Kekosongan di vokal menjadi salah satu faktor yang membuat unit keras asal Magelang, Jawa Tengah ini terhenti guliran karirnya selama kurang lebih dua tahun. Karena yang menjadi kendala adalah kesulitan merancang lagu jika tak punya bayangan referensi seperti apa vokal yang bakal dilibatkan. Tapi sejak menemukan vokalis baru Pradana Ressa, akhirnya Fornicaras bisa memanaskan mesin kreativitasnya. Hasilnya, sebuah lagu rilisan tunggal baru bertajuk “Houses”.
Kehadiran Pradana – juga tergabung di band A Heart Attack – memperkuat formasi Fadel Diedo (gitar), Fani Sejati (gitar/clean vocal), Sapto Widodo (dram) dan Benandri Dwiki Saputra (bass) diumumkan secara resmi via akun Instagram Fornicaras pada 17 September 2022 lalu. Ia menggantikan posisi yang ditinggalkan Hilman Zulmi yang sudah berkiprah bersama Fornicaras sejak terbentuk pada 2013 silam.
“Vokalis (lama) kami memutuskan untuk keluar dikarenakan ingin fokus untuk keluarganya. Dan menurutnya, akan sulit untuk membagi waktu jika harus meluangkan untuk tetap bermusik. Jadi kami menghormati keputusannya,”cetus pihak band kepada MUSIKERAS mengklarifikasi.
Setelah merasa menemukan setelan yang pas, Fornicaras pun merasa sudah saatnya untuk kembali berkarya. Karena dua tahun tanpa karya, mereka rasa terlalu lama. Dan semakin lama ditunda, semakin tumpul pula kemampuan mereka untuk memulai lagi mencari ide-ide dalam membuat lagu.
“Di jeda waktu dua tahun itu pun sebenarnya kami mencoba untuk membuat materi, tapi rasanya buntu dan tidak menemukan formula yang pas dikarenakan kami tidak punya bayangan bakalan seperti apa vokal dalam lagu yang sedang dikerjakan. Akhirnya banyak materi yang hanya setengah jadi. Setelah vokalis lama kami memutuskan untuk keluar, kami memutuskan mencari vokalis baru, sekitar dua bulan sebelum lagu ini rilis.”
.
.
Dalam menjalani prosesnya, “Houses” dikerjakan secara terpisah, karena masing-masing personel Fornicaras bekerja di kota yang berbeda. Materi mentah dibuat oleh Fani dan disempurnakan oleh Fadel. Sementara di lini dram, penggarapannya dilakukan di Semarang lantaran Sapto bekerja di sana. Ada pula proses revisi bass yang dilakukan bersamaan dengan saat take vokal, karena sang bassis bekerja di Kalimantan, dan pulang tiap dua bulan sekali.
“Kami merevisi (materi) dengan bertukar data. Karena untuk saat ini hanya dua personel yang ada di Magelang. Take vokal dilakukan terakhir, setelah materi musik sudah matang, karena vokalis baru bertempat tinggal di Parakan, dan perjalanan ke Magelang sekitar 1,5 jam. Jadi demi efisiensi, kami membuat beberapa materi, agar saat proses take bisa untuk lebih dari satu lagu. Lagu ini digarap selama sekitar satu bulan, dari guide sampai rampung mixing dan mastering. Proses rekaman kami lakukan secara mandiri.”
“Houses” sendiri disuguhkan dengan menghadirkan racikan musik metalcore yang lebih dewasa, dengan bumbu melodic hardcore di dalamnya. Referensi terbesar mereka, baik dari sisi tuturan lirik maupun musikal, banyak datang dari While She Sleeps, tepatnya dari album debut mereka, “This is the Six” (2012). “Beberapa referensi lain adalah Counterparts dan Defeater. Sedangkan referensi bagian ambience di lagu ini terinspirasi dari God is an Astronaut dan Pianos Become the Teeth.”
Usai melepas “Houses”, Fornicaras mengakui belum merancang rencana apa-apa ke depannya. Tapi yang jelas, mereka memiliki beberapa materi yang sudah hampir jadi. “Kami belum memutuskan untuk merilisnya dengan timeline yang seperti apa, kami belum berdiskusi secara mendalam perihal EP atau album. Yang kami lakukan untuk saat ini adalah membuat materi sampai menjadi lagu yang utuh dan sebisa mungkin konsisten merilis lagu baru 2/3 bulan sekali.”
“Houses” sudah bisa disimak di berbagai platform digital seperti Spotify, Apple Music, Joox, Tidal, Deezer, Shazam, Amazon Music hingga YouTube Music. (aug/MK02)
.
.