Perempuan-perempuan Bergairah di SVNSHINE

Keempat personel band rock yang terbentuk pada 28 Juli 2022 di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah ini dihuni musisi wanita. Mereka dipenuhi gairah… dalam bermusik. Kurang lebih, referensi musikalnya berkisar pada karakter rock ala band-band dunia seperti Arctic Monkeys, Ghost, Nirvana, Avil Lavigne, Paramore dan banyak lagi lainnya.

Konsep itu, kini telah mereka lampiaskan dalam sebuah karya lagu rilisan tunggal debut yang bertajuk “Hello, Hello?”, yang diedarkan via Nolep Records.

Satu hal yang unik, tiga dari empat personelnya sebenarnya merupakan vokalis. Eka Julaika Sari (vokal), Analisa ‘Real’ Realisti (bass) dan Fatma Yanti (dram) pernah menjalani profesi sebagai penyanyi di berbagai café dan coffee shop. Namun ketika mereka akhirnya bertemu dan mulai akrab, terbitlah ide liar untuk mendirikan band bersama. Namun karena tidak mungkin vokalisnya bertiga, Real pun memutuskan belajar memainkan bass dan Yanti mempelajari dram. Sementara Eka direlakan untuk tetap menjadi penyanyi.

Kesepakatan mereka bertiga untuk membentuk sebuah band berkelanjutan hingga mereka mengajak Yuyun ‘Tami’ Utami untuk bergabung dan menjadi gitaris. Tami sebelumnya sudah memiliki band Buas dan Quatrasickhc, dimana ia memainkan gitar dan bass pada band tersebut. Bersama Tami, maka terbentuklah Svnshine.

Walau terbilang pemula dalam bermain alat musik, namun proses pembuatan lagu “Hello, Hello?” justru menjadi pemicu yang baik bagi Svnshine, khususnya Real dan Yanti untuk terus berlatih. Kepada MUSIKERAS, mereka mengakui bahwa proses pembuatan lagu benar-benar disesuaikan dengan kesanggupan mereka. 

.

.

“Kami lebih semangat belajar sambil membuat lagu dari pada mengulik lagu orang yang belum tentu bisa kami pelajari dengan mudah. Tentunya proses pembuatan single ini tidak lepas dari arahan anak-anak Nolep Records yang membantu kami. Untuk kesulitan secara teknis rekaman yang kami alami yaitu, sering mengulang part yang kurang bersih kami mainkan, dram yang power-nya kurang mengentak serta pengucapan vokal yang kurang tepat dalam bahasa Inggris,” beber mereka terus-terang.

Proses penggarapan “Hello, Hello?” sendiri menghabiskan waktu sekitar satu bulanan, terhitung sejak awal hingga akhir Agustus 2022. “Hello-Hello?” direkam di dua kota berbeda. Gitar, bass dan vokal direkam di Nolep Records, Pangkalan Bun. Sementara untuk isian dram dieksekusi secara mandiri di studio rental Rian Musik Studio, Palangka Raya.

Untuk musiknya, Svnshine mencoba mendeskripsikan musik rock dari era ’90-an. Namun dipadukan dengan gaya vokal serta penulisan lirik yang sangat berkaitan dengan era sekarang. “Menurut kami, perpaduan musik inilah yang kami inginkan.”

Setelah perilisan “Hello, Hello?”, Svnshine berencana akan merilis album mini (EP) yang sejauh ini sudah terkumpul sebanyak tiga lagu. (aug/MK02)

.

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
darksovls
Read More

DARKSOVLS: Energi Baru Usai Coki Hengkang

Sebagai lanjutan dari rilisan “Frustrasi Kolosal”, Darksovls kini melontarkan “Spektrum Kedap Cahaya”, menandai era baru yang lebih depresif.
dottland
Read More

DOTTLAND: Bukan D-Beat / Crust Punk yang Pakem

Unit d-beat crust punk Dottland (atau ditulis Döttland) akhirnya merilis album debutnya, “Negara Mati” sebagai ungkapan jujur dalam melihat realita saat ini.