HEKTÄR: Ledakan Emosi Tanpa Basa-Basi

Diperkuat mantan personel Sleks, B.U.R.I.E.D dan Glycol, Hektär resmi menghujamkan album mini (EP) debut bertajuk “Fractured”.
Hektär

Hektär memberondong kuping dengan lima amunisi bengis berdurasi total 11 menit yang menyesaki EP “Fractured”. Unit hardcore punk unit asal Tangerang Selatan ini menyalurkan emosi tanpa basa-basi dan energi murni tanpa hiasan berlebihan di album tersebut.

Dari segi musikal, kepada MUSIKERAS, band ini menerapkan konsep hardcore punk yang ‘straight-to-the-point style’ dari punk, lalu mengombinasikannya dengan ‘powerful energy’ hardcore.

“Jadi, kami menyalurkan concern kami melalui spektrum suara yang straight to the point, tanpa basa basi, dan powerful. Kalau ditanya uniknya apa, at least bagi kami, mainin lagu-lagu Hektär feels like kicking someone’s head whom you hate the most,” seru dramer M. Mikail Abdul Karim Amrillah (Mika) meyakinkan, mewakili rekan-rekannya di band.

Mika, bersama vokalis Dimas Anugrah, gitaris Hafiz Islami dan John Adolf Petrov serta bassis Riza Furqoni mulai menggarap “Fractured” sejak Agustus hingga Desember 2024 lalu. 

Setelah itu, mereka mulai menyicil perekaman gitar dan bass di rumah sang vokalis di akhir Desember. Lalu di awal Januari 2025, melanjutkan rekaman untuk dram dan vokal di Plug Studio Home, Cibubur.

“Kami menyelesaikan lima lagu dengan treatment yang mungkin kurang lebih sama seperti band-band pada umumnya,” ujar Mika lagi.

Kebetulan, lanjutnya, para personel Hektär adalah tipikal band yang lebih mengandalkan proses ‘jamming’ saat mengerjakan struktur lagu ketimbang menyerahkannya penggarapan dasar lagu kepada salah satu personel.

“Semua lagu di EP ‘Fractured’ selalu diawali oleh satu atau dua bar riff gitar, entah dari siapa pun idenya. Riff gitar beres, bassis tinggal ngikutin. Setelah itu, ketukan dram disesuain aja dengan mood kami berlima. Jadi bukan hanya dramer yang pusing mikirin beat karena kami rajin tukeran referensi. Lirik dan vokal biasanya dieksekusi paling akhir setelah musiknya jadi.”

Selama proses kreatif peracikan materi-materi lagu di “Fractured”, mereka juga biasanya melakukan workshop di rumah vokalis. Selain hemat biaya, juga agar tidak dikejar-kejar waktu.

“Ya walaupun kadang pas kami workshop bukannya dapet lagu, malah curhat. Tapi memang begitu proses kreatif kami. Setelah beberapa kali workshop, kami biasanya ke studio latihan buat nyobain feel bawain lagu pas lagi live. Intinya, kalo kami udah bawa lagu ke studio latihan, berarti lagunya udah 90% kelar.”

Dari lima lagu yang dihasilkan, secara spesifik Mika menyebut “Time to Fly” sebagai komposisi yang paling menantang eksekusinya. “Alasannya sederhana… trek itu temponya yang paling ngebut. Jadi pas take gitar, bass, maupun dram, rada-rada time and energy consuming.”

Hektär

Secara keseluruhan, ada beberapa band yang disebut para personel Hektär sebagai sumber referensi saat penggarapan “Fractured”. Di antaranya dari band-band hardcore punk asal AS seperti Gel, SPY, BIB hingga Turnstile.

“Selain mengacu pada band-band tersebut, kami juga banyak dapet ide riff atau nada dari musik-musik di luar hardcore, kaya backsound film, hip hop, sampe K-Pop,” seru Mika ‘buka kartu’.

Bagi para personel band ini, “Fractured” adalah tempat melampiaskan penat atas hiruk pikuk kehidupan. Hektär mencoba berkutat dengan lirik yang personal pada trek “Time to Fly”, dimana mereka mengambil lanskap seorang pegawai 9 to 5, Senin sampai Jumat.

Lalu pada trek “Beat it Down”, tertuang kemarahan yang ingin lepas dari trauma masa lalu. Sementara di lagu “Just Wanna Get Drunk” bercerita bagaimana melupakan luka dengan bersenang-senang.

Juga, peliknya realita sosial menjadi bensin utama mereka saat menulis lagu “Chaos Rising”. Sebagai trek pertama, Hektär membagikan sudut pandang bagaimana kompleksnya kenyataan sosial yang ada di sekitar. 

Di “Identity Crisis”, meneruskan cerita di balik “Chaos Rising”, yang lebih lebih spesifik menyoroti fenomena sulitnya mencari jati diri di tengah intensitas sosial. 

Fractured adalah langkah awal yang penting bagi Hektär untuk membuka jalan serta menyambut segala kemungkinan yang akan datang dan tidak ada alasan bagi mereka untuk berhenti. 

Sejak 9 Maret 2025, “Fractured” sudah bisa didengarkan via tautan kanal Bandcamp dan Spotify ini. (mdy/MK01)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
carousels
Read More

CAROUSELS: Metalcore, Synth, Saksofon!

Gagasan lama yang muncul di 2019 silam, akhirnya diwujudkan Carousels di lagu terbarunya. Mengombinasikan synthwave, metalcore dan saksofon!
rahasia intelijen
Read More

RAHASIA INTELIJEN: Berharap Bisa Merilis EP

Unit metal alternatif Jakarta, Rahasia Intelijen akhirnya menguak kasus baru lagi, lewat lagu berlirik tajam, tentang narasi religius yang berlumuran darah.
hellcrust
Read More

Ini Perbedaan HELLCRUST dan DARKSOVLS

Bangun dari hibernasi, Hellcrust rilis lagu terbaru, “Rekonstruksi Kerak Neraka”. Tapi yang mengejutkan, kali ini formasinya sama persis dengan Darksovls!
splitfire
Read More

SPLITFIRE: Dari Club/Cafe ke Panggung Rekaman

Kenyang manggung di berbagai cafe dan club di Indonesia, bahkan hingga ke kawasan Asia Tenggara, kini Splitfire makin mantap selami industri musik rekaman.