“Kami akan terus membuat kejutan, sesuai arahan dari semesta dan para leluhur untuk Rock In Solo Festival 2023!”

Rock In Solo (RIS) digeliatkan lagi. Dan seperti sebelumnya, penyelenggaraannya kembali mengumbar kejutan. Walau sempat terhadang wabah pandemi, namun salah satu hajatan festival musik keras terbesar di Pulau Jawa ini terus digulirkan. Pada 30 Oktober 2022 lalu, festival ini berhasil mementaskan dua band berkelas dunia, yaitu Suffocation dan Fit For An Autopsy di Benteng Vastenburg, Surakarta atau Solo. Tahun ini, tepatnya pada 10 Desember mendatang, RIS bakal digetarkan lagi di lokasi yang sama.

“Kami sebagai penyelenggara selalu berusaha memberikan yang terbaik, sesuai kapasitas kemampuan yang kami miliki. Salah satunya di penyelenggaraan ke-11 tahun ini, RIS menyuguhkan tiga band internasional yang memiliki nama cukup besar, yaitu Behemoth, Thy Art is Murder dan Cryptopsy,” seru Stephanus ‘Adjie’ Setiadji, pencetus Rock In Solo, kepada MUSIKERAS.

Bagi Behemoth, kedatangan monster metal ekstrim asal Gdańsk, Polandia tersebut di Solo merupakan yang kedua kalinya. Yang pertama juga berlangsung di panggung RIS, pada 3 November 2013 silam. Tapi kunjungan pertama Behemoth di wilayah Indonesia berlangsung di Vicky Sianipar Hall, Jakarta, 3 November 2008. Sempat pula dijadwalkan menggelar konser di Daimonous Open Air, Bali pada 18 Oktober 2015, namun gagal.

Dua nama lainnya, yakni Thy Art is Murder, band deathcore asal Sydney, Australia yang bakal mempromosikan album terbarunya, “Godlike” (baru akan dirilis pada 22 September 2023) serta Cryptopsy, unit death metal teknikal dari Kanada yang baru saja melepas album baru, “As Gomorrah Burns”, juga diyakini bakal menjadi santapan bergizi untuk para metalhead Tanah Air yang berniat menyaksikan RIS 2023.

Sejak pertama kali digelar pada 2004 silam, RIS telah membawa gairah besar musik keras di Tanah Air. Membawa ruh semangat para leluhur di tanah Nusantara dengan medium musik kerasnya, RIS selalu datang dengan langkah tegapnya. Meskipun sempat hiatus beberapa saat hingga mencoba melawan di saat pandemi dengan menghadirkan suguhan A Journey of Rock In Solo: Apokaliptika kala itu. Tahun ini, selain tiga nama mewakili kancah internasional, bakal ada belasan pejuang cadas lokal yang juga akan memanaskan pesta tersebut, yang bakal diumumkan segera.

Selain pentas di panggung utama, RIS juga dipastikan akan menghadirkan sejumlah progam, seperti A Journey of Rock in Solo: Chapter, Solo Is Rock, Rockscreen, Rockmarket dan Rockconference dengan puncak acara Rock In Solo Open Air 2022. 

A Journey of Rock in Solo: Chapter merupakan langkah pembuka sebelum perhelatan utama, dan digelar di enam kota kabupaten, eks Karisidenan Surakarta bersama band-band nasional, band asal Solo, serta emerging artist dari masing-masing daerah. A Journey of Rock in Solo: Chapter adalah langkah konkrit tentang regenerasi dengan melibatkan langsung para calon pemegang estafet semangat ini untuk turut berkontribusi.

Lalu Solo Is Rock, yang memberi wadah panggung kecil di area kawasan Jl. Gatot Subroto, Ngarsopuro pada malam akhir pekan. Bekerja sama dengan Solo Is Solo, penyelenggara RIS akan menghadirkan pentas musik keras di jalanan Kota Solo yang penuh dengan wisatawan yang hadir di Solo Art Market. 

Rockscreen sendiri adalah kegiatan pemutaran film dengan berbagai genre bertema musik keras maupun selingkarannya, yang bekerja sama dengan kelompok pecinta film di Surakarta. Rockscreen akan menjadi rangkaian dalam tujuan Rock In Solo tidak hanya menjadi festival musik keras saja,  namun juga menjadi festival Kota yang bisa dinikmati oleh berbagai kalangan. 

Berikutnya Rockmarket, sebuah pasar cenderamata (merchandise) yang hadir di venue Rock In Solo Open Air, yang menghadirkan partisipasi dari berbagai toko merch band dari berbagai kota di Indonesia. Dan terakhir adalah Rockconference, sebuah acara konferensi bagi para pelaku industri musik keras di Indonesia. Di acara ini bakal diundang narasumber dari berbagai elemen. Pada tahun ini, pihak RIS juga bakal memberikan penghargaan kepada salah satu anggota keluarga mereka yang telah berpulang pada Agustus 2023 lalu, dengan melabeli panggung Rockconference dengan nama “Krisna Baskara Stage”. 

“Bagi saya, penyelenggaraan RIS setiap tahun mempunyai keistimewaannya sendiri-sendiri. Kami sebagai penyelenggara selalu berusaha memberikan yang terbaik sesuai kapasitas kemampuan yang kami miliki. Secara teknis tidak jauh berbeda dibanding tahun lalu, menggunakan dua panggung besar yang tentunya ditingkatkan lagi. Rangkaian event juga semakin banyak, dengan durasi cukup panjang, dimulai September ini hingga nanti 10 Desember saat open air festival. Kami berharap RIS menjadi festival kota yang berkolaborasi dengan banyak stage holder dan tetap seperti tujuan kami RIS menjadi berkah untuk semuanya,” ujar Adjie lagi, bersemangat.

Penjualan tiket RIS secara online sudah mulai dijual sejak 5 September 2023 lalu dan khusus kategori Early Bird 1, 2, 3 juga sudah terjual habis hanya dalam waktu kurang dari enam jam. Untuk penjualan kategori Early Entry seharga Rp. 175.000 (belum termasuk pajak) dan Presale Rp. 250.000 (belum termasuk pajak) akan dimulai hari ini, 12 September 2023. Tiket hanya tersedia di Loket.com. Sementara untuk tiket On The Spot atau pada hari pertunjukan juga akan tersedia seharga Rp. 400.000 (belum termasuk pajak). (mdy/MK01)

Kredit foto: Grzegorz-Golebiowski

.

.