Dari Cirebon, DISTGARD Semburkan EP “Why Not?” yang Agresif 

Usai melantangkan gebrakan debutnya lewat lagu rilisan tunggal bertajuk “Blatherskite” pada Februari 2023 lalu, kini unit keras asal Cirebon, Jawa Barat ini melengkapinya dengan melampiaskan sebuah album mini (EP) yang diberi judul “Why Not?”.

Karya kolektif perdana yang memuat lima amunisi orisinal dari Distgard tersebut dilepas secara sah pada 1 Maret lalu, sebagai introduksi dan pembuktian dari eksistensi mereka. Para personelnya – Brahma Kusuma Purba Ningrat (vokal), Hendrik Sugiarto (gitar), Wawan Setiawan (bass) dan Wisnu Budi Putra (dram) – menggarap materi “Why Not?” hanya dalam waktu kurang lebih sebulan.

Mereka menghabiskan sekitar enam pembagian jadwal rekaman (shift), plus sebulan untuk proses pemolesan mixing dan mastering yang dipercayakan kepada engineer Hamzah Kusbiyanto. Eksekusi keseluruhan proses rekaman dilakukan Distgard di beberapa studio di Cirebon. seperti di Jags Studio untuk dram, lalu Freak Studio untuk gitar dan bass, serta Jo Studio untuk vokal.

“Proses pembuatan materi EP ini kami lakukan dengan workshop, dari pembuatan konsep sampai aransemen musik selama sekitar enam bulan, sebelum akhirnya masuk ke tahap rekaman. Waktu yang kami rasa terbilang cepat untuk proyek baru seperti Distgard, yang digarap di sela-sela kesibukan bekerja masing-masing personel,” ujar pihak Distgard mengungkap proses di balik layar.

.

.

Distgard sendiri menyebut garis besar dari konsep musik yang mereka terapkan di “Why Not?” sangat kental akan geberan hardcore. “Kami mencoba menyajikan musik yang cepat, agresif, groovy dan lugas,” seru mereka menegaskan.

 Pada saat peracikan komposisi serta aransemennya, para personel Distgard mengonsumsi beberapa referensi. Mulai dari riff-riff gitar ala No Innocent Victim dan Strife, isian permainan bass seperti Judge dan Ensight dan beberapa entakan groovy ala Hatebreed. “Band-band itu cukup menginspirasi dan mempengaruhi proses kreatif Distgard dalam pembuatan EP ‘Why Not?’.”

Tapi dari lima lagu yang mereka lontarkan, Distgard menyebut lagu “Blatherskite” yang memberi mereka tantangan secara teknis saat menjalani rekamannya. Mungkin – kata mereka – lantaran lagu tersebut bertempo lumayan cepat dan padat. “Salah satu kesulitan sangat terasa oleh Brahma pada saat take vokal. Menurut beberapa personel juga merasa tertantang di lagu ‘H.A.K.A’ karena di lagu ini menggunakan dua tempo yang berubah-ubah di setiap bagian.”

Distgard yang baru terbentuk pada akhir 2022 lalu, sudah menyusun sejumlah rencana pasca perilisan “Why Not?”. Rencana terdekat, mereka ingin membuat pesta peluncuran sederhana bersama beberapa band rekan mereka di Cirebon. Lalu, selanjutnya menjalankan tur akhir pekan ke beberapa kota, sambil menyiapkan materi untuk pembuatan album penuh perdananya.

“Semoga diberi kesehatan dan kelancaran agar rencana ini bisa terwujud, Aamiin.”

“Why Not?” kini sudah bisa didengarkan di kanal Bandcamp serta YouTube. Selain itu juga tersedia dalam format rilisan fisik berbentuk CD. (aug/MK02)

.

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
darksovls
Read More

DARKSOVLS: Energi Baru Usai Coki Hengkang

Sebagai lanjutan dari rilisan “Frustrasi Kolosal”, Darksovls kini melontarkan “Spektrum Kedap Cahaya”, menandai era baru yang lebih depresif.
dottland
Read More

DOTTLAND: Bukan D-Beat / Crust Punk yang Pakem

Unit d-beat crust punk Dottland (atau ditulis Döttland) akhirnya merilis album debutnya, “Negara Mati” sebagai ungkapan jujur dalam melihat realita saat ini.