Martil yang merupakan salah satu pejuang hardcore di kota Makassar, Sulawesi Selatan sudah menjanjikan bakal menggarap sebuah album mini (EP) bertajuk “Lepas Kendali” pada Agustus 2023 lalu.
Belum lama ini, janji tersebut ditepati. Usai proses pengerjaan yang membutuhkan waktu selama kurang lebih setahun, akhirnya band yang didirikan pada 17 Oktober 2022 lalu ini melepasliarkan secara resmi EP tersebut, dengan diperkuat tiga lagu yang sudah dirilis lepas, plus tiga lagu tambahan lainnya.
Tiga lagu yang sudah diperdengarkan ke publik musik keras di ranah digital adalah “Hardcore Brotherhood” (Desember 2022), “Now, It’s Time!” (Mei 2023) dan “Lepas Kendali” (Juli 2023).
Usai mempromosikan tiga lagu itu, Martil yang digerakkan formasi vokalis Nur Fatwa Hidayat (Pawa), gitaris Ragil Hariadi Rahman, bassis Andi Yudhistira (Yudhis) dan dramer Dedi Rifaldy Kaimuddin (Alben) lalu mengarahkan fokus menggarap tiga lagu lainnya. Masing-masing berjudul “Konfrontasi”, “Petarung” dan “Move Up”.
“Lepas Kendali” sendiri – menurut tuturan Martil kepada MUSIKERAS – merupakan karya rekaman yang merangkum banyak cerita unik dari para personelnya. Di sini mereka ingin menggambarkan sisi lain dari musik hardcore, dan berharap, hardcore yang mereka mainkan mungkin bisa menjadi motivasi bagi para penganutnya.
“Hardcore selayaknya tidak hanya genre musikal saja, melainkan juga adalah cara hidup dan cara berpikir, yang sebenarnya jauh berbeda dengan apa yang publik pahami selama ini. Lagu-lagu dalam album mini ini saling berkaitan maknanya dan menjadi sebuah manifesto Martil terhadap realitas sosial yang memuakkan di sekitar kita,” seru mereka, menegaskan.
Saat peracikan komposisi dan aransemen lagu-lagu di EP “Lepas Kendali”, Martil mengakui sangat dipengaruhi gerak-gerik New York Hardcore. “Seperti Madball, Terror dengan nuansa sedikit era modern hardcore seperti Sunami dan Knocked Loose yang akhirnya terbentuknlah image Martil seperti di EP ini.”
Dari enam lagu yang disuguhkan, Martil mengakui setiap lagu memberi tantangan tersendiri saat mengeksekusinya di rekaman. Mulai dari sisi lirik hingga terapan pola-pola permainan dramnya, atau mungkin riff-riff gitarnya.
“Tapi kalau disuruh pilih, salah satu track yang paling menantang itu mungkin di single ‘Petarung’, karena di lagu ini lumayan cukup memakan waktu yang lama. Kami mengajak abang Enal dari (band) 19offside15 untuk ikut serta featuring dan membuat history dengan lagu tersebut.”
EP “Lepas Kendali” sudah tersedia di berbagai platform digital. Untuk menonton video musiknya, klik di sini. (aug/MK02)