REDSIX: “5 Band yang Harus Disimak Sebelum Mendengarkan EP Terbaru Kami”

Formula Redsix di album mini (EP) terbarunya nanti, “Part II // Execute” sedikit banyak menyerap inspirasi dari lima band tersebut. Siapa saja?
redsix

Redsix melanjutkan luapan kreativitas musikalitasnya untuk menyongsong perilisan EP terbarunya. Setelah meluncurkan lagu rilisan tunggal berjudul “Peregrine” pada 17 April 2025 lalu sebagai pembuka, kini unit rock modern asal Jakarta ini menyusulnya dengan “Lapse” pada 20 Mei 2025 lalu.

Lagu yang juga dirilis via label Redrose Records tersebut merupakan lanjutan naratif sekaligus penanda kematangan musikal band yang dibentuk pada 2017 lalu ini. Mereka dikenal akan penataan sonik rock yang melankolis namun penuh tenaga.

Termasuk dalam “Lapse” ini, dimana Redsix melangkah lebih jauh dengan memperlihatkan sisi yang paling rapuh dan jujur dari diri mereka, baik secara lirik maupun aransemen.

“Menjadi kuat itu tidak mudah. Luangkan waktu untuk menurunkan pertahananmu, beristirahat, dan rasakan apa pun yang perlu kamu rasakan agar kamu bisa kembali lebih kuat, dan yang terpenting, lebih bahagia,” tutur pihak band menekankan pesannya.

“Lapse” adalah lagu tentang keberanian untuk berhenti sejenak. Tentang memberi ruang pada diri sendiri untuk merasa, hancur, dan meresapi setiap emosi yang datang tanpa perlu terus-menerus terlihat tangguh.

Dalam balutan musik bernuansa alternative rock/emo, trek ini menyuguhkan dinamika emosional lewat vokal yang rapuh di bagian verse dan ledakan intens pada chorus—menyerupai pasang surut rasa yang akrab dengan siapa pun yang sedang berjuang memahami dirinya sendiri.

Bicara tentang konsep musiknya, Redsix yang digerakkan formasi vokalis Hardendias Wisesa Nugroho (Denny), gitaris Kevin Jansen dan Wicaksono Partosewojo serta dramer Kharisma Riyahasa Nanda Putra (Rizma) ini selalu membuka diri terhadap eksplorasi.

Terus menggali berbagai pengaruh dan inspirasi, dan meraciknya menjadi komposisi yang menggugah sekaligus mengundang agresi.

Tapi kepada MUSIKERAS, Redsix menyebut ada lima band mancanegara yang perlu disimak musiknya, sebelum para pemuja musik-musik keras mendengarkan keseluruhan materi lagu baru yang termuat di EP “Part II // Execute”.

Band-band tersebut adalah Periphery, Sleep Token, Spiritbox, Dayseeker dan Bilmuri. Alasan umumnya, karena kelima band tersebut membantu memvalidasikan bahwa mereka harus percaya diri untuk bereksperimen dan mengalir antar genre.

“Periphery, Sleep Token, Spiritbox telah mengajarkan mereka cara kreatif untuk menempatkan vokal yang catchy dan melodik di atas instrumen yang teknikal.”

Sementara Bilmuri dan Dayseeker memberi Redsix kepercayaan diri untuk bereksperimen. “Tidak takut berpindah antar genre demi memberikan yang terbaik untuk lagu.”

Setelah “Peregrine” dan “Lapse”, Redsix tengah menyiapkan dua lagu lagi untuk melengkapi amunisi di EP, yang kemungkinan akan rilis Juni atau Juli mendatang. (mdy/MK01)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts