Masih dengan konsep bauran heavy rock dan metal, namun kali ini Hestraight menegaskan kepada MUSIKERAS bahwa ada perbedaan racikan musik yang diterapkan di karya rekaman terbarunya.
“Secara musikal, ada perubahan sedikit dari album-album sebelumnya, karena personel baru untuk vokalis dan dramer. Tentu dari mereka berdua memberikan materi dan input yang baru untuk album ‘Gaung Ansietas Selatan’,” seru unit keras asal Gowa, Sulawesi Selatan ini menegaskan.
Lalu disamping itu, adanya perbedaan referensi masing-masing personel yang kini digerakkan vokalis Muhammad Chaerul, gitaris Fajrin Ardinata, bassis Firman Hidayat serta dramer Andre Kurniadi juga sedikit banyak menyeret perubahan.
“Dramer kami mungkin lebih ke metalcore atau deathmetal, vokalis kami lebih ke punk rock, bassis kami lebih hardcore atau slaughter dan gitaris kami lebih ke alternatif. Jadi lebih ke penggabungan antara beberapa genre musik yang dijadikan satu dan titik temunya di heavy rock/metal!”
Perbedaan lainnya dibanding album mini (EP) “Mesin” (14 Januari 2022) dan album penuh “Sinektika Irasional” (31 Agustus 2023), adalah penggunaan alat musik serta perangkat rekaman yang terus berkembang sehingga memberikan dampak ke bentukan sound album “Gaung Ansietas Selatan”, yang kini lebih ketat dan rapat dibanding karya rekaman sebelumnya.
“Secara produksi juga beda. Sebelumnya kami rekaman di One Music Studio yang memang proper untuk rekaman. Kali ini kami rekaman secara home recording dengan alat seadanya, tapi kami maksimalkan agar kualitas karyanya tetap terjaga.”

Produksi rekaman “Gaung Ansietas Selatan” sendiri dieksekusi secara mandiri oleh band bentukan Mei 2019 ini, dengan memaksimalkan fasilitas rekaman rumahan, sejak Agustus 2024 lalu. Tepatnya di kediaman gitaris Fajrin, yang juga sekaligus merangkap sebagai produser.
Sementara untuk peracikan mixing dan mastering masih dikerjakan oleh Imrromantic yang sudah dipercayakan sebagai sound engineer sejak pembuatan EP debut, “Mesin”. Lalu untuk perancangan desain sampul dan tata letak album, kembali diserahkan kepada Adil Muhammad aka Daridill.
Dari enam trek yang disuguhkan di “Gaung Ansietas Selatan”, Hestraight menyebut lagu “Pembodohan Teknologi” sebagai komposisi yang menantang eksekusi rekamannya. Alasannya, lagu itu terbilang kompleks, diiringi riff-riff yang padat dan dinamika yang berubah-ubah.
“Beberapa part lagu dengan beat dan tempo dram yang lebih tight, lalu beberapa part lagi groove namun tetap tegas. Membuat para pendengar merasakan experience tersendiri ketika mendengarkan track ini.”
Lagu lain di album “Gaung Ansietas Selatan” adalah “G.a.S” (intro), “Biadab”, “Ekses”, “Budak Uang” dan “Realita”.
Sejak 19 Oktober 2024 lalu, album “Gaung Ansietas Selatan” sudah bisa dilantangkan via berbagai digital streaming platform. (mdy/MK01)