Ophie Danzo kembali menggeliatkan karirnya di panggung rekaman. Solois rock yang dikenal luas sebagai vokalis band Secondborn serta Voodoo yang pernah berjaya di era 90-an ini telah meluncurkan lagu rilisan tunggal terbaru, yang bertajuk “Place Like Paradise”.
Kini, dengan mengibarkan entitas DANZO, ia menghadirkan semangat baru, lewat racikan rock bernuansa Adult Oriented Rock (AOR) di lagunya tersebut.
Corak musik AOR sendiri pernah sangat populer di era 80-an, yang antara lain dihadirkan oleh band-band mancanegara legendaris seperti REO Speedwagon, Journey, Foreigner, Survivor, Boston, Toto dan sejenisnya.
Tapi oleh DANZO, formula itu diberi sentuhan kekinian di “Place Like Paradise”, khususnya dalam pengolahan tata suaranya.
Menurut tuturan Ophie kepada MUSIKERAS, ia memilih warna musik yang mengarah ke AOR lantaran melihat kecenderungan saat ini, dimana musik-musik atau yang bernuansa era 80-an kembali diminati banyak remaja. Walau memang kebanyakan terjadi dalam lingkup pop yang bernafaskan jazz.
Makanya, lewat DANZO, Ophie ingin mencoba mengikuti arus tersebut, namun di jalur AOR, yang ternyata belum banyak musisi atau band ‘pemeluknya’ di Indonesia.
“AOR menyajikan warna musik rock yang tetap terdengar manis dengan notasi ngepop ditambah isian synth dan keybord era 80-an yang hari ini mulai familiar di telinga anak muda,” seru Ophie Danzo menambahkan alasan.
Memang, dalam hal segmentasi pasar, AOR terbilang belum banyak dikenal anak muda. Kebanykan hanya dikenal di kalangan penggemar rock berusia lawas atau para penikmat musik nostalgia saja yang paham.
“Oleh sebab itu, DANZO mencoba memperkenalkan genre ini ke telinga Gen-Z — yang jika kelak berhasil bisa jadi gelombang baru kancah musik nasional.”
Lebih jauh tentang AOR, Ophie menjelaskan ada beberapa hal yang membuat AOR menarik, menantang sekaligus berbeda dibanding rock umumnya.
Misalnya dari sisi vokal, dimana mayoritas pemain genre ini mengandalkan jangkauan vokal tinggi, plus artikulasi serta vibrasi yang lebih jelas.
“Nafas harus panjang juga, jadi yaaa lumayan kerja keras. Ditambah lagi, single ini berbahasa Inggris. Ini yang paling sulit saat take vocal,” seru penyanyi yang juga pernah tergabung di band Opera ini menjelaskan.
Lalu dalam hal produksi rekamannya, musik AOR juga menuntut penggarapan dan perancangan tata suara yang detail dan rapi.
Dalam penggarapan “Place Like Paradise” yang dieksekusi di Studio Kebontomo, DANZO didukung pula oleh gitaris dan produser asal Yogyakarta, Tomo Widayat. Penulisan lagu tersebut, juga lahir dari tangan Tomo, bersama Nuza Priyanto, vokalis dan gitaris band metal Zues.
“Place Like Paradise” sendiri adalah lagu cinta yang mengangkat kisah klasik tentang seorang pria yang tak ingin kehilangan wanita yang dicintainya.
Meskipun tema ini terkesan umum, aransemen dan atmosfer lagu yang dibalut dengan sentuhan AOR khas 80-an membuatnya terasa istimewa. Sophisticated, nostalgik, tapi tetap terdengar segar di kuping generasi sekarang.
Selain keterlibatan Tomo dan Nuza, juga ada kontribusi beberapa musisi seperti Aza Ardito (keyboard), Dendy Der Jaeger (vokal latar) serta Tutoet Daru Prabowo untuk mixing dan mastering.
Dengan dirilisnya single ini, DANZO berharap bisa menyalakan kembali semangat berkarya para musisi rock baik Gen-Z maupun milenial. “Place Like Paradise” juga diharapkan menjadi penyegar di tengah minimnya rilisan baru dari genre rock di industri musik Tanah Air. (mdy/MK01)