Bloom yang berasal dari kawasan Tambun, Bekasi saat ini diperkuat barisan vokalis Kanjeng Ayu Pamungkas (Ayup), gitaris Ihsan Kamil (Ican), bassis Aria Surya Pasha (Aria) serta dramer Aldo Febriansyah Putra telah merilis EP debutnya tersebut dengan semburan hardcore yang beringas.
“Promo 25’” sarat akan kombinasi riff ala slamming death metal, breakdown hardcore yang sangat rendah serta geraman Ayup yang cadas dan beberapa ketukan dram yang anti mainstream.
Formulasi tersebut membuat rilisan EP Bloom berbeda dibanding hardcore pada umumnya. Musiknya juga diwarnai terapan beberapa riff ala punk yang terinspirasi beberapa band hardcore dan death metal luar macam Waking the Cadaver, Sunami, Outta Pocket hingga PeelingFlesh.
Berisikan lima amunisi lagu, lirik “Promo 25’” dominan akan keluh-kesah kehidupan yang selalu memburuk serta curhatan sakit hati yang disebabkan beberapa hal. Mulai dari masalah percintaan, pertemanan, lingkungan, sosial bahkan perkerjaan yang selalu ingin memuntahkan amarah seakan dunia tidak pernah adil untuk diri sendiri.
Cukup unik. Begitu para personel Bloom menyebut materi lagu-lagu mereka di “Promo 25’”, dimana beberapa perbedaan dari kemauan masing-masing tertuang di EP tersebut. Mulai dari perancangan warna suara, materi, bahkan hingga penulisan lirik yang kebanyakan ditulis Aria serta satu lagu dari Aldo.
Untungnya, ujar pihak Bloom kepada MUSIKERAS, tiga dari empat personel mereka rupanya pernah tergabung di band penganut paham metal. Jadi saat proses penggarap “Promo 25’”, cukup banyak pengaruh dari ranah metal ketimbang hardcore era sekarang.
“Ada beberapa materi yang sudah jadi dari tahun lalu, tetapi kami baru memulai penggarapan keseluruhan setelah Idul Fitri 2025 kemarin,” ujar mereka mengurai proses produksinya.

Proses rekaman sendiri dilakukan di studio Rumblebox Record, di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Kebetulan studio tersebut milik teman mereka dari komunitas hardcore Free UK, yang dioperatorin oleh Enriqo MJ Aziz (Kiko), gitaris dari Pretty Touch.
“Gitar, bass dan dram kami rekam penuh di sana. Setelah semua jadi (lalu) take vokal Ayup dan sampai mixing dan mastering kami kerjakan sendiri di Reckless Records, home studio pribadinya Ican di daerah Grand Wisata, Tambun Selatan.”
Tahapan mixing dan mastering menghabiskan waktu hampir tiga minggu lantaran sedikit terhalang oleh aktifitas Bloom saat itu, dimana mereka tengah melangsungkan tur di beberapa kota. Mulai dari Bogor, Salatiga sampai Magelang.
“Dan uniknya, penyebab penggarapan EP kami cukup lama karena vokalis kami, Ayup bukan warga lokal Tambun dan dia harus bolak-balik Bogor-Tambun untuk penggarapan take vokal. Ayup tinggal di salah satu daerah di Kabupaten Bogor.”
Di antara lima komposisi yang dikobarkan Bloom di “Promo 25’” (termasuk intro), mereka sepakat menyebut lagu “Full Of” sebagai nomor terbaik mereka. Bahkan lagu itu merupakan andalan mereka saat tampil di panggung.
Alasannya, “Semua genre yang kami suka dituangkan jadi materi lagu tersebut, dimana mungkin Musikeras sendiri akan terheran-heran jika nanti me-review lagunya, karena tidak nampak seperti hardcore pada umumnya,” seru mereka meyakinkan.
“Promo 25’” telah dirilis resmi ke berbagai gerai digital streaming sejak 27 Mei 2025 lalu. Tapi seminggu sebelumnya, sudah lebih dahulu diperdengarkan di kanal Bandcamp.
Usai proyek perilisan EP, sejak seminggu lalu Bloom juga sudah mulai disibukkan dengan penggarapan album split bersama beberapa dari Bogor. Selain itu, mereka juga sudah mendiskusikan rencana untuk melepas rilisan baru, yang kemungkinan melibatkan kolaborasi dengan band lain.
“Perkiraan Agustus sudah harus rilis karena deadline kami, tahun depan sudah mulai menggarap materi album penuh. Doakan saja semoga semua lancar!” (mdy/MK01)
Susunan lagu di “Promo 25’”:
- INTRO (00:57)
- S.W.D.B.O.S (01:33)
- HATRED (02:23)
- FULL OF (02:13)
- SHIT (01:57)