Lewat perdebatan sengit, unit hardcore asal Bandung ini akhirnya memutuskan untuk mengawali gebrakan karirnya tanpa merilis lagu rilisan tunggal pembuka. Seperti yang lazim dilakukan band-band lain. Stand Still, dengan kesadaran penuh, memilih langsung menumpahkan seluruh ide musikalnya lewat sebuah karya rekaman berformat album mini (EP), yang diberi judul “Biru Kelabu”.
Sedikit mundur ke belakang. Saat band bentukan 28 Juli 2022 ini telah menemukan formasi lengkapnya – yakni Adi Pradana aka Orot (vokal), Adjie Agung Nugraha aka Tampil (gitar), Bagus Triwahyudianto aka Dadengs (gitar), Willy Firmansyah aka Wilskay (bass) dan Noor Iqbal Rizky Adya Pratama aka Jijah (dram) – mereka sempat sepakat untuk menggodok karya awal sebagai lagu rilisan pertama.
Namun seiring dengan waktu berjalan, mereka malah merasa sangat produktif, sehingga muncul gagasan liar dari Tampil untuk langsung mengemas EP saja sekalian. Seluruh personel setuju, kecuali Dadengs. Namun akhirnya, suara terbanyak meluluskan niat perilisan EP tersebut.
Selama pengerjaan “Biru Kelabu”, terjadi banyak hal yang tidak terduga. Mulai dari perselisihan antara Orot dan Jijah bahkan sampai keluarnya Wilskay, dari formasi Stand Still. Untungnya perselisihan antara Orot dan Jijah bisa terselesaikan dengan cepat. Namun hingga penggodokan EP rampung pada Februari 2023 lalu, Wilskay tetap tak bisa bergabung kembali di Stand Still lantaran terbentur masalah pekerjaan. Akhirnya mereka pun merekrut Mochamad Adha aka Duko untuk menggantikan Wilskay.
.
.
“Album mini ini merupakan wujud dari cita-cita kami untuk memiliki karya musik sendiri, merepresentasikan berbagai macam hal, mulai dari perlawanan sampai dengan cinta. Pemilihan suara yang unik dan lirik yang menarik ditambah dengan beat yang cepat memberikan atmosfer yang berbeda pada album mini ini,” urai Stand Still kepada MUSIKERAS mendeskripsikan konsep albumnya.
Saat meracik komposisi dan aransemen “Biru Kelabu” – yang rekamannya dikerjakan di Taki’s Music, sebuah studio rekaman rumahan – Stand Still mengakui banyak terpengaruh band-band berpaham hardcore seperti Terror, Comeback Kid hingga Billfold.
“Menurut kami, secara musikal pengerjaan lagu ‘Huru-Hara’ adalah salah satu yang paling menantang dalam proses pengerjaan (EP ini), karena banyak perbedaan pendapat antar personel di dalam proses pembuatannya. Selain itu lirik ‘Huru-Hara’ yang semangat menuntut kami harus lebih bisa membuat aransemen yang mendukung lirik tersebut, sehingga semangat dari liriknya bisa tersampaikan kepada pendengar”
“Biru Kelabu” sendiri beramunisikan tujuh lagu, yaitu “Intro”, “Berdiri Melawan”, “Persetan”, “Biru dan Kelabu”, “Luka Ini”, “Ironi” dan “Huru Hara”. Seluruh lagu tersebut kini sudah bisa dilantangkan di berbagai gerai musik digital. (aug/MK02)
.
.