Grausig sempat dihantam badai yang lumayan mempengaruhi mereka dalam berkarya. Hengkangnya beberapa personel dalam tubuh band ini lantaran adanya perbedaan misi dan visi, memaksa mereka untuk meredam langkah sementara dalam mewujudkan karya terbaru.
Sempat tertahan hampir setahun tidak melahirkan karya rekaman baru sejak merilis album “Anomi” pada April 2023 lalu.
Tapi bukan Grausig namanya jika hanya dihantam badai kecil langsung menyerah. Dramer Denny Zahuri yang merupakan motor penggerak utama Grausig segera mengambil tindakan dengan mencari personel pengganti.
Lantas, bergabunglah Hendra Permana (Kiting) dan Sultan Sa’id Al-Takhir (Sultan) yang masing-masing mengisi kekosongan posisi gitar dan vokal. Keduanya melengkapi formasi yang juga dihuni gitaris Robby Agam dan bassis Rusdi Gaver.
Kehadiran Kiting dan Sultan menjadi penyeimbang serta membawa nuansa baru dalam musikalitas Grausig ke depannya, dengan tidak mengubah karakter asli dari karya band ini sebelumnya. Memberi tambahan energi dan warna yang belum pernah ada di karya-karya Grausig sebelumnya.
Seperti yang terdengar di komposisi lagu rilisan tunggal terbaru mereka, “Litani Agoni“ yang menjadi lebih bertenaga dan berwarna.
“Kontribusi teknis jelas sangat membantu membentuk komposisi aransemen yang lebih fresh, dengan masuknya personel baru,” ujar Denny kepada MUSIKERAS, memperjelas.
“Kami mencoba untuk menggabungkan death metal sekolah lama dengan extreme metal yang hype sekarang ini supaya musik Grausig lebih up to date, tapi masih tetap dalam koridor death metal.”

“Litani Agoni” sendiri merupakan sebuah karya yang cukup dipikirkan secara matang dalam proses penggarapannya. Hampir setahun penuh Grausig meracik serta mengonsep karya tersebut agar hasilnya dapat sangat memuaskan, baik dari komposisi arransemen musik maupun dari tema lirik dan pelafalan vokalnya.
Dalam proses penggarapan produksi “Litani Agoni”, Grausig memaksimalkan penataan suara (mixing), yang eksekusinya dipercayakan kepada Yudha ‘Yuda’ Prasetya di K-Studio. Lalu selanjutnya mengirimnya ke Dan Randall di Mammoth Sound Mastering, AS untuk pemolesan pelarasan suaranya (mastering).
Hasilnya, “Litani Agoni” menjadi istimewa dan berbeda dibanding karya-karya mereka sebelumnya.
“Perbedaan hasil mastering Dan Randall lebih lebar tapi tidak bising seperti hasil mastering kebanyakan metal kekinian. Jadi detail tiap instrumen makin jelas terdengar,” ujar Denny meyakinkan.
Setelah dibuka dengan “Litani Agoni” (saksikan video musiknya di tautan ini), dalam 3-4 bulan ke depan Grausig akan merilis lagu lepas keduanya, yang mana disiapkan sebagai bagian dari album penuh yang rencananya dirilis tahun depan.
“Awal September ini kami mulai rekam dram, dilanjutkan dengan rekam gitar, bass, vokal dan lain-lain.”
Perjuangan panjang sudah dilalui Grausig sejak 1989 silam. Kini, dengan semangat yang tinggi, unit keras yang telah menghasilkan lima album penuh dan beberapa album mini (EP) ini kembali akan memberikan kontribusi terbaik kepada para pemujanya. (mdy/MK01)
Diskografi:
- Demo live single album titled “Doomsday” in (1993) Self Distribute
- Feed the Flesh to the Beast – Mini Album (1997) Graveyard Prod / Colours Prod
- Abandon, Forgotten, & Rotting Alone – Album Penuh (1999) Independen Records/Aquarius Musikindo
- Tiga Dimensi – Album Penuh (2003) Alfa Records
- In the Name of All Who Suffered and Died – Mini Album (2013) Self Distribute
- God’s Replicated – Single (2014) Self Distribute
- Feed the Flesh to All Who Suffered and Died – Mini Album Kompilasi (2015) Zimzum Prod
- Di Belakang Garis Musuh – Album Penuh (2016) Majemuk Records / Obscure Musick (USA)
- Dogma Dunia Baru – Album Penuh (2018) Zilergem Records / Undying Music
- Re-Abandoned, Forgotten & Rotting Alone – Mini Album (2019) Disembowel Records
- God, is it ? – Single (2021) Playloud Records
- Anomi – Album Penuh (2023) Playloud Records