Sebuah karya lagu rilisan tunggal terbaru dilampiaskan oleh unit keras asal Bekasi ini. Judulnya “Broken”, yang dipersembahkan sebagai penegasan bahwa I Punch Werewolf masih menggeliat dan masih terus bergerak untuk menggebrak skena.
Melodi dan lirik lagu “Broken” yang mengayun dibalut dengan hantaman distorsi yang padat membuat atmosfer lirih namun juga marah tak terhindarkan. Lagu itu sendiri bercerita tentang seseorang yang terluka hingga pada titik maksimum sehingga tidak bisa merasakan apa apa lagi. Pada titik ini, mereka menyebutnya dengan istilah ‘broken’. Penggalan lirik ‘say your prayer, god won’t be there’ menegaskan bahwa pada titik ini seseorang akan merasakan keputusasaan yang mendalam.
“Broken”, bisa dibilang makin menunjukkan sisi kematangan I Punch Werewolf dalam bermusik. Terlihat dari pengolahan aransemen musik yang lebih ‘lembut’ namun tanpa menghilangkan ciri mereka sebagai band metal. Liriknya yang lebih emosional membuat “Broken” semakin terdengar lirih namun marah, plus dukungan karakter vokal yang berubah dan makin berwarna.
Para personel I Punch Werewolf, yakni Dimas Anggara (vokal), Dimas Pradika (gitar), Rizky Rinaldi (bass) dan Andi Setiawan (dram) sebenarnya memulai peracikan “Broken” sejak 2020 lalu. Tetapi saat itu, belum dilengkapi dengan lirik.
“Karena pandemi jadi kami urungkan niat untuk menyelesaikan lagu di tahun tersebut. Proses menyelesaikan lagu ini dimulai lagi pada akhir 2021, dari lirik dan aransemen yang disesuaikan lagi dengan atmosfer yang diciptakan lirik. Proses rekaman dimulai awal 2022, dikerjakan secara kolektif di rumah dan dibantu oleh Romghi untuk mixing dan mastering,” urai pihak band kepada MUSIKERAS mengungkapkan proses kreatifnya.
Seperti sudah disinggung tadi, bahwa sisi emosional yang terlampiaskan di lirik sangat menginspirasi olahan aransemen di “Broken” secara keseluruhan. “Dalam kondisi seperti itu, kami ingin mendengarkan lagu yang soft tapi juga bisa (sekaligus) melepaskan sisi emosi itu sendiri,” papar I Punch Werewolf lagi, yang kali ini mengakui banyak mendengarkan referensi lagu-lagu dari band dunia seperti Loathe, Sleep Token, Slipknot hingga Counterparts.
Jika dibandingkan dengan karya-karya I Punch Werewolf sebelumnya, mereka menegaskan jika kali ini memang lebih mengarahkan fokus ke pelepasan emosi tadi, bagaimana lagu tersebut bisa mewakili rasa yang terkurung dan tak bisa dilepaskan, dan akhirnya kini bisa terlepaskan.
I Punch Werewolf yang terbentuk sejak 2009 silam sebelumnya sudah mencatatkan karya rekaman berupa album berjudul “Destiny” yang dirilis pada 2013, serta dua lagu rilisan tunggal bertitel “Distorsi Ambisi Pribadi” (2014) dan “Manusia” (2018). Semua lagu tersebut bisa didengarkan di kanal YouTube serta platform digital Spotify. (aug/MK02)
.
.