“Bisa dibilang musik kami di antara gelap dan terang.”
Numeron, nama baptis dari sebuah band asal Tulungagung, Jawa Timur ini menggambarkan konsep musik mereka kepada MUSIKERAS seperti kalimat di atas. Di karya rilisan tunggal terbarunya yang bertajuk “Cosmic Symphony”, band bentukan awal 2020 lalu tersebut menyebut post black metal sebagai nadi dari musiknya secara keseluruhan.
Jika mendengar lagunya, Numeron mengakui ada pengaruh yang tidak akan pernah lepas dari musik mereka, yang berasal dari musik-musik post black metal geberan band-band Eropa macam Heretoir (Jerman), Alcest (Perancis), Harakiri For The Sky (Austria), Violet Cold (Azerbaijan) hingga Falaise (Italia).
“Musik Numeron lebih ke arah blackgaze, dicampur dengan post black metal. Yang menjadi ciri utama, mungkin dari segi tambahan instrumen dan sampling seperti choir, female singer dan beberapa nuansa musik kosmis,” beber pihak band menegaskan.
Proses kreatif penggarapan “Cosmic Symphony” sendiri berlangsung selama 2-3 bulan. Dramer Agatha Tito Yohansah, gitaris Galih Prayogi, bassis Fatkurohhim Septianto Prasetyo (Ayok) dan vokalis Luthfi Anshori memulainya dengan pembuatan draft materi dengan instrumen Midi terlebih dahulu, sebelum mengeksekusi rekamannya di Orvius Soundlab, Tulungagung.
Dibanding materi album “Void” yang dirilis pada 1 Mei 2021 via label Deathwish Records serta “Road To Valhala” yang dirilis pada 28 April 2023 lalu oleh Meuse Records (Belgia) dan Tragedy Production (Chili), Numeron menegaskan bahwa secara musikal ada perbedaan konsep yang diterapkan di karya terbarunya itu.
“Di album pertama lebih melankolis. Di album kedua lebih kuat tapi masih ada unsur melankolis dan emosional. Seperti di lagu ‘Noise of Dystopia’ yang lebih terasa riff black metalnya.”
Saat ini, Numeron resmi bergabung dengan label Resting Hell untuk memuntahkan “Cosmic Symphony” ke skena musik keras Tanah Air. Dari segi lirik, mereka menggambarkan perasaan kedamaian, keajaiban alam dan keterhubungan dengan alam semesta di bawah langit yang berbintang. Seseorang yang merasa bahwa semua kekhawatiran dan masalahnya memudar, dan ia merasakan kedamaian yang mendalam, mengagumi keindahan kosmos, dengan bintang-bintang yang menyelimuti langit dalam berbagai formasi intelejen yang indah.
Paralel dengan promosi “Cosmic Symphony”, Numeron berencana bakal merilis EP, juga di bawah naungan Resting Hell. Sejauh ini prosesnya sudah mencapai 90% dari keseluruhan tahapan produksi. Di materi-materi lagu selanjutnya, Numeron menjanjikan bakal lebih banyak puisi dan rima tentang keindahan kosmik alam semesta serta irama harmonis delay yang akan menjadikannya sebuah karya imajiner, yang menerbangkan pendengarnya ke alam bawah sadar semesta beserta meteor dan asteroidnya.
Sejak 16 Februari 2024 lalu, “Cosmic Symphony” sudah bisa didengarkan di berbagai platform digital seperti Spotify, Bandcamp dan YouTube. (aug/MK02)