“Blinded by the False Light” adalah sebuah karya rekaman rilisan tunggal terbaru, yang dijadikan sebagai momentum perkenalan oleh pejuang hardcore/metalcore asal Bandung, Jawa Barat ini. Perlahan tapi pasti, Lectures membangun musikalitas mereka yang digeber secara padat, rumit, dan lengkap dengan manuver tempo yang dapat dirasakan emosinya secara langsung.
Selaras dengan maksud di balik liriknya, dimana “Blinded by the False Light” mengungkap perjalanan seorang manusia dalam pengambilan keputusan dengan tanpa penyelasan untuk secepatnya, keluar dari semua hal yang tidak pantas didapatkan. Setelah melewati proses yang melelahkan dengan terus berlari untuk meninggalkan semua yang ada di belakang, setiap manusia berhak berpendapat, berekspresi, dan bahkan mengeluarkan semua kebencian yang sudah dipendam selama ini.
Lectures yang diperkuat formasi Jami Atussanny (dram), Dian Septiawan (gitar), Rizky Gustiana (vokal) dan M. Refly S. (gitar) mencoba menerapkan konsep hardcore yang bisa mengajak audiens untuk membangun emosi secara perlahan dan menemukan puncaknya pada bagian breakdown dan bagian outro. “Dengan tambahan petikan gitar yang semakin meninggi, yang mengisyarakatkan bahwa emosi audiens harus kembali mencapai puncaknya secara cepat,” urai Lectures kepada MUSIKERAS, merinci maksud dari racikan musiknya.
Dalam proses peracikan komposisi dan aransemen “Blinded by the False Light”, Lectures mendengarkan dan mengenyam beragam pengaruh serta inspirasi. “(Antara lain) Muncul dari band seperti Chamber, END, Knocked Loose, Orthodox dan lain sebagainya,” cetus mereka menegaskan.
.
.
Lectures mulai menggarap “Blinded by the False Light” pada Oktober 2022 lalu, dan berhasil diselesaikan dua bulan kemudian. Dian sebagai penulis lagu utama mengungkapkan bahwa data demo instrumentasi “Blinded by the False Light” ditulis dalam format tablatur secara bertahap dan intensif.
“Hampir setiap hari saya membuka file demo melakukan revisi untuk gitar, bass dan dram, atau sekadar mencari angka metronom yang pas untuk mendapatkan apa yang diinginkan dari masing-masing personel Lectures. Untuk penulisan lirik dimulai dari Rizky dan dikerjakan secara bersama, kemudian vokal direkam terlebih dahulu menggunakan mikrofon dari smartphone sehingga tidak akan terjadi miskomunikasi antar personel dalam proses rekaman,” urai Dian, mewakili bandnya.
Selanjutnya data demo tersebut dikirim ke personel lainnya via aplikasi grup WhatsApp untuk didiskusikan bersama personel lainnya. Setelah disepakati tidak ada lagi revisi dan setiap personel menguasai materi demo tersebut, mereka pun bertemu di studio musik untuk melancarkan eksekusi memainkannya, sebelum beralih ke tahap rekaman yang keseluruhan dilakukan di Homestrack studio. Termasuk untuk polesan mixing dan mastering, yang secara teknis dibantu oleh Varis Sechan.
Lectures yang dibentuk pada 2022 menargetkan segera menyiapkan album mini (EP) setelah perilisan “Blinded by the False Light”. Rencananya akan rilis pada 2024 mendatang. Sejauh ini, mereka sudah mengantongi enam lagu yang masih berwujud demo, termasuk materi yang sudah dirilis sebagai rilisan debut. Sambil menunggu karya-karya Lectures berikutnya, silakan menggeber ”Blinded by the False Light” sebagai asupan pemanasan, yang kini sudah tersedia di berbagai platform digital sejak 1 September 2023 lalu. (mdy/MK01)
.
.