Lagu terbaru Aniph Prevocalic yang bertajuk “The Doom” menyemburkan lirik yang menggambarkan suasana apokaliptik, penuh dengan ketegangan dan introspeksi batin tentang pertanggung jawaban di hadapan Tuhan.
Ada nuansa penghakiman, rasa takut, dan penyesalan yang muncul ketika seseorang harus berhadapan dengan konsekuensi dari segala perbuatan yang telah dilakukan.
Perjalanan emosional dalam lirik “The Doom” penuh dengan resignasi, kecemasan, rasa sakit, dan ketakutan. Pertanyaan-pertanyaan di bagian reff menjadi pusat renungan
… Apakah amal yang kita lakukan benar-benar ikhlas? Apakah cukup untuk meringankan beban kita?
Secara keseluruhan, lirik lagu tersebut menciptakan atmosfer distopia spiritual, dimana manusia tidak bisa lagi lari dari kenyataan dan harus menghadapi kebenaran tentang dirinya sendiri.
Para personel Aniph Prevocalic, vokalis Faisal Rahman (Ichal), gitaris Zainal Arifin (Ence) dan Prasasti Wicaksono (Patel), bassis Agustianto Xaverius (Agus) serta dramer M Fahrulroji (Paunk) mengerjakan produksi rekaman “The Doom” sekitar akhir 2024 lalu.
Materi dalam bentuk riff gitar sebelumnya sudah terbentuk, yang dibawa oleh Ence. Mengacu ide itu, kemudian dilanjutkan dengan melakukan workshop bersama-sama di studio.
Keseluruhan materi “The Doom” yang direkam di Otavice Studio matang setelah beberapa kali revisi menjelang final di akhir Maret 2025. Untuk pemolesan mixing dan mastering, dipercayakan kepada Ence dan Praditya Eka Putra.

Gelombang 2000-an
“‘The Doom’ menurut kami tipikal metalcore yang tidak terlalu modern,” ujar Aniph Prevocalic kepada MUSIKERAS, mengungkap konsep musiknya.
“Berstruktur simpel tapi kokoh, polanya berulang-ulang seperti unsur di lagu-lagu pop, dan juga mempunyai tempo yang agak cepat atau sedikit ngebut.”
Dalam peracikannya, banyak referensi yang diserap oleh band bentukan 2009 silam di Depok, Jawa Barat ini. Terutama dari gelombang metalcore era 2000-an. Namun terus berevolusi seiring dengan era dan kedewasaan mereka dalam bermusik.
“Di beberapa part ‘The Doom’ juga ada sentuhan death metal-nya, tapi disesuaikan dengan cara bermain kami yang simpel.”
O ya, asal usul nama band ini sendiri – khususnya ‘aniph’ – muncul dari mimpi sang vokalis yang berkeinginan untuk bermusik. Lantas dipadukan dengan kata ‘prevocalic’ yang secara harfiah memilik makna jujur, faktual dan berintegritas.
“Kami ingin terus bermusik dengan semangat sama seperti di mimpi dan terus bereskpresi dengan jujur lewat integritas karya kami.”
Pada 29 Agustus 2020, Aniph Prevocalic pernah merilis sebuah album penuh bertajuk “Dimensi”.
Selanjutnya, mereka berencana merilis lagu lepas lainnya, yang masih ada kaitannya dengan “The Doom” serta “Samsara”, lagu yang dirilis pada 7 September 2024 lalu.
“Niatnya akan dijadikan trilogi dan berencana dijadikan EP.”
Saksikan video musik lagu “The Doom” di tautan kanal YouTube ini. (mdy/MK01)