EJAKULA LA VAMPIRA (ELV): Kembali Tajamkan Horror Punk

Setelah hampir 13 tahun absen menelurkan karya, tahun ini unit horror punk Ejakula La Vampira (ELV) akhirnya melepas album baru.
elv

ELV tetap mempertahankan formula musikalitas mereka, di album penuh ketiganya yang bertajuk “Children Of The Night”. Kali ini beramunisikan 12 trek yang sarat distorsi.

“Karena Ejakula la Vampira sudah melekat sebagai band horror punk di Indonesia dari awal pembentukannya di tahun 1996-1997,” seru pihak ELV kepada MUSIKERAS.

Kali ini band asal Jakarta Selatan yang kini digerakkan formasi vokalis Endra Lagita (Matay), bassis Eko Purwanto (Kobek), gitaris Leonardo Ichwan Mamahit (Onie Fuckguy) dan Didod Hari Satriyo (Didod) serta dramer Catur Panca Sakit (Panca) tidak hanya menawarkan nuansa kegelapan dan ambience mencekam, namun juga keseriusan dalam bermusik.

“Children Of The Night” adalah bukti pendewasaan musikalitas ELV, yang telah menggeliatkan kariernya sejak 1997 silam.

Album itu sendiri sebetulnya mulai dikerjakan sejak lima tahun lalu. Memakan waktu lama lantaran produksi rekamannya yang dieksekusi di Off the Records Studio, Pasar Senen menemui banyak kendala selama menjalani prosesnya. Mulai dari perubahan rekaman yang sudah (melalui tahap) mixing dan mastering yang gagal hingga adanya pergantian produser.

Dari 12 lagu yang mereka suguhkan di album baru, empat di antaranya merupakan lagu lawas. Lagu “Ejakula La Vampira”, “Hentikan” dan “Nafsu Setan” diambil dari album “Sex N Horrorisme” (1999) serta “Malam Mencekam” yang dicomot dari album “Cerita Dari Neraka” (2012). 

“Untuk lagu ‘Ejakula La Vampira’ diracik ulang dikarenakan adanya perubahan lirik kembali ke aslinya. Untuk ketiga lagu lainnya karena permintaan dari para personel lainnya, agar ada bahasa Indonesianya di album baru ini,” beber ELV memberi alasan.

Sementara dua lagu baru di album, “Children Of The Night” dan “Suicide Night” dijadikan unggulan utama. Keseluruhan lagu ditulis oleh Matay, kecuali “Angel In Flame” dan “Suicide Night” yang lahir dari ide-ide Onie.

ELV mengungkapkan, “Children of the Night” merupakan kumpulan lagu yang dibuat dari ego masing-masing personel. Awalnya hanya digarap tiga personel untuk proses penciptaan delapan lagu barunya. Hanya melibatkan Matay, Onie dan Kobek.

Onie yang lebih dikenal dengan gaya street punknya, Kobek yang lebih ke old school hardcore punk serta Matay yang cenderung ke thrash, punk rock dan crossover. Tapi ketiganya disatukan dengan kecintaan akan musik horror punk yang terinspirasi dari band The Misfits.

“Dan untuk pembuatan lagu-lagu baru dibuat secara parsial oleh masing-masing personel untuk kordnya. Untuk lirik serta nada semua dari Matay. Kecuali lagu ‘Suicide Night’ dan ‘Angels in Flame’, semua dibuat oleh Onie. Tapi untuk aransemen seluruh lagu dibuat bersama-sama.”

Para personel ELV mengakui, hampir keseluruhan lagu yang mereka muntahkan di album, memberi tantangan karena untuk menyatukan ego dari masing-masing personel. Apalagi ditambah kehadiran dua personel lama ELV yang kembali bergabung, yaitu Didod dan Panca.

“Tetapi untuk yang paling menantang, ada di lagu ‘I’m A Monster For You’ dan ‘Children of the Night’ karena menyangkut adanya kolaborasi dengan pihak ketiga di luar Ejakula La Vampira.”

Tapi tak sebatas itu saja. Dalam album barunya, ELV juga bereksperimen menambahkan instrumen-instrumen lain, sehingga membuatnya jadi terasa spesial.

“Lagu lagu di album ‘Children of the Night’, kami mencoba kembali ke roots kami yaitu genre horror punk yang soundnya tetap mempertahankan musik musik punk rock tahun 70-80-an dengan menambahkan instrumen seperti keyboard, piano dan organ agar terdengar mencekam dan dramatis.”

“Children of the Night” yang dirilis di bawah bendera Off The Records ini, diluncurkan bertepatan dengan perayaan Record Store Day 2025, beberapa waktu lalu. Album ini dipersembahkan kepada para penikmat musik punk atau rock secara umum dalam format kaset dan digital. (mdy/MK01)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
carousels
Read More

CAROUSELS: Metalcore, Synth, Saksofon!

Gagasan lama yang muncul di 2019 silam, akhirnya diwujudkan Carousels di lagu terbarunya. Mengombinasikan synthwave, metalcore dan saksofon!
rahasia intelijen
Read More

RAHASIA INTELIJEN: Berharap Bisa Merilis EP

Unit metal alternatif Jakarta, Rahasia Intelijen akhirnya menguak kasus baru lagi, lewat lagu berlirik tajam, tentang narasi religius yang berlumuran darah.
hellcrust
Read More

Ini Perbedaan HELLCRUST dan DARKSOVLS

Bangun dari hibernasi, Hellcrust rilis lagu terbaru, “Rekonstruksi Kerak Neraka”. Tapi yang mengejutkan, kali ini formasinya sama persis dengan Darksovls!
splitfire
Read More

SPLITFIRE: Dari Club/Cafe ke Panggung Rekaman

Kenyang manggung di berbagai cafe dan club di Indonesia, bahkan hingga ke kawasan Asia Tenggara, kini Splitfire makin mantap selami industri musik rekaman.