UNDIMENSION Letupkan ‘Antitesis’ Awal di Ranah Death Metal

Satu lagi pelantang keseruan death metal hadir ke skena independen. Kali ini berasal dari Tangerang, yang langsung menggebrak lewat amunisi panas debutnya bertajuk “Antitesis”. Lagu rilisan tunggal tersebut dicecar dalam tempo cepat, dan dibalut dengan tata suara yang modern.

“Antitesis” sendiri, dikoarkan Undimension lewat lirik yang menceritakan tentang resistensi sebuah pemikiran yang seharusnya baik namun terhalang oleh nilai-nilai yang menyimpang di era kontemporer hingga menciptakan asimilasi terhadap nilai-nilai pemikiran, moral dan norma-norma agama.

Proses penggarapan rekamannya, dieksekusi Rizky Al Anshary (vokal), Gambino Gosal (gitar), Lukman Hakim (gitar), Nanda Milhan (bass) dan Ferry Tomo (dram) dalam waktu yang lumayan lama, lantaran beberapa kali disela proses revisi. Termasuk dalam urusan penataan karakter suara instrumennya. Keseluruhan rekamannya dilakukan di rumah Christian ‘Kice’ Wailan Mamuaya, mantan gitaris band pop bernuansa jazz era 2000-an, Bunglon. Mulai dari proses pemilihan sound, tracking hingga pemolesan mixing dan mastering.

“Dari segi musikal, kami menyatukan beberapa nada yang menurut kami asik,” seru pihak band kepada MUSIKERAS, menjelaskan konsep musiknya.

.

.

Lagu “Antitesis” tersebut, menurut mereka, merupakan persepsi dari para personel Undimension mengenai kehidupan sosial yang terkadang menjadi berbeda di dalam realita, yang lantas mereka kemas dengan geberan musik yang variatif.

“Ciri musik kami menggunakan berbagai pendapat, mulai dari riff sampai ke bagian-bagian yang di dalamnya ada (unsur) akustik, yang lalu dicampur distorsi dengan nada-nada klasik, nada phyrgian dan (bahkan) ada kord jazz yang jadi campuran. Seperti di lagu ‘Antitesis’ yang menjadi kolaborasi nada satu dan dua pada gitar ditambah pengiringan bass yang variatif bersama tempo dram yang ngebut.”

Dalam mengeksekusi aransemennya, Undimension lumayan banyak berkiblat pada geberan band-band berunsur death metal mancanegara macam Obscura, Psycroptic hingga Lorna Shore serta dari nada-nada musik klasik yang menurut mereka seru.

Usai peluncuran “Antitesis”, rencana Undimension selanjutnya ialah fokus mengenalkan lagu mereka kepada publik melalui kegiatan panggung. Juga ada wacana untuk merilis demo terlebih dahulu, serta rekaman beberapa trek lagi untuk kepentingan album.

“Antitesis” kini sudah bisa dilantangkan di berbagai platform digital sejak 27 Desember 2022 lalu. (aug/MK02)

.

.

1 comment
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
incremation
Read More

INCREMATION: Kini Dinaungi Label Asal AS

Melalui New Standard Elite, Incremation merilis “Litany of Deliverance” yang sedikit banyak merupakan gambaran awal dari wajah album terbarunya nanti.
analtopsy
Read More

ANALTOPSY: Semakin Sadis dan Gelap

Melalui album mini (EP) “Septic Overload”, Analtopsy melangkah lebih jauh, dengan distorsi yang lebih berat, lebih kotor dan lebih brutal dari sebelumnya.
antrodemus
Read More

ANTRODEMUS: Death Metal 70-an?

Album terbaru Antrodemus, “Annihilation” memperlihatkan arah baru musik mereka yang semakin progresif, yang menyatukan agresi ekstrem dengan refleksi filosofis.
tcwc
Read More

TCWC: ‘Genosida’ Berdaya Ledak Tinggi

Suarakan perlawanan terhadap manipulasi politik dan agama, The Chance We Created (TCWC) melepas lagu baru, sebuah pesan sosial-politik yang sangat berani.