Lepas “Enam Duabelas”, CONVALESCENT Resmi Hijrah ke Metalcore

Berbeda dibanding materi-materi sebelumnya yang bernuansa pop-punk atau post-hardcore, kegelapan yang dibawa oleh band asal Bekasi ini telah berevolusi menuju ke arah metalcore. Ditandai lewat peluncuran lagu rilisan tunggal terbarunya yang berjudul “Enam Duabelas”. Di sini, Convalescent membawa esensi metalcore yang sebelumnya belum pernah mereka lakukan, dimana mereka melampiaskan komposisi yang jauh lebih agresif. 

Pergeseran ini kini dimungkinkan setelah band yang terbentuk pada 2020 lalu tersebut melakukan reformasi di susunan formasinya. Saat formasi awal, khususnya ketika Convalescent merilis album mini (EP) berjudul “All Over the Place” serta satu lagu tunggal bertajuk “Dalam Hampa” pada 2021 lalu, paham yang mereka terapkan masih berkiblat pada musik-musik beraliran pop punk serta emo.

“Melihat kondisi line-up yang terbaru, kami melihat adanya potensi untuk beralih ke genre metalcore. Sebelumnya, kami merupakan band beranggotakan lima orang dan salah satu personel kami – di dram – memutuskan untuk keluar. Seiring berjalannya waktu, kami terlahir kembali dengan mengundang screamer kami dan dramer yang juga begitu tertarik memainkan genre metalcore yang sebelumnya ingin kami mainkan,” urai pihak Convalescent kepada MUSIKERAS mengungkap alasan mereka pindah ‘agama’.

Di lagu “Enam Duabelas”, ujar mereka lagi, inspirasi dari band-band nu-metalcore lumayan banyak mempengaruhi proses peracikan komposisi serta aransemennya. Di antaranya mereka menyerap karya-karya musik dari band dunia macam Alpha Wolf dan Dealer yang berasal dari Australia serta Varials (AS), yang lantas dipadukan dengan sedikit elemen symphonic yang membalut instrumentasinya.

“Tahun 2023 ini akan menjadi introduksi kami kepada Convalescent yang baru dengan aliran metalcore. Tanggal 4 Mei 2023 (mendatang), kami akan merilis single terbaru kami juga, dan bila situasi dan kondisi memungkinkan kami akan merilis EP terbaru kami pada akhir tahun 2023. Sejauh ini kami sudah menulis demo-demo dimana beberapa di antaranya – termasuk rilisan terbaru kami pada bulan Mei nanti – sudah direkam dan diproduksi.”

Convalescent sendiri awalnya dibentuk oleh gitaris Randy Aris dan Tengku Ferdiansyah, bassis Arfan Wiantara, vokalis Angelia Evelyn dan dramer Alghifari Waluya. Namun nama yang disebut terakhir lantas hengkang pada 2022 lalu karena adanya perbedaan visi. Selanjutnya, band ini menyambut bergabungnya vokalis Abid Raihan serta dramer Hilmy Zaidan pada awal 2023. Abid Raihan sendiri sebelumnya sempat menjadi dramer sementara di Convalescent menggantikan Alghifari.

.

.

Penambahan personel dan perubahan posisi menjadi titik awal dari kelahiran Convalescent kembali sebagai band. Setelah absen setahun dalam perilisan materi, mereka siap menancapkan taring mereka lewat lagu “Enam Duabelas”. Karya terbaru itu juga menunjukkan bagaimana Convalescent telah berkembang dalam segi penulisan dan produksi materi, bila dibandingkan dengan lagu-lagu karya mereka sebelumnya. 

Seperti yang sudah diurai di atas, “Enam Duabelas” merupakan lagu Convalescent yang lebih keras dan agresif, namun juga diberi sentuhan sekumpulan puisi yang mencurahkan amarah dan penolakan atas tidak adanya keadilan dari undang-undang yang ditetapkan oleh ‘orang di atas sana’. Elemen-elemen lain yang dihasilkan oleh synthesizer juga menguatkan esensi kerusakan yang ingin mereka bawa, direfleksikan dari kerusakan yang disebabkan oleh peraturan-peraturan yang malah menghimpit rakyat-rakyat biasa. 

“Enam Duabelas” dikerjakan Convalescent secara kolektif, dengan Randy Aris menjadi tulang punggung dalam penulisan instrumen. Bagian lirik dikerjakan oleh Abid Raihan dan Angelia Evelyn, dan Hilmy Zaidan memegang tanggungjawab penuh dalam perekaman dram. Pemolesan mixing dan mastering juga dikerjakan secara mandiri oleh Randy Aris dan Hilmy Zaidan.

Sejak Maret 2023 lalu, “Enam Duabelas” sudah bisa dilantangkan di berbagai platform musik digital. (aug/MK02)

.

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
no8
Read More

NO8: Nadin Amizah Versi Modern Metal?

Fenomena band atau solois rock berkedok dan merahasiakan identitas aslinya mulai menjalar ke Indonesia. Salah satunya diadopsi NO8 yang berasal dari Bandung.