JERUJI BASTARD Berkoar Lagi, Hujat Kaum “Oligarki”

Selepas membocorkan dua komposisi bervoltase tinggi, “1312” dan “Balas Libas” tahun lalu, kini peletup keberingasan heavy punk inferno asal Yogyakarta ini melampiaskan lagu rilisan tunggal ketiga dari album mini (EP) yang kini tengah dipanaskan di studio rekaman. Kali ini, bertajuk “Oligarki” dan sudah digulirkan bagai bola api ke skena bawah tanah sejak 20 Januari 2023 lalu. 

“‘Oligarki’ adalah bocoran penutup untuk rangkaian single yang akan kami kemas dalam EP, yang rencananya kami selesaikan tahun ini,” beber pihak Jeruji Bastard kepada MUSIKERAS. “Jika tidak ada kendala, Juni atau Juli EP tersebut kami tuntaskan dan siap dirilis. Setelah rilisan ‘Oligarki’ ini, akan ada dua atau tiga lagu lagi yang akan kami olah dan rekam untuk dirilisfisikkan bersama tiga bocoran single yang sudah kami share bebas (sebelumnya).”

Tak beda dibanding karya-karya mereka sebelumnya, muntahan liriknya tetap menjadi senjata untuk menyuarakan perlawanan. Kali ini – sesuai judulnya – menyoroti lintah-lintah oligarki yang mereka anggap semakin banyak menghisap darah negeri, dan menempel di berbagai aspek kehidupan di Bumi Pertiwi. Mereka menguasai tambang, mengeruk alam, menghancurkan hutan, mengubur tanah-tanah subur, menggusur tanah adat, demi kepentingan kepentingan golongan sendiri yang selalu ditamengi oleh dalih-dalih pembangunan dan kemajuan. Bahkan niat itu semakin dikuatkan pula dengan undang-undang satu arah, rancangan komplotan sendiri yang melindungi kepentingan-kepentingan bisnis iblis mereka, yang tak segan memenjarakan dan membungkam siapa pun yang merintangi proyek culasnya.

“Setiap lagu perlawanan barangkali tak sampai atau tak terdengar ke kuping-kuping mereka ‘yang terhormat’. Bahkan bisa saja suatu hari, sebilah lagu ini akan patah atau pun kalah. Namun kalah setelah bersuara nampaknya lebih baik daripada menyerah tanpa menyuarakan apa pun yang nyata-nyatanya memang jadi keresahan kita bersama. Berpura-pura baik saja di tengah carut-marutnya persoalan negeri yang jelas tidak baik-baik saja bagi kami juga bukan satu pilihan yang memuaskan hati.”

Tentu saja, lirik butuh siraman bensin untuk membuatnya bertenaga dan berdaya ledak tinggi. Dan hardcore punk yang dilumuri berbagai macam mesiu musik ekstrim kembali digolakkan trio Bayu Rasmana (vokal), Indra Kurniawan (gitar), Rhian Ardian (bass) dan Dendra Hadi Pratama (dram) untuk melesatkan “Oligarki”. 

.

.

“Kali ini eksplorasi lebih luas dengan menambahkan beberapa unsur musik ekstrim lainnya seperti neo-crust, sludge, hardcore, thrash dan heavy metal, ditambah (permainan) solo gitar yang terasa sangat otentik, dengan rasa heavy metal 80-an yang dimainkan oleh SkinheadBop,” seru pihak Jeruji Bastard, sambil menyebut band-band dunia seperti Wolfbrigade dan Fredag den 13:e (Swedia), Integrity dan The Casualties (AS) hingga Judas Priest (Inggris) sebagai sumber inspirasi.

SkinheadBop sendiri adalah nama panggung Wahyu ‘Hendi’ Dwi Handoko, gitaris dari band beringas legendaris kebanggaan skena Yogyakarta, Something Wrong (SWYKHC) serta The Glad. Selain berbagi isian solo gitar dengan Indra Kurniawan, ia juga dihadirkan untuk berkolaborasi, berbagi teriakan vokal dengan Srowd.

“Ini adalah proyek kolaborasi dua generasi berbeda, dimana SkinheadBop sendiri sudah malang-melintang di skena underground Indonesia dan Yogyakarta pada khususnya sejak pertengahan ’90-an. Sikap dan attitude-nya yang down to earth serta dedikasi, support dan motivasinya terhadap band yang lebih muda di skenalah yang menjadi alasan teratas kami untuk mengajak beliau ikut andil menyumbangkan ‘api’-nya di lagu tunggal yang kami rilis kali ini. Selain daripada itu, warna musik yang diusung SkinheadBop bersama Something Wrong juga kami rasa sangat pas untuk dipadukan dengan musik yang kami garap di ‘Oligarki’.”

“Oligarki” sendiri digarap dari ide lirik dan riff buatan Dendra Hadi Pratama, yang kemudian dikembangkan dan dimatangkan bersama personel lainnya di studio. Kurang lebih memakan waktu tiga bulan durasi peracikannya, sampai komposisi dan aransemennya dirasa sudah memuaskan. Proses perekaman dituntaskan pada Desember 2022 di WatchTower Record, Yogyakarta, studio milik Yuda Hasfari ‘Bable’ Sagala (Metallic Ass). Bable juga dipercayakan mengawal teknis rekaman hingga pemolesan mixing dan mastering.

Jeruji Bastard yang telah menggeliat sejak 2008 silam, sejauh ini sudah mengoleksi dua rilisan EP, masing-masing berjudul “Pembuktian” (2009) dan “Sure In This Way” (2016). (mdy/MK01)

.

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *