NORTH ME HERO Pertajam Metal Eksperimental

Walau payung besarnya adalah metalcore, namun unit keras dari Tarakan, Kalimantan Utara yang berdiri sejak 2018 lalu ini tak ingin terjebak dalam kemonotonan. Untuk itu, North Me Hero pun menegaskan untuk terus berinovasi dan bereksperimen untuk menghasilkan karya lagu rekaman yang menarik dan segar.

Semangat untuk meracik berbagai genre metal menjadi ciri khas yang dipertahankan. Formula yang belakangan semakin dieksplorasi North Me Hero di dua lagu rilisan tunggal terakhir mereka. Khususnya sejak diperkuat formasi baru, yakni Muhammad Nurihsan (vokal), Aries Apriliyantara (bass), Rizal (dram) dan Fathur Aldy (gitar). Lagu tersebut adalah “Rise of Hollow” yang diluncurkan pada 10 Februari 2023 serta “Grahita” pada 17 November 2023 lalu.

Sebelumnya, formasi awal North Me Hero sempat melahirkan lagu tunggal berjudul “Nikmati” pada Januari 2021, lalu “We Are the Same” (16 Juni 2021) serta album mini (EP) “Reading A Life” (15 Juli 2022).

Nah ketika formasi berganti, mereka pun meluncurkan “Rise of Hollow” dengan konsep yang mulai mengarah eksperimental. Ada sedikit terapan permainan melodi gitar yang dirancang untuk menggugah emosi bagi yang mendengarkan. “Karena kami ingin semua orang, ketika mendengarkan ‘Rise of Hollow’, (sisi) emosional kami tersempaikan lewat instrumen unik.” tutur pihak band kepada MUSIKERAS, beralasan.

Musik North Me Hero banyak dipengaruhi oleh band-band metalcore dunia seperti Polaris, Counterparts, Holding Absence hingga Oceans Ate Alaska. Tema lirik yang diusung pun beragam. Mulai dari psikologi seperti motivasi dan pola pikir, hingga filsafat kehidupan seperti monolog dan esensi. Sesuai dengan makna North Me Hero, band ini sarat akan semangat untuk menggaungkan energi positif ke dalam musik dan liriknya.

“Musik North Me Hero banyak dipengaruhi band luar, yang menginspirasikan kami. Kami menaruh konsep musik genre metalcore yang dibaluti nuansa modern, yang mana musik kami sendiri menggunakan synthesizer dan sequenser. Dan di single baru kami yang berjudul ‘Grahita’, kami mencoba bereksperimen lagi dengan menggunakan synthesizer dan harmoni vokal, yang mana terinspirasi dari sebuah acara musik orkestra,” urai mereka lagi, merinci.

“Grahita” sendiri digarap para personel North Me Hero sejak Oktober 2023, dengan memaksimalkan proses rekamannya, meski harus menghadapi banyak kendala. “Selama proses rekaman kami tetap fokus agar single baru kami bisa selesai dengan baik dan dapat diterima banyak orang. Ketika proses rekaman banyak perdebatan, perbedaan pendapat, tetapi tetap menyelesaikan semuanya dengan baik dan terus meracik resep instrumen dan menentukan sebuah tema yang bagus untuk dituangkan di “Grahita’.”

Khusus saat peracikan komposisi dan aransemen “Grahita”, ada cukup banyak pengaruh yang diserap dari band-band luar yang menjadi referensi mereka. Antara lain mereka menyebut band-band seperti Spiritbox, Polaris, Erra, Thornhill dan Northlane. “Band-band tersebut yang membuat hati kami terketuk untuk produktif lagi dan membuat sebuah karya baru.”

Saat ini, North Me Hero juga sudah mulai menjalani proses penggodokan EP sambil terus mencari referensi baru. “Agar kami bisa bereksperimen lagi dengan nuansa yang baru. Kami menargetkan EP akan terselesaikan di tahun 2024.” (aug/MK02)

.

1 comment
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts