Punitive melontarkan “Elegi Renjana” pada 28 Juni lalu, sebuah karya unik terbaru dari unit melodic hardcore asal Bandung, Jawa Barat ini. Pertama, merupakan lagu debut mereka yang menggunakan bahasa Indonesia. Kedua, menjadi persembahan terakhir Punitive bersama vokalis Faiq Nurfratama, yang telah mengundurkan diri secara resmi minggu lalu.

Lewat pernyataan resmi pihak band di akun Instagram resminya, Punitive mengungkapkan bahwa keputusan untuk berpisah dengan Faiq telah melalui pertimbangan matang. Mereka berharap yang terbaik untuk kedua pihak ke depannya, dan mengungkapkan rasa syukur atas kontribusi dan persahabatan yang dibangun di band bersama Faiq selama bertahun-tahun.

“Dalam perkembangan pribadi, kadang perbedaan kreatif dan arah kehidupan bisa timbul,” tutur pihak band mempertegas.

Kembali ke “Elegi Renjana”, Punitive menandainya sebagai langkah signifikan dalam perjalanan karier pejuang cadas bentukan tahun 2020 ini. Sejak merilis album mini (EP) debut, “Self-Acceptance” pada 18 Februari 2022, plus dua lagu lepas sesudahnya, “Kissed by the Scar” (10 Februari 2023) dan “Lovan” (19 Mei 2023).

Dramer Richard Florenciano L. Mutter (Oktav), gitaris Reza Septian dan Oki Nugraha, bassis Anggara Pandu serta Faiq Nurfratama yang masih berkontribusi di vokal menggarap “Elegi Renjana” dalam proses yang terbilang berjalan cukup lancar. Seperti lagu-lagu lain yang pernah digarap Punitive.

“Karena untuk penggarapan lagu sebenarnya sudah kami selesaikan semuanya untuk dikemas ke dalam album,” seru pihak band kepada MUSIKERAS, yang merekam keseluruhan instrumen dan vokal di Rebuilt 40124 Studio, Bandung.

Dari segi musikal, memang terasa ada perbedaan. Namun Punitive menegaskan perubahan itu tidak terlalu banyak, karena mereka tetap pakem pada konsep melodic hardcore. 

“Namun di rilisan-rilisan yang baru (termasuk ‘Elegi Renjana’) kami mulai mengentalkan elemen-elemen metalcore 2000an awal yang kami rasa akan menyegarkan apabila diangkat kembali hype-nya saat ini.”

Makanya, sadar tak sadar, Punitive mengakui akhirnya banyak terpengaruh musik dari band-band metalcore dan melodic hardcore era akhir 90-an hingga awal 2000-an. Contohnya seperti Killswitch Engage, Misery Signals, Shai Hulud, Poison the Well dan masih lainnya.

Kini, sambil mempromosikan “Elegi Renjana”, Punitive juga terus menggenjot penggarapan album. Di lain sisi, kemungkinan dua bulan ke depan mereka juga sudah bisa mengumumkan vokalis teranyar.

Dengan vokalis baru, tidak menutup kemungkinan “Elegi Renjana” akan tetap masuk ke dalam daftar lagu di album, dengan vokalis yang baru. Begitu juga dengan lagu-lagu rilisan tunggal sebelumnya, “Kissed by the Scar” dan “Lovan”.

“Semoga dilancarkan dan tetap mengacu pada timeline yang sudah direncanakan!”

Sambil menantikan album terbaru Punitive, simak video musik “Elegi Renjana” di tautan ini, dimana visualisasinya dipercayakan kepada sebuah rumah produksi Arnephoria. (aug/MK02)