THE ARK Lepas “Masa” dengan Konsep Modern Rock Pekat

Awal 2023, ditargetkan oleh band asal kota Magelang, Jawa Tengah ini sebagai momentum pembuktian eksistensi mereka dalam bermusik. Dengan membawa semangat pemberontakan diri dan mendobrak zona nyaman yang menurut mereka semakin lama menjadi kepalsuan, The ARK pun meluncurkan lagu rilisan tunggal keduanya yang bertajuk “Masa”.

Lagu ini menceritakan ketidakberdayaan makhluk terhadap Sang Waktu. Penuh misteri dan tidak ada yang dapat mengetahui selain Sang Waktu, dimana waktu adalah perwujudan dari manifestasi Tuhan itu sendiri.

Sebelumnya, The ARK yang terbentuk pada 20 November 2020 lalu, dan kini digerakkan formasi Riyan Danu (vokal/gitar), Kharisma Faishal (gitar), Hendra Agustian (bass) dan Bagus Munir (dram) sudah merilis “Fenomena” sebagai lagu rilisan tunggal debutnya pada 2021 lalu. “Masa” sendiri, dibuat oleh The ARK tepat setelah peluncuran “Fenomena”. 

“Kami mengonsep lagu ‘Masa’ hampir 4-6 bulan. Proses rekaman memakan waktu yang cukup lama sekali karena masih banyak isian instrumen yang harus ditambahkan, sehingga tidak dapat kami keluarkan segera setelah single ‘Fenomena’. Sedikit berbeda tetapi tetap dengan konsep aliran yang sama, dan baru dapat kami keluarkan di awal 2023. Kami melakukan take instrumen di Evolve Studio yang menjadi markas kami dan dibantu oleh Fadel Diedo untuk (eksekusi) mixing dan mastering di lagu kami ini,” urai pihak band kepada MUSIKERAS, panjang lebar.

Untuk kedua lagu yang telah mereka lempar ke publik, The ARK menerapkan konsep rock yang terbilang mengarah ke modern, atau alternative rock yang menjurus kepada beat serta pola ketukan dram yang dewasa dan tidak meggebu-gebu.

.

.

Riff gitar tidak terlalu rumit dengan menggabungkan sedikit musik elektronik. Kami juga masih memakai unsur classic rock di musik kami dengan menambahkan lead gitar di sana sebagai salah satu ciri khas kami.”

Saat meracik komposisinya, para personel The ARK sedikit banyak terlecut oleh berbagai referensi yang mereka asup. Tidak sedikit datang dari karya-karya band dalam negeri. Sebutlah di antaranya seperti Captain Jack, Burgerkill, Dewa 19, Edane, PAS Band hingga Kobe. Sementara untuk band luar, mereka menyerap sari dari Metallica, Dream Theater, Avenged Sevenfold, Linkin Park serta beberapa band kekinian macam Falling In Reverse, Escape the Fate, Bring Me the Horizon dan Palaye Royale.

Jika dibandingkan dengan lagu “Fenomena”, terapan konsep di “Masa” sedikit membawa perubahan. Terutama pada instrumen dasar, dimana The ARK menambahkan alunan biola dan cello untuk menambah kesan megah di lagu tersebut.

“Untuk ‘Masa’ sebenarnya kami ingin konsep musiknya lebih ‘rock’ dibandingkan dengan ‘Fenomena’, serta tidak lupa sedikit unsur elektronik yang juga dimasukkan lebih banyak, tetapi tidak meninggalkan unsur khas dari musik kami di dalam lagu tersebut.”

Setelah perilisan “Masa”, The ARK berencana untuk meluncurkan satu lagu lagi dalam waktu dekat ini, sebagai penutup sebelum melampiaskan album mini (EP) yang bakal beramunisikan lima lagu. Lewat karya-karya tersebut, The ARK ingin membuktikan bahwa rock di Magelang masih belum pudar, dengan adanya eksistensi mereka.

Untuk mendengarkan “Masa”, bisa mengaksesnya di berbagai platform digital penyedia jasa dengar musik format digital seperti Spotify, iTunes, Soundcloud dan Youtube. (aug/MK02)

.

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts