Sickloos mengemas lagu debutnya itu dengan geberan riff berat, vokal agresif serta hantaman breakdown intens yang siap memacu adrenalin para pendengarnya.
Secara musikal, seperti yang diungkapkan band baru asal Depok ini kepada MUSIKERAS, “Tirani” dipacu dengan menerapkan formula yang bergolak di antara keberingasan hardcore dan metal.
“Secara musikal, kami menerapkan elemen hardcore dari sisi lirik yang penuh amarah dan perlawanan, sementara unsur metal muncul lewat riff gitar yang berat dan nuansa musik yang gelap.”
Dalam proses peracikan komposisi serta aransemennya, Sickloos menyerap pengaruh dari beberapa pejuang hardcore/metal mancanegara macam Kublai Khan TX, Guilt Trip, Thrown, Knocked Loose hingga Varials.
“Dari situ kami coba memadukan groove yang berat dengan intensitas dan dinamika khas kami sendiri.”
Meski kental dengan elemen musik ekstrem, namun band yang dihuni oleh gitaris Juanda Esa Putra, bassis Aditya Umbara, dramer Muhammad Fikri serta Tika Nistia (juga tercatat sebagai personel Mantradhara) ini merasa tidak perlu menampilkan visual atau identitas metal/hardcore secara klise.
“Misalnya lewat tampilan serba hitam atau visual gelap. Kami lebih memilih menyampaikan energi dan karakter itu lewat musik, bukan penampilan. Mungkin itu yang membuat kami sedikit berbeda dari kebanyakan band sejenis,” seru Sickloos menegaskan.
Tapi secara tidak langsung, Sickloos juga menjadi salah satu band yang ‘memanfaatkan’ tren – jika bisa dikatakan begitu – dimana semakin banyak band berpaham ekstrem yang diperkuat personel atau vokalis wanita.
“Good move! Semakin beragam dan berwarna,” cetus mereka mengenai fenomena itu.
“Kehadiran kaum hawa di scene metal/hardcore menunjukkan kalau musik keras bukan soal gender—ini soal energi dan ekspresi. Semua orang punya hak dan ruang yang sama untuk bersuara dan berkontribusi di dalamnya!”

Gelap Realita
Materi demo “Tirani” mulai digarap Sickloos sejak Agustus 2025 lalu. Diawali dengan proses dimana Esa dan Fikri saling bertukar materi hingga lagu dirasa cukup matang untuk dibuatkan lirik.
Butuh waktu sekitar dua bulan untuk proses pembuatan materi, lirik, rekaman hingga ke tahapan mixing dan mastering. Eksekusi rekamannya dilakukan di Klov Records.
“Tantangan pada saat rekaman adalah ketika kami ingin melakukan take vokal, yang mana semua personel tidak punya ruangan yang cukup baik untuk melakukan take vokal sendiri di rumah,” ucap mereka terus-terang.
Dari sisi penulisan lirik, lagu “Tirani” menumpahkan unek-unek reflektif yang menyinggung sisi gelap realita. Sebuah bentuk pelampiasan kemarahan terhadap kepalsuan yang sering ditemui di lingkungan sekitar.
Para personel Sickloos ingin membuat pendengar jujur terhadap apa yang mereka rasakan lewat lagu perdananya itu.
Setelah pemanasan lewat “Tirani” (tonton video musiknya di tautan kanal YouTube ini), kini Sickloos tengah menyiapkan rilisan lepas keduanya, yang rencananya akan diluncurkan pada akhir Januari 2026.
Lalu, jika tak ada kendala, bakal dilanjutkan dengan perilisan album mini (EP) pertama di tahun yang sama. (mdy/MK01)