“Warta Anomali” Meluaskan Eksplorasi Hardcore RAUNG TIMUR

Saat pertama kali terbentuk pada 2011 silam, band hardcore asal Surabaya, Jawa Timur ini sempat mengibarkan nama Dead Light Sometimes, sebelum disepakati berubah nama menjadi Raung Timur pada 2018. Dengan identitas barunya, mereka sepakat terus memperluas eksplorasi musiknya, seperti yang sudah dimulai dari lagu debutnya, “Bidat Samsara” yang dirilis pada 27 Desember 2020 lalu.

Kini, Raung Timur meneruskan momentum kreativitasnya dengan melepas lagu rilisan tunggal kedua yang bertajuk “Warta Anomali”, tepat di hari terakhir dalam kalender 2022. Sekaligus, mereka juga mengumumkan formasi terbaru, dimana Daniel Beltsazar (vokal), Rizal Khulaivi (gitar) dan Bagus Prakoso (dram) diperkuat kontribusi nafas baru di posisi bass, Bagas Prasetya dari No Regrets.

Dari segi lirik, “Warta Anomali” disajikan tidak jauh berbeda dibanding “Bidat Samsara”. Juga bercerita tentang keadaan sosial dari sisi penyelewengan ajaran beragama. “Lirik yang mengingatkan kita akan maraknya kesesatan dalam memeluk kepercayaan,” ujar pihak band kepada MUSIKERAS, memberi penegasan.

.

.

“Warta Anomali”, secara teknis, digarap hanya dalam dua hari proses perekamannya. Keseluruhan dieksekusi di Musikal Musik Studio. Namun ada jeda beberapa hari dari hari pertama sampai hari kedua. Dan secara teknis, para personel Raung Timur mengaku tidak menemui kendala yang terlalu serius, kecuali mencoba memperlebar referensi dari masing-masing personelnya. “(Kami) Hanya menyetel ulang agar suara yang terdengar tidak jauh berbeda dari single sebelumnya.” 

Satu yang pasti, untuk penggodokan aransemen “Warta Anomali”, Raung Timur tak ingin terbatasi. Beberapa unsur dibiarkan saling silang. Ada elemen thrash metal pada permainan gitarnya, lalu dentuman bergestur hardcore pada bass dan dram, yang dikombinasikan dengan teriakan lantang dalam bernyanyi. 

“Kami lebih memilih bebas berkarya dengan benang merah hardcore dari tiap personel, meskipun masing-masing memiliki banyak referensi yang berbeda. Sehingga secara alami, lahirlah single ‘Warta Anomali’.”

Lebih jauh, referensi musik yang sedikit banyak menjadi acuan antara lain diserap dari band-band dunia seperti Machine Head, Knocked Loose, Architects dan pahlawan lokal, Seringai. Khususnya untuk penerapan penalaan (tuning) gitar yang menghasilkan garukan riff yang sangat rendah. 

“(Lalu) digabung dengan ketukan dram seperti (band) Incendiary, Rotting Out, Expire, dengan lirik yang dinyanyikan dengan teriakan yang lantang seperti Kurt Habelt (Siege), Shawn Elliott (Capitalist Casualties) dan Avi Kulawy (Magrudergrind).”

Rencananya, akan ada lagi lagu tunggal terbaru yang bakal diluncurkan Raung Timur setelah “Warta Anomali”. Pengerjaannya dilakukan secara paralel dengan pengonsepan album mini (EP). “Kami juga akan mencoba mengaransemen dan merilis ulang lagu kami yang lama, saat band kami masih bernama Dead Light Sometimes.”

Dengarkan “Warta Anomali” via berbagai platform musik digital seperti Spotify, iTunes, Apple Music dan masih banyak lagi. (aug/MK02)

.

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *