Awal 2023, SINUSITIS Semburkan Sembilan Harmonisasi Cadas

Membuka 2023, kuartet death metal asal Jakarta Timur ini meneruskan momentum karir yang telah mereka bangun sejak awal dekade 2000-an. Sinusitis baru saja melepas album terbarunya, yang berjudul “Evolution Seven Gates Of Hell” dengan sembilan komposisi berharmonisasi cadas di dalamnya.

Eksekusi rekaman album yang bertemakan tentang kejiwaan manusia terhadap dirinya sendiri, orang lain, Tuhan dan juga arah kehidupan hingga kematiannya tersebut, digarap Sinusitis selama kurang lebih tiga bulan di Venom Studio Recording dan Rintop Studio Recording. Sementara untuk pemolesan mixing dan mastering selama satu bulan setengah dijalankan di Rahasia Mixing & Mastering Lab.

“Proses kreatif kami dalam penggarapan album ini adalah dengan pemisahan tempat rekaman yang berbeda-beda untuk setiap personel. Hal ini untuk menunjang kebutuhan akan kualitas dan kebutuhan masing-masing. Tiap personel bebas memilih tempat rekaman sesuai kebutuhannya,” ujar pihak Sinusitis kepada MUSIKERAS mengurai metodenya.

Di “Evolution Seven Gates Of Hell”, Sinusitis yang diperkuat formasi Ridho ‘Idoy’ Smith (vokal), Amir ‘Amink’ Hamzah (gitar), Ramdhani ‘Bhotel’ Wijatniko (dram) dan Rohman (bass) masih menerapkan konsep death metal gaya lama, dengan menyerap berbagai sumber referensi. Antara lain berasal dari band-band gahar dunia seperti Necrophagist, Death, Children Of Bodom, Suffocation, Sepultura hingga Metallica.

.

.

“Tapi kami mengolaborasikannya dengan nada-nada yang lebih berharmonisasi, easy listening dan sedikit memasukan unsur teknikal,” seru Sinusitis lagi, memperjelas.

Dari sembilan lagu yang menjadi amunisi panas di album “Evolution Seven Gates Of Hell”, Sinusitis menyebut lagu yang berjudul “Istidraj” sebagai komposisi yang menantang saat mengeksekusi rekamannya. Alasannya, “Karena terdapat pattern vocal dengan tempo yang cepat dan lebih rapat.”

Sebelum meluncurkan “Evolution Seven Gates Of Hell”, Sinusitis sudah lebih dahulu berbekal album penuh “Life Lost In Vain” (2002), lalu album mini (EP) “3 to Witness” (2011) dan rilisan tunggal “Mati Membusuk” (2017). Mereka juga dikenal telah malang-melintang di berbagai hajatan ‘bawah tanah’ Tanah Air, dan ikut serta di beberapa proyek album kompilasi metal seperti “Metalik Klinik 7”, “Insan Canibalism”, “Brutally Sickness”, “Dimensi Kematian” dan lain-lain. 

“Evolution Seven Gates Of Hell” sudah bisa digeber via akses platform digital seperti Spotify, Apple Music, Amazon Music, Deezer, Napster, TikTok, Tidal, iHeartRadio, Resso, Joox dan masih banyak lagi. (aug/MK02)

.

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *